Penuhi Kebutuhan Industri Hilirisasi, Kemnaker Genjot Pelatihan Vokasi

AKURAT.CO Pemerintah menghadapi tantangan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri seiring berjalannya proyek hilirisasi nasional.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pun berupaya menyelaraskan program pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri agar lulusannya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait. Penyesuaian program pelatihan dinilai penting agar keterampilan yang diberikan kepada peserta tidak terlepas dari kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5,2 Persen pada 2026 Ditopang Konsumsi dan Hilirisasi
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan, pengembangan hilirisasi berpotensi membuka banyak lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Hilirisasi industri diproyeksikan bakal menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak,” ujar Cris melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Menurut Cris, Kemnaker menargetkan program pelatihan vokasi di berbagai bidang dapat menjangkau ratusan ribu peserta. Pelaksanaannya akan dilakukan di sejumlah daerah dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan yang telah tersedia di masing-masing wilayah.
Dengan pola tersebut, pelatihan tidak harus terpusat di satu lokasi. Peserta dapat mengikuti program di daerah masing-masing sehingga jangkauan pelatihan bisa diperluas.
"Pelatihannya bisa di tempat masing-masing. Yang penting, setelah selesai pelatihan mereka bisa menjadi pekerja. Karena itu adalah pekerjaan rumah kita bersama," ucapnya kembali.
Penyerapan Lulusan Jadi Tantangan
Meskipun begitu, Cris menjelaskan, keberhasilan program vokasi tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti dan menyelesaikan pelatihan. Pemerintah juga perlu memastikan adanya keterhubungan antara lulusan pelatihan dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.
"Hal ini berarti, program vokasi perlu disusun dengan mempertimbangkan jenis keterampilan yang dibutuhkan industri. Tanpa kesesuaian tersebut, pelatihan berisiko tidak memberikan hasil optimal dalam mempertemukan pencari kerja dengan lapangan pekerjaan yang tersedia," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 6Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 7Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 8Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









