Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Airlangga: Pemerintah Berdiri Teguh di Belakang Pasar Keuangan

AKURAT.CO Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperbaiki pasar modal dan perekonomian RI.
Menurutnya, kondisi makroekonomi Indonesia saat ini masih kuat, dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 sebesar 5,04%, inflasi di rentang APBN sebesar 2,5% plus minus 1%, cadangan devisa setara 6,2 bulan impor atau sebesar USD156,6 miliar serta defisit fiskal yang terjada di bawah batas 3% PDB.
Adapun, kredit perbankan per Desember 2025 tumbuh 9,6 persen dengan Dana Pihak Ketiga atau DPK tumbuh 13,83%, rasio kecukupan modal atau Capital Adequate Ratio/ CAR di 25,87% serta rasio utang terhadap PDB masih jauh di bawah ambang batas 60% tepatnya di bawah 40%. Rating utang dari berbagai lembaha internasional termasuk Moody's dan Fitch serta S&P pun masih terjaga.
"Akan terus melakukan penguatan pasar modal, integritas pasar dengan mereformasi pasar modal secara struktural lewat demutuliasi bursa dan peningkatan likuiditas lewat kenaikan free float menjadi 15 persen sesuai standar global, sehingga pasar modal kian transparan, likuid dan berintegritas," ujarnya di sela Konferensi Pers Penataan dan Penguatan Pasar Modal RI di Wisma Danantara, Minggu Malam (31/1/2026).
Baca Juga: Undur Diri Massal Petinggi OJK, Indef: ke Depan Pejabat Publik Harus Bebas dari Intervensi Politik
Pemerintah, lanjut Menko Airlangga, juga akan melakukan pengetatan aturan terkait Ultimate Beneficial Owner atau UBO dan kejelasan afiliasi pemilik saham. Airlangga menegaskan, pemerintah tak akan pernah menolerir praktif spekulatif yang merusak pasar atau dikenal sebagai saham gorengan.
Pemerintah siap memberikan sanki tegas dan mendukung aparat hukum untuk beratindak tegas ke siapapun yang melanggar aturan. "Saham gorengan itu tak hanya berdampak pada harga saham dan kepentingan investor, tapi juga kepercayaan ke sistem keuangan nasional dan menghambat FDI yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan berkelanjutan," imbuh Airlangga.
Instruksi keempar dari Presiden Prabowo, yakni memastikan kegiatan operasional bursa berjalan dengan normal dalam kepemimpinan transisi. Pjs atau penanggung jawab sementara akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan berjalan tanpa gangguan. Institusi kuat karena sistem dikelola dengan GCG dan menghindari bad practices.
"Pesan Presiden, kepada investor domestik, mitra internasinal dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi kita tetap tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil dan berkelas dunia," tegas Airlangga.
Konferensi pers turut dihadiri sejumlah pejabat termasuk Menkeu Purbaya, CEO Danantara Roesan Roeslani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Pjs Ketua dan Wakil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua BP BUMN Donny Oskaria, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dan Direktur BEI Jeffrey Hendrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










