Kredit Hijau BCA Melonjak di 2025: Pembiayaan Energi Terbarukan Tumbuh Dua Kali Lipat

AKURAT.CO PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Di tengah pertumbuhan kredit yang stabil, satu hal paling menonjol adalah lonjakan kredit ke sektor berkelanjutan—atau yang kerap disebut kredit hijau—yang meningkat signifikan dan mempertegas peran BCA dalam mendukung transisi ekonomi ramah lingkungan di Indonesia.
Tak hanya pembiayaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang meroket, kredit kendaraan listrik, program pembiayaan perempuan pengusaha, hingga upaya pengurangan emisi karbon juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perseroan. Lantas, seberapa besar pertumbuhan kredit hijau BCA di 2025, dan apa dampaknya bagi perekonomian nasional?
Kredit Hijau Jadi Sorotan Kinerja BCA 2025
Per Desember 2025, kredit ke sektor-sektor berkelanjutan BCA tumbuh 11,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp255 triliun. Nilai tersebut setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan BCA—menunjukkan bahwa lebih dari seperempat kredit bank ini kini diarahkan ke sektor-sektor yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kontribusi terbesar datang dari:
-
Pembiayaan Energi Baru Terbarukan yang melonjak hingga dua kali lipat YoY menjadi Rp6,2 triliun.
-
Kredit kendaraan bermotor listrik yang naik 53% YoY mencapai Rp3,6 triliun.
Pertumbuhan ini memperkuat posisi BCA sebagai salah satu bank yang agresif mendukung pembiayaan hijau di Tanah Air, sejalan dengan target pemerintah mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Total Kredit BCA Tembus Rp993 Triliun
Secara keseluruhan, BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan total kredit 7,7% YoY menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Rata-rata pertumbuhan kredit sepanjang tahun bahkan mencapai 10,8%.
Penyaluran kredit tersebar ke berbagai sektor utama seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga—menjadi bukti bahwa ekspansi BCA tak hanya berfokus pada satu segmen.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada BCA. Hal tersebut menjadi motivasi bagi BCA untuk terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh Tanah Air.
“Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif. Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen kami untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia," ujar Hendra dalam paparan kinerja BCA 2025 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, 27 Januari 2026.
Kredit Usaha dan Konsumer Tetap Solid
Di luar pembiayaan hijau, kredit usaha BCA tumbuh 9,9% YoY menjadi Rp756,5 triliun. Angka ini mencerminkan peran bank dalam menopang aktivitas bisnis nasional, mulai dari korporasi besar hingga pelaku usaha menengah.
Sementara itu, pembiayaan konsumer tercatat Rp224,1 triliun, didorong oleh:
-
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp142,3 triliun
-
Kredit kendaraan bermotor (KKB) Rp56,6 triliun
-
Pinjaman konsumer lain—mayoritas kartu kredit—yang naik 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun
BCA juga mulai mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025, memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Kualitas Kredit Terjaga, Risiko Terus Menurun
Pertumbuhan agresif tersebut dibarengi dengan manajemen risiko yang disiplin. Rasio loan at risk (LAR) membaik ke level 4,8% dari 5,3% setahun sebelumnya, sementara non-performing loan (NPL) tetap terkendali di 1,7%.
Cadangan kerugian kredit juga berada pada level kuat, dengan pencadangan NPL mencapai 183,8% dan LAR sebesar 71,6%.
Dana Pihak Ketiga dan Transaksi Digital Melejit
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2% YoY menjadi Rp1.249 triliun. Dana murah atau CASA bahkan melonjak 13,1% hingga Rp1.045 triliun.
Aktivitas digital menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Sepanjang 2025, frekuensi transaksi BCA naik 17% YoY menjadi 42 miliar, dengan puncak hampir 300 juta transaksi dalam satu hari. Transaksi mobile banking dan internet banking juga tumbuh 19%.
Inovasi Digital dan AI Dorong Efisiensi
BCA terus memperkaya fitur aplikasi myBCA, mulai dari QRIS Tap via NFC untuk Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga perluasan poket valuta asing. Akses via smartwatch berbasis WearOS dan Apple serta pengaturan bahasa Mandarin juga ditambahkan.
Menurut Hendra Lembong:
“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat… Kami juga mengimplementasikan penggunaan Artificial Intelligence untuk meningkatkan pelayanan nasabah, mengidentifikasi kebutuhan nasabah secara lebih efektif, memperkuat keamanan dan fraud detection, serta mendorong efisiensi operasional.”
