Perluas Pembiayaan Inklusif bagi UMKM, KrediOne Jalin Kerja Sama Strategis dengan Bank Ganesha

AKURAT.CO PT Inovasi Terdepan Nusantara (KrediOne) resmi menjalin kerja sama loan channeling dengan Bank Ganesha untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat unbanked, underserved, dan pelaku UMKM.
Kesepakatan terebut ditandatangani pada 23 Februari 2026 di Jakarta. Kolaborasi ini dilakukan melalui skema channeling, yakni penyaluran kredit bank melalui platform digital penyelenggara pinjaman daring.
Model ini sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong sinergi perbankan dan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
Baca Juga: KrediOne Raih Indonesia Best Digital Innovation Award 2025
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2022, indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 85,10%, sementara indeks literasi 49,68%. Artinya, masih terdapat kesenjangan akses dan pemahaman layanan keuangan formal.
CEO KrediOne, Kuseryansyah menyatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas peran pembiayaan digital.
“Kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan industri perbankan terhadap model pembiayaan digital. Ini momentum untuk meningkatkan inklusi keuangan dan menghadirkan akses kredit bagi individu dan UMKM yang lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Presiden Direktur Bank Ganesha Setiawan Kumala mengatakan kemitraan ini bagian dari strategi bank memperluas pembiayaan secara efektif dan efisien melalui digitalisasi, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Sebagai informasi, pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 90% dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Di sisi lain, data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional.
Baca Juga: Tumbuh 390 Persen, KrediOne Tampil di Singapore FinTech Festival 2025
Meski kontribusinya besar, sebagian UMKM masih menghadapi keterbatasan akses kredit formal karena kendala agunan, rekam jejak keuangan, atau lokasi geografis. Skema channeling antara bank dan fintech dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjangkau segmen tersebut.
Bagi masyarakat dan UMKM, kolaborasi ini berpotensi mempercepat proses akses pembiayaan dengan memanfaatkan teknologi digital, tanpa menghilangkan aspek manajemen risiko perbankan.
Bagi industri keuangan, kemitraan ini memperluas model bisnis bank sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan nasional. Integrasi teknologi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas basis nasabah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










