Akurat Logo

RI Jajaki Kerja Sama Galangan Kapal dengan Perusahaan Rusia

Esha Tri Wahyuni | 7 November 2026, 13:12 WIB
RI Jajaki Kerja Sama Galangan Kapal dengan Perusahaan Rusia
Kepala Republik Tatarstan Federasi Rusia, Rustam Minnikhanov (kanan) bersama Menko Airlangga (kiri)

AKURAT.CO Republik Indonesia dan Republik Tatarstan Federasi Rusia menjajaki peluang penguatan kerja sama ekonomi melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan industri. 

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dengan Kepala Republik Tatarstan Federasi Rusia, Rustam Minnikhanov di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan salah satu wilayah industri utama Rusia yang memiliki keunggulan di bidang manufaktur, otomotif, perkapalan, petrokimia, dan teknologi digital. 

Baca Juga: Perkuat Hubungan Indonesia-Rusia, DPD Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Kedua pihak melihat potensi besar untuk mengembangkan kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga mendorong investasi, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri.

Indonesia melihat potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Tatarstan, khususnya melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan pemanfaatan teknologi.

"Kami berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret yang memberikan manfaat bagi kedua pihak," ujar Menko Airlangga melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/11/2026)..

Tidak hanya itu saja, kedua pihak membahas peluang kerja sama investasi dan industri, termasuk di sektor otomotif, kedirgantaraan, farmasi, dan teknologi digital. 

Menko Airlangga lebih lanjut mendorong perusahaan-perusahaan Tatarstan untuk memanfaatkan peluang investasi di Indonesia, termasuk melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menyediakan berbagai fasilitas dan insentif bagi investor. 

Seperti yang diketahui, hingga September 2026, Indonesia telah memiliki 25 KEK dengan total investasi mencapai Rp382,1 triliun dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 302 ribu orang.

Sedangkan di bidang teknologi, kedua pihak melihat peluang kolaborasi antara Innopolis Special Economic Zone (SEZ) di Tatarstan dan Nongsa Digital Park di Indonesia, khususnya dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI), inovasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). 

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.