Komitmen Lingkungan dan Sosial: Lebih dari Sekadar Kredit
Selain menyalurkan pembiayaan hijau, BCA aktif menekan emisi operasional. Hingga Desember 2025, perseroan mengelola limbah hingga 657 ton dan menjalankan berbagai inisiatif yang berpotensi menurunkan emisi sampai 5.575 tCO₂eq.
Melalui Bakti BCA, perseroan juga terlibat dalam:
-
Restorasi 11 titik mata air dan penanaman lebih dari 242.000 pohon
-
Pelepasan 63.000 anak penyu dan rehabilitasi 57 orangutan
-
Pembinaan 125 penenun wastra daerah
-
Program Genera-Z Berbakti bagi mahasiswa
Di sektor UMKM, 61 pelaku binaan berhasil mencatat potensi ekspor Rp261 miliar, sementara Desa Bakti BCA membukukan pendapatan Rp5,2 miliar hingga 2025.
Laba Bersih Tumbuh, Deretan Penghargaan Global Diraih
Kinerja solid itu tercermin pada laba bersih yang naik 4,9% YoY menjadi Rp57,5 triliun. Pendapatan operasional meningkat 5,4%, dengan rasio cost to income yang makin efisien.
Sepanjang 2025, BCA juga memborong berbagai penghargaan internasional, mulai dari World’s Most Trustworthy Companies 2025 No. 1 in Banking Sector versi Newsweek, World’s Best Bank in Indonesia dari Forbes, hingga World’s Strongest Banking Brand 2025 dari Brand Finance.
Penutup: Kredit Hijau BCA Kian Strategis untuk Masa Depan
Lonjakan kredit hijau BCA di 2025 menunjukkan bahwa pembiayaan ramah lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi bagian inti strategi bisnis perbankan. Dengan pertumbuhan EBT yang menembus dua kali lipat, kredit kendaraan listrik yang melesat, serta berbagai inisiatif keberlanjutan, BCA menempatkan diri sebagai pemain penting dalam transisi ekonomi hijau Indonesia.
Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan dunia perbankan, pembiayaan berkelanjutan, dan inovasi digital finansial, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Mutasi Rekening BCA Lewat HP Tanpa Perlu Aplikasi Mobile Banking
Baca Juga: Cara Dapat Pinjaman KUR BCA 2025 Rp500 Juta untuk UMKM: Syarat, Skema, dan Tips Lolos
FAQ
1. Berapa pertumbuhan kredit hijau BCA pada 2025?
Kredit ke sektor berkelanjutan BCA tumbuh 11,7% secara tahunan menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan.
2. Sektor apa saja yang mendorong lonjakan kredit hijau BCA?
Kontributor utama berasal dari pembiayaan Energi Baru Terbarukan yang naik dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun serta kredit kendaraan listrik yang tumbuh 53% mencapai Rp3,6 triliun.
3. Berapa total kredit BCA sepanjang 2025?
Total kredit BCA dan entitas anak mencapai Rp993 triliun per Desember 2025, dengan pertumbuhan rata-rata 10,8% sepanjang tahun.
4. Bagaimana kualitas kredit BCA di tengah ekspansi pembiayaan?
Kualitas kredit tetap terjaga, tercermin dari rasio loan at risk sebesar 4,8% dan non-performing loan di level 1,7%, dengan pencadangan yang kuat.
5. Apakah BCA hanya fokus pada pembiayaan hijau?
Tidak. Selain kredit hijau, BCA juga menyalurkan kredit usaha, pembiayaan konsumer seperti KPR dan KKB, serta mendukung KPR subsidi FLPP swasta.
6. Apa saja inovasi digital terbaru BCA pada 2025?
BCA mengembangkan aplikasi myBCA dengan fitur QRIS Tap via NFC, pembelian tiket transportasi, pembayaran zakat, poket valuta asing, akses smartwatch, hingga pemanfaatan AI untuk keamanan dan layanan.
7. Bagaimana kontribusi sosial dan lingkungan BCA selain pembiayaan?
Melalui Bakti BCA, perseroan melakukan restorasi mata air, penanaman ratusan ribu pohon, pembinaan UMKM, bantuan pendidikan, rehabilitasi satwa, hingga program mahasiswa.
8. Penghargaan apa saja yang diraih BCA pada 2025?
BCA meraih penghargaan global seperti World’s Most Trustworthy Companies versi Newsweek, World’s Best Bank in Indonesia dari Forbes, hingga World’s Strongest Banking Brand dari Brand Finance.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









