Outlook Bullish Bitcoin Menuju USD190.000 di 2026, Simak Sinyalnya
Yosi Winosa | 17 Januari 2026, 16:29 WIB

AKURAT.CO Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan dinamika pasar bullish yang dinilai semakin matang dan sehat, bukan sekadar reli jangka pendek yang dipicu spekulasi sesaat. Di tengah volatilitas yang masih tinggi, struktur pasar Bitcoin justru memperlihatkan ketahanan yang kuat.
Mengutip dari beberapa sumber, Sabtu (17/1/2026) salah satu sinyal penting datang dari perubahan perilaku pemegang jangka pendek atau short-term holders (STH), yang kini beralih dari fase jual rugi akibat kepanikan menuju fase ambil untung yang lebih terukur.
Fenomena ini menandai pergeseran psikologis pasar, dari dominasi rasa takut menuju fase optimisme yang rasional. Dengan tren kenaikan yang tetap terjaga, setiap koreksi harga Bitcoin mampu diserap pasar dengan relatif cepat.
Kondisi tersebut membuka ruang bagi potensi pergerakan lanjutan menuju target ambisius di kisaran USD180.000 hingga USD190.000 per koin, seiring pasar memasuki fase price discovery.
Perubahan Perilaku Investor Jangka Pendek Jadi Sinyal Kunci
Perilaku pemegang jangka pendek menjadi salah satu indikator utama dalam membaca kesehatan tren Bitcoin saat ini. Setelah berminggu-minggu melakukan kapitulasi atau menjual aset dalam kondisi rugi, narasi kini berubah signifikan.
Bitcoin kembali diperdagangkan di atas harga rata-rata pembelian mereka, sehingga investor jangka pendek mulai mengamankan keuntungan.
Transisi dari fase panik ke fase lega ini mencerminkan perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan. Investor yang sebelumnya terjebak di harga tinggi kini memiliki ruang likuiditas untuk keluar dalam kondisi untung atau setidaknya break-even.
Meski memunculkan tekanan jual jangka pendek, analis menilai kondisi ini bukan sinyal puncak harga, melainkan proses pembersihan suplai sebelum fase kenaikan berikutnya.
Struktur Pasar Bitcoin Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Jual
Meski aksi ambil untung meningkat, struktur pasar dasar Bitcoin dinilai tetap solid. Setiap koreksi harga cenderung tertahan dalam fase konsolidasi yang sehat, termasuk pola teknikal seperti bull flag. Tekanan jual tidak berujung pada penurunan tajam, menandakan permintaan masih sangat kuat.
Pasar terlihat mampu menyerap suplai tambahan dengan cepat. Pembeli masuk lebih awal di setiap fase koreksi, menjaga harga tetap berada dalam tren naik jangka menengah hingga panjang.
Kondisi ini menjadi ciri khas pasar bullish yang matang, di mana volatilitas dimanfaatkan sebagai peluang, bukan ancaman.
Indikator Momentum Menguat, Koreksi Bersifat Sementara
Dari sisi teknikal, indikator momentum Bitcoin menunjukkan pola yang konsisten. Setiap kali indikator bergerak ke area netral atau bahkan jenuh jual (oversold), harga cenderung segera berbalik menguat tanpa mengalami tren turun berkepanjangan.
Pola ini mengindikasikan bahwa koreksi lebih berfungsi sebagai fase reset momentum, bukan pembalikan arah tren. Dalam siklus pasar kripto, kondisi semacam ini sering muncul pada tahap ekspansi lanjutan, ketika harga bergerak lebih agresif dalam tren naik yang lebih luas.
Bitcoin Masuk Fase Price Discovery, Target USD190.000 Dinilai Realistis
Kondisi pasar saat ini dinilai bukan sebagai tanda kelelahan tren, melainkan awal dari fase price discovery. Jika Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas setelah tekanan ambil untung mereda, target harga di kisaran USD180.000–USD190.000 dinilai semakin terbuka.
Secara historis, fase ini ditandai oleh kombinasi konsolidasi singkat, penyerapan suplai, dan ekspansi rentang harga yang progresif. Selama tidak terjadi kerusakan struktur pasar yang signifikan, arah tren utama Bitcoin masih cenderung bullish.
Adopsi Institusional dan Halving Jadi Penopang Jangka Panjang
Sejak diluncurkan pada 2009 oleh sosok anonim Satoshi Nakamoto, Bitcoin telah berevolusi dari eksperimen digital menjadi aset finansial global. Target harga ambisius ini tidak terlepas dari meningkatnya adopsi institusional, termasuk peluncuran ETF Bitcoin Spot di berbagai bursa saham dunia.
Di sisi lain, mekanisme halving yang terjadi setiap empat tahun sekali terus memperketat pasokan Bitcoin di pasar. Sementara itu, permintaan dari investor ritel maupun korporasi meningkat, seiring Bitcoin dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi mata uang fiat.
Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan ritme pasar bullish yang sehat: konsolidasi terukur, penyerapan suplai yang efisien, dan potensi ekspansi harga lanjutan.
Dengan dukungan fundamental yang semakin kuat dan struktur pasar yang tetap terjaga, target USD190.000 per koin bukan lagi sekadar spekulasi, melainkan skenario yang mulai diperhitungkan serius oleh pelaku pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










