Akurat Logo

Bank Kasikorn Indonesia Kantongi Pinjaman USD341 Juta dari Induk Usaha, USD240 Juta Sudah Cair

Yosi Winosa | 7 November 2026, 13:05 WIB
Bank Kasikorn Indonesia Kantongi Pinjaman USD341 Juta dari Induk Usaha, USD240 Juta Sudah Cair
Website resmi bank kasikorn

AKURAT.CO PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk. (BMAS) memperoleh fasilitas pinjaman bilateral senilai USD341 juta dari pemegang saham pengendalinya, Kasikornbank Public Company Limited (KBank). Pendanaan tersebut disiapkan untuk memperkuat likuiditas jangka panjang sekaligus menopang ekspansi penyaluran kredit perseroan kepada nasabah.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 6 November 2026, fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor maksimal dua tahun sejak masing-masing tanggal penarikan. Adapun tingkat bunga yang dikenakan menggunakan acuan Secured Overnight Financing Rate (SOFR) ditambah margin sesuai kondisi pasar yang berlaku.

Dari total fasilitas sebesar USD341 juta, sebanyak USD235 juta telah memiliki underlying berdasarkan perjanjian yang disepakati antara perseroan dan KBank. Perseroan menyebutkan, pencairan fasilitas pinjaman dilakukan secara bertahap. Hingga 21 Oktober 2026, total dana yang telah ditarik mencapai USD240 juta.

Baca Juga: KASIKORNBANK Biayai Bisnis Chandra Asri US$50 Juta

Penarikan pertama dilakukan pada 21 Agustus 2026 sebesar USD55 juta. Selanjutnya, BMAS melakukan penarikan tambahan sebesar CNH201 juta atau setara USD30 juta. Dana dalam denominasi CNH tersebut efektif pada 20 Oktober 2026. Sementara itu, dana ekuivalen dolar AS sebesar USD155 juta efektif pada 21 Oktober 2026. Dengan demikian, total penarikan fasilitas pinjaman bilateral dari KBank telah mencapai USD240 juta, menyisakan sekitar USD101 juta dari total plafon yang tersedia.

Pinjaman dari Pemegang Saham Pengendali

Transaksi pendanaan ini merupakan transaksi afiliasi karena KBank berstatus sebagai pemegang saham utama terakhir atau ultimate shareholder BMAS.

Hubungan kepemilikan tersebut berlangsung melalui anak perusahaan KBank, yakni Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF), yang memiliki 86,03% saham BMAS. Jika dihitung berdasarkan keseluruhan kepemilikan Grup KBank, porsinya mencapai 89,48%.

Keterlibatan pemegang saham pengendali sebagai pemberi pinjaman membuat transaksi ini menjadi bagian dari aksi korporasi yang wajib dilaporkan kepada regulator. Meski merupakan transaksi afiliasi, BMAS menegaskan bahwa kesepakatan pinjaman tersebut tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Dorong Likuiditas dan Penyaluran Kredit

Masuknya fasilitas pendanaan jumbo dari KBank memberikan tambahan ruang bagi BMAS untuk mengelola kebutuhan likuiditas jangka panjang. Perseroan secara eksplisit menyebutkan bahwa pinjaman bilateral tersebut ditujukan untuk mendukung likuiditas berjangka panjang sekaligus menunjang penyaluran kredit kepada nasabah.

Skema penarikan secara bertahap memungkinkan perseroan memanfaatkan fasilitas sesuai kebutuhan pendanaan. Namun, besaran bunga yang mengikuti SOFR ditambah margin pasar juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan biaya dana.

Dengan plafon mencapai USD341 juta, fasilitas tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan yang disiapkan BMAS untuk menopang kegiatan intermediasi perbankan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.