Akurat

Wajib Tahu, Ini 5 Ilmuwan Muslim Hebat Di Era Dinasti Abbasiyah

Khaerul S | 8 Februari 2023, 20:22 WIB
Wajib Tahu, Ini 5 Ilmuwan Muslim Hebat Di Era Dinasti Abbasiyah

AKURAT.CO Abbasiyah adalah dinasti kedua setelah runtuhnya kekuasaan Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasiyyah didirikan oleh Abul Abbas As-Safah pada tahun 750 Masehi. Dinasti Abbasiyah berkuasa dalam waktu cukup panjang yaitu tahun 132 H/750 M sampai 656 H/1258 M. Di masa inilah Islam memasuki fase kejayaannya, terutama di bidang keilmuan dan kebudayaan dengan melahirkan banyak ilmuwan muslim. 

Kemajuan umat Islam pada saat itu tentu saja dipelopori oleh ilmuwan yang bermunculan pada masa Dinasti Abbasiyah. Ilmuwan muslim yang bermunculan inilah memberikan banyak sekali kemajuan yang membuat orang Barat takjub dengan kemampuan dan penemuaan-penemuan yang dihasilkan. Tidak hanya takjub, bahkan mereka mendatangi ilmuwan muslim untuk belajar secara langsung.

Ilmuwan Muslim Pada Masa Dinasti Abbasiyah

1. Ibnu Sina

Ibnu Sina atau orang Barat menyebutnya sebagai Avicenna. Orang Barat menyebutnya seperti itu karena mereka susah menyebut dalam Bahasa Arab, jadi untuk mempermudah dalam penyebutan nama Ibnu Sina yaitu dengan mengucapkan Avicenna. Ibnu Sina terkenal sebagai ilmuwan yang sangat ahli di bidang kedokteran, dia menulis sebuah kitab yang sampai sekarang menjadi acuan di bidang kedokteran yang bernama Al-Qanun fi At-Tib.

2. Al-Khawarizmi

Al Khawarizmi atau nama lengkapnya Muhammad Bin Musa Al-Khawarizmi lahir di Kufah pada 780 Masehi. Dia merupakan ilmuwan muslim yang terkenal dengan penemuan sistem Aljabar dalam dunia matematika, sehingga mendapat julukan sebagai Bapak Aljabar. Tidak hanya itu, ilmuwan muslim yang satu ini juga memiliki keahlian di bidang astromomi, geografi dan astrologi.

3. Ar-Razi

Ar-Razi atau yang biasa orang Barat sebut sebagai Rajhesh memiliki nama asli Abu Bakar Muhammad Bin Zakaria Ar-Razi. Lahir di Teheran pada tahun 865 M. Dia adalah ilmuwan muslim yang sangat terkenal di bidangnya yaitu kimia. Tidak hanya itu, sepanjang hidupnya Ar-Razi banyak meluangkan waktu untuk belajar matematika, filsafat dan sastra, juga mempelajari tentang kedokteran. Salah satu andil Ar-Razi dalam dunia kedokteran yakni sebagai orang yang pertama kali menjelaskan tentang penyakit cacar dan cara menanganinya.

4. Ibnu Al Haitsam

Ibnu Al Haitsam atau yang dikenal dengan sebutan Al-Hazem memiliki nama lengkap Abu Ali Al Hasan Bin Al Hasan Bin Al Haitsam. Menjadi salah satu ilmuwan muslim yang terkenal di dunia Barat dengan penemuannya mengenai optik modern. Berkat penemuan Al-Hazem itu menginspirasi ilmuwan-ilmuwan Barat dalam membuat penemuan-penemuan yang lain. Ilmuwan Barat berhasil menciptakan mikroskop dan teleskop hasil dari inspirasi penemuan Al-Hazem.

5. Jabir Bin Hayyan

Abu Musa Jabir Bin Hayyan adalah ilmuwan muslim termasyhur yang dilahirkan di Kufah tahun 750 M. Jabir terkenal dengan penemuannya di bidang Kimia, sehingga mendapat julukan sebagai Bapak Kimia. Reruntuhan laboratorium milik Jabir ditemukan dua tahun setelah dirinya meninggal dunia. 

Sebenarnya masih banyak lagi ilmuwan muslim yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan Islam pada saat itu, tetapi yang terkenal dan yang memberikan dampak sangat besar terhadap perkembangan Islam adalah lima orang tersebut. 

Kita sebagai umat Islam wajib mengetahui ilmuwan-ilmuwan yang berjuang untuk dunia Islam. Hal itu tidak lain supaya Islam tidak tertinggal dengan perkembangan dunia Barat pada saat itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A