Akurat

Dash Anjlok 12 Persen, Harga Tertekan Usai Gagal Tembus Level USD85

Hefriday | 18 Januari 2026, 15:55 WIB
Dash Anjlok 12 Persen, Harga Tertekan Usai Gagal Tembus Level USD85

AKURAT.CO Tekanan di pasar aset kripto tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga merambat ke sektor altcoin.

Dash (DASH) menjadi salah satu aset dengan penurunan terdalam setelah anjlok sekitar 12% dalam 24 jam terakhir. Harga DASH kini berada di kisaran USD75 setelah gagal menembus resistance kuat di level USD85.

Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (18/1/2026) penurunan tersebut mencerminkan meningkatnya volatilitas altcoin di tengah kondisi pasar yang belum pulih sepenuhnya.

Baca Juga: Genap 10 Tahun, Triv Perkuat Strategi 2026 untuk Bangun Ekosistem Kripto Indonesia yang Berkelanjutan

Meski demikian, DASH masih bertahan di atas support penting USD73 yang menjadi penopang utama dalam jangka pendek. Level ini dinilai krusial karena menentukan apakah tekanan jual akan berlanjut atau mulai mereda.

Secara fundamental, narasi Dash sebagai aset kripto berfokus pada privasi masih menarik sebagian investor.

Namun, lemahnya arus modal masuk membuat sentimen jangka pendek tetap rapuh. Jika support USD73 gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan menuju USD63 terbuka lebar, seiring meningkatnya kehati-hatian trader.

Di sisi lain, peluang pemulihan tetap ada apabila minat investor kembali meningkat. Masuknya modal baru dapat membantu DASH bertahan di atas USD73 dan membangun momentum kenaikan.

Baca Juga: 10 Tahun Bertahan di Tengah Volatilitas, Ini Strategi Triv Menjadi Platform Kripto Tepercaya di Indonesia

Reli yang mampu menembus kembali level USD85 akan menjadi sinyal awal penguatan, dengan potensi lanjutan menuju area USD100.

Kondisi ini menegaskan bahwa pasar kripto saat ini masih berada dalam fase rentan, di mana pergerakan harga sangat bergantung pada sentimen global dan psikologi pasar. Investor dan trader disarankan mencermati level-level kunci serta manajemen risiko, mengingat volatilitas masih berpotensi meningkat dalam waktu dekat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi