Akurat

Indodax: Fundamental Kripto Masih Kuat di Tengah Gejolak Global

Demi Ermansyah | 3 Februari 2026, 16:10 WIB
Indodax: Fundamental Kripto Masih Kuat di Tengah Gejolak Global

AKURAT.CO Pelaku perdagangan aset kripto dalam negeri menilai fundamental industri aset digital saat ini masih berada dalam kondisi solid meskipun pasar global tengah dilanda volatilitas tinggi.

Kondisi ini terjadi setelah harga Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi ke kisaran USD74.000 sebelum kembali rebound ke level USD77.000.

Merespon hal tersebut, Vice President Indodax, Antony Kusuma mengatakan gejolak pasar kali ini dipicu kombinasi faktor global, mulai dari eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga penguatan dolar AS setelah munculnya kepemimpinan baru di Federal Reserve.

“Meski pasar berada dalam fase ketakutan ekstrem, fundamental industri kripto saat ini jauh lebih kokoh dibandingkan siklus serupa pada 2022,” ujar Antony dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Polemik Indodax dan Nasabah BoxTcoin Bisa Dibawa ke Ranah Pidana

Menurut dia, Bitcoin kerap menjadi aset pertama yang bereaksi terhadap sentimen global karena sifat pasarnya yang beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Akibatnya, setiap lonjakan kepanikan global langsung tercermin dalam pergerakan harga kripto.

Fenomena risk-off, lanjutnya, terjadi secara serentak di berbagai kelas aset. Tidak hanya kripto, instrumen hard money tradisional seperti emas dan perak juga mengalami tekanan jual signifikan dalam periode yang sama.

Namun, Antony menilai kondisi struktur pasar saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Ia menyebut keterlibatan institusi keuangan besar seperti BlackRock dan JPMorgan melalui instrumen ETF serta integrasi infrastruktur perbankan telah memperkuat fondasi ekosistem kripto.

“Kehadiran institusi besar memberi bantalan yang lebih kuat terhadap risiko sistemik jangka panjang,” katanya.

Di sisi lain, data on-chain dari Glassnode menunjukkan dinamika menarik di kalangan pelaku pasar. Saat investor ritel cenderung melepas aset karena panik, kelompok investor besar atau “Mega-Whales” dengan kepemilikan di atas 1.000 BTC justru terpantau melakukan akumulasi secara bertahap.

Baca Juga: Profil Oscar Darmawan Pendiri Indodax: Biografi, Perjalanan Karier, hingga Peran dalam Perusahaan

Antony menilai pola tersebut mencerminkan perbedaan perspektif antara pelaku jangka pendek dan pemodal bermodal besar yang melihat koreksi sebagai peluang.

Meski demikian, ia mengingatkan investor di Indonesia untuk tidak mengambil keputusan secara impulsif. Evaluasi manajemen risiko dan disiplin terhadap strategi investasi jangka panjang dinilai menjadi kunci menghadapi periode volatil.

Investor juga disarankan memperkaya riset mandiri dan memahami konteks makroekonomi global sebelum mengambil keputusan.

Untuk mendukung hal tersebut, Indodax menyediakan kanal edukasi melalui INDODAX Academy serta pembaruan informasi pasar lewat INDODAX News.

“Kami berkomitmen menyediakan platform yang transparan dan tepercaya guna mendukung pengguna menghadapi dinamika ekonomi digital global,” ujar Antony.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.