Ekspor Batik RI Tumbuh 13 Persen, Pemerintah Bidik Pasar Asia Tenggara

AKURAT.CO Pemerintah mulai mendorong perluasan pasar batik Indonesia ke mancanegara, khususnya kawasan Asia Tenggara. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya nilai ekspor batik nasional yang mencapai USD30,62 juta sepanjang 2025 atau tumbuh 13,03% dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, batik memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional karena tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas dan budaya Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Roro saat mengunjungi fasilitas produksi Batik Keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses produksi, penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus memetakan potensi pengembangan pasar ekspor produk fesyen berbasis budaya Indonesia.
Baca Juga: Batik Atthaya Cirebon Bidik Gen Z di JMFW 2026, Berdayakan Penyintas Gangguan Mental
"Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung proses produksi batik dan dampak penyerapan tenaga kerja lokal (multiplier effect). Selain itu, sebagai upaya memetakan potensi perluasan pasar ekspor bagi produk busana berbasis budaya Indonesia," ujar Roro dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu pasar potensial yang dapat digarap industri batik nasional. Kedekatan nilai sejarah dan budaya di kawasan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperkenalkan produk batik Indonesia kepada konsumen internasional.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memfasilitasi pelaku usaha melalui pembinaan, promosi, hingga penyelenggaraan peragaan busana atau fashion show di pasar internasional.
"Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Kami melihat bagaimana bisnis yang berawal dari kesederhanaan dapat berkembang menjadi skala besar. Selebihnya, terkait perluasan pasar, baik pasar domestik maupun ekspor, Kemendag siap memfasilitasi dan mendampingi hingga terealisasi," kata Roro.
Selain promosi, Kemendag juga membuka akses bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi pasar sekaligus mempertemukan produsen dalam negeri dengan calon pembeli melalui agenda business matching.
Roro mendorong Batik Keris dan pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan fasilitas tersebut agar peluang ekspor dapat dijajaki secara lebih luas.
Kapasitas Produksi Batik Keris Tembus 60 Ribu Potong per Bulan
Di tingkat industri, Batik Keris menjadi salah satu perusahaan yang memiliki kapasitas produksi cukup besar untuk menopang pasar domestik maupun peluang ekspor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 6Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 7Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 8Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









