Akurat

Pasar Kripto 2026 Masih Cerah Karena Hal Ini

Hefriday | 19 Januari 2026, 23:21 WIB
Pasar Kripto 2026 Masih Cerah Karena Hal Ini

AKURAT.CO Pasar aset kripto Indonesia diperkirakan tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif pada 2026, meskipun dibayangi ketidakpastian ekonomi global. 

Bursa kripto berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Central Finansial X (CFX), menilai dinamika geopolitik dan kondisi makro global memang masih menjadi faktor penekan, namun belum cukup kuat untuk meredam minat masyarakat dan korporasi terhadap aset digital.
 
Kebutuhan konsumen terhadap alternatif investasi yang terjangkau, fleksibel, dan berbasis teknologi menjadi pendorong utama pertumbuhan industri kripto. Di saat yang sama, adopsi aset kripto oleh korporasi global dan domestik juga mulai menunjukkan tren yang lebih solid. 
 
Kombinasi antara peningkatan literasi, penguatan regulasi, serta inovasi produk membuat pasar kripto Indonesia dinilai semakin matang memasuki 2026.

Jumlah Investor Kripto Indonesia Terus Naik, Masuk 10 Besar Dunia

Data OJK mencatat jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 19,56 juta per November 2025. Angka tersebut melonjak 51,4% dibandingkan posisi akhir Januari 2025. 
 
 
Secara global, Indonesia juga tercatat masuk dalam 10 besar negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi di dunia. Peningkatan ini mencerminkan kuatnya partisipasi pasar domestik, terutama dari kalangan investor ritel muda yang mulai menjadikan aset kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi. 
 
Tren ini juga menegaskan bahwa kripto tidak lagi dipandang sebagai instrumen spekulatif semata, melainkan mulai diterima sebagai alternatif investasi digital.

Geopolitik Global Masih Jadi Faktor Penentu Pergerakan Pasar

Direktur Utama Bursa CFX, Subani, menilai kondisi makroekonomi global tetap akan membuat pasar kripto bergerak dinamis. 
 
"Isu geopolitik yang memanas berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan global, termasuk aset digital," ujarnya di Jakarta, Senin (19/1/2026).
 
Meski demikian, ia menegaskan bahwa instabilitas global tidak serta-merta menghilangkan minat investor terhadap kripto. 
 
Menurutnya, pasar aset kripto Indonesia masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk bertahan dan tumbuh secara bertahap pada 2026.

USDT, Bitcoin, hingga Ethereum Jadi Favorit Investor Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, data Bursa CFX menunjukkan lima aset kripto yang paling banyak diperdagangkan di Indonesia adalah USDT, Bitcoin (BTC), Solana (SOL), Ethereum (ETH), dan XRP. 
 
Kelima aset tersebut memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi, sehingga menjadi pilihan utama investor dalam mengelola risiko dan peluang keuntungan.
 
Dominasi aset-aset utama ini juga menunjukkan preferensi pasar yang semakin rasional, dengan fokus pada aset kripto berfundamental kuat dan ekosistem yang sudah mapan.

Korporasi Mulai Masuk, Likuiditas Pasar Kian Dalam

Salah satu perubahan fundamental di industri kripto Indonesia adalah mulai masuknya investor institusi dan korporasi. Subani menyebut keterlibatan korporasi membuat likuiditas pasar menjadi lebih dalam dan membantu meredam potensi fluktuasi ekstrem.
 
Berdasarkan data OJK, jumlah korporasi yang memiliki aset digital mencapai 973 entitas per November 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Februari 2025 yang masih berada di level 581 korporasi, atau tumbuh sekitar 67,5%.
 
Meski secara proporsi masih relatif kecil, tren pertumbuhan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan industri kripto nasional.

Regulasi Makin Kuat, Transisi Pengawasan ke OJK Berjalan

Dari sisi tata kelola, industri kripto Indonesia juga mencatat kemajuan signifikan seiring transisi pengawasan dari Bappebti ke OJK. Hingga 10 Januari 2026, sebanyak 25 dari 30 anggota Bursa CFX telah mengantongi izin sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).
 
CFX menargetkan seluruh anggota bursa dapat memperoleh status PAKD sepanjang 2026 guna memperkuat ekosistem perdagangan kripto yang aman, transparan, dan teratur. Penguatan regulasi ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor, baik ritel maupun institusi.

Derivatif Kripto Jadi Fokus Pengembangan Produk 2026

Memasuki 2026, Bursa CFX juga memprioritaskan pengembangan produk kripto berizin, salah satunya derivatif kripto. Sepanjang 2025, nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX tercatat mencapai Rp64,16 triliun, dengan total 178 kontrak aktif per 31 Desember 2025.
 
Produk derivatif dinilai semakin diminati karena memungkinkan pelaku pasar melakukan lindung nilai dan memanfaatkan pergerakan harga, baik saat pasar naik maupun turun, tanpa bergantung sepenuhnya pada transaksi spot.

Edukasi dan Literasi Jadi Kunci Perluasan Adopsi Kripto

Selain pengembangan produk dan penguatan regulasi, CFX juga terus mendorong program edukasi dan literasi aset kripto. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, media, perguruan tinggi, hingga komunitas kripto.
 
Langkah tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko dan peluang aset kripto, sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
 
Di tengah ketidakpastian global, pasar kripto Indonesia memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Pertumbuhan jumlah investor, meningkatnya adopsi korporasi, penguatan regulasi OJK, serta inovasi produk menjadi kombinasi kunci yang menjaga prospek industri tetap positif. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa