Setelah Dimakzulkan dari Jabatan Presiden, Santiago Pena jadi Tahanan Rumah

AKURAT.CO Nasib pahit Presiden Paraguay, Santiago Pena tidak berhenti hanya sekadar pemakzulan. Setelah diturunkan secara paksa dari jabatannya, kini Ia juga menjadi tahanan rumah.
Pena ditangkap pada hari Jumat, beberapa menit setelah para anggota parlemen—termasuk mereka yang berasal dari partainya sendiri—dengan suara bulat memutuskan untuk melengserkannya dari jabatan. Keputusan ini diambil di tengah krisis yang kian meluas akibat runtuhnya Ueno Bank awal pekan ini.
Sebelumnya, pada hari Kamis, Pena sempat menawarkan untuk mengundurkan diri. Namun, alih-alih menerima pengunduran dirinya, para senator justru memakzulkan Pena dan mendakwanya atas pelanggaran etika. Konsekuensinya, ia kehilangan hak imunitas yang biasanya melekat pada mantan presiden.
Pena dimakzulkan menyusul runtuhnya sebuah bank digital yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan bisnis pribadinya. Pena, yang hingga tahun lalu masih memegang saham di perusahaan pemilik bank tersebut, membantah telah melakukan kesalahan apa pun.
Runtuhnya bank digital ini menyebabkan lebih dari separuh penduduk Paraguay tidak dapat mengakses tabungan mereka, setelah bank tersebut disita oleh bank sentral Paraguay.
Diperkirakan tiga juta nasabah hingga kini belum bisa mengakses tabungan maupun dana pensiun mereka, yang memicu protes luas, terutama di ibu kota, Asuncion.
Dakwaan pemakzulan yang berujung pada pelengseran Peña mencakup tuduhan adanya konflik kepentingan, manipulasi pengawasan regulasi, pengalihan dana pensiun, serta keterlibatan dalam upaya menutup-nutupi kasus secara kelembagaan yang melibatkan bank sentral.
Jaksa Silvia Margarita Gonzalez Vester menyatakan bahwa Peña dijadwalkan untuk diperiksa pada hari Sabtu terkait tuduhan penyalahgunaan kepercayaan, penyalahgunaan pengaruh, dan penggelapan dana.
Pemakzulan Peña disetujui oleh 44 dari 45 senator yang hadir, sementara satu anggota parlemen lainnya tidak hadir.
Setelah pemungutan suara, Ketua Senat Basilio Núnez menyatakan bahwa Pena terbukti bersalah melakukan "pengabaian tugas".
Wakil Presiden Paraguay, Pedro Alliana, kemudian dilantik sebagai Presiden sementara.
"Kepada rekan-rekan senegara yang saat ini tengah mengalami masa sulit akibat keruntuhan finansial ini, saya sampaikan bahwa Anda semua akan mendapatkan kompensasi penuh," ujar Alliana, yang akan menjabat sebagai Presiden hingga tahun 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 6Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 7Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 8Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar



