Akurat Logo

Pedro Alliana Resmi Jadi Presiden Paraguay, Gantikan Santiago Pena yang Dimakzulkan

Fitra Iskandar | 7 November 2026, 07:57 WIB
Pedro Alliana Resmi Jadi Presiden Paraguay, Gantikan Santiago Pena yang Dimakzulkan
Pedro Alliana - G1-Globo

AKURAT.CO Paraguay resmi memiliki presiden baru setelah Pedro Alliana mengucapkan sumpah jabatan pada Jumat (6/11/2026). Alliana menggantikan Santiago Pena yang diberhentikan melalui proses pemakzulan oleh Senat menyusul skandal keruntuhan Ueno Bank yang mengguncang sektor keuangan dan politik negara tersebut.

Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana publik dan keterlibatan sejumlah pejabat pemerintah dalam persoalan Ueno Bank. Sementara itu, Pena diperintahkan menjalani tahanan rumah setelah kehilangan jabatannya sebagai presiden.

Pemakzulan Pena disetujui oleh seluruh 44 senator yang hadir. Mereka menilai mantan presiden tersebut melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas pemerintahan. Keputusan itu sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Pena yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu pemerintahan paling stabil secara politik di Amerika Selatan.

Pelantikan Alliana menjadi babak baru dalam krisis politik Paraguay. Selain Pena, penyelidikan juga menyasar mantan pimpinan bank sentral serta sejumlah pejabat yang diduga memiliki hubungan dengan pengelolaan dan penempatan dana publik di Ueno Bank.

Pengunduran Diri Pena Ditolak Kongres

Sebelum dimakzulkan, Pena sebenarnya telah menawarkan pengunduran diri pada Kamis. Namun, Kongres menolak permintaan tersebut karena anggota parlemen oposisi menilai pengunduran diri dapat menjadi cara bagi presiden untuk menghindari pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran yang sedang diselidiki.

Tim pengacara Pena, Ricardo Preda dan Adolfo Ferreiro, mempersoalkan keputusan Kongres. Mereka berpendapat bahwa parlemen seharusnya menerima pengunduran diri kliennya daripada melanjutkan proses pemakzulan.

Dalam pesan perpisahan yang disampaikan sebelum pemungutan suara Senat, Pena mengatakan keputusannya meninggalkan jabatan presiden diharapkan dapat mencegah ketidakstabilan politik semakin membesar.

"Saya tidak ingin keberadaan saya menjadi penyebab perpecahan atau ketidakstabilan yang lebih besar," tulis Pena.

Dia juga menegaskan bahwa kepentingan negara harus ditempatkan di atas nasib pribadinya.

Meski telah diberhentikan, Pena membantah melakukan pelanggaran. Namun, jaksa terus mengembangkan penyelidikan yang turut melibatkan Alliana, pejabat bank sentral yang masih menjabat maupun mantan pejabat, serta otoritas pengelola dana pensiun.

Jaksa bahkan mengupayakan surat perintah penangkapan terhadap Pena dan mantan kepala bank sentral. Dalam perkembangan tersebut, Pena diperintahkan tetap menjalani tahanan rumah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.