Akurat Logo

Ekspor Batik RI Tumbuh 13 Persen, Pemerintah Bidik Pasar Asia Tenggara

Esha Tri Wahyuni | 7 November 2026, 13:35 WIB
Ekspor Batik RI Tumbuh 13 Persen, Pemerintah Bidik Pasar Asia Tenggara
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri

AKURAT.CO Pemerintah mulai mendorong perluasan pasar batik Indonesia ke mancanegara, khususnya kawasan Asia Tenggara. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya nilai ekspor batik nasional yang mencapai USD30,62 juta sepanjang 2025 atau tumbuh 13,03% dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, batik memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional karena tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas dan budaya Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Roro saat mengunjungi fasilitas produksi Batik Keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses produksi, penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus memetakan potensi pengembangan pasar ekspor produk fesyen berbasis budaya Indonesia.

Baca Juga: Batik Atthaya Cirebon Bidik Gen Z di JMFW 2026, Berdayakan Penyintas Gangguan Mental

"Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung proses produksi batik dan dampak penyerapan tenaga kerja lokal (multiplier effect). Selain itu, sebagai upaya memetakan potensi perluasan pasar ekspor bagi produk busana berbasis budaya Indonesia," ujar Roro dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu pasar potensial yang dapat digarap industri batik nasional. Kedekatan nilai sejarah dan budaya di kawasan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperkenalkan produk batik Indonesia kepada konsumen internasional.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memfasilitasi pelaku usaha melalui pembinaan, promosi, hingga penyelenggaraan peragaan busana atau fashion show di pasar internasional.

"Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Kami melihat bagaimana bisnis yang berawal dari kesederhanaan dapat berkembang menjadi skala besar. Selebihnya, terkait perluasan pasar, baik pasar domestik maupun ekspor, Kemendag siap memfasilitasi dan mendampingi hingga terealisasi," kata Roro.

Selain promosi, Kemendag juga membuka akses bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi pasar sekaligus mempertemukan produsen dalam negeri dengan calon pembeli melalui agenda business matching.

Roro mendorong Batik Keris dan pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan fasilitas tersebut agar peluang ekspor dapat dijajaki secara lebih luas.

Kapasitas Produksi Batik Keris Tembus 60 Ribu Potong per Bulan

Di tingkat industri, Batik Keris menjadi salah satu perusahaan yang memiliki kapasitas produksi cukup besar untuk menopang pasar domestik maupun peluang ekspor.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.