Akurat

Mengenal Derivatif: Cara Futures dan Opsi Lindungi Bisnis dari Gejolak Kurs

Eko Krisyanto | 8 Januari 2026, 21:00 WIB
Mengenal Derivatif: Cara Futures dan Opsi Lindungi Bisnis dari Gejolak Kurs

AKURAT.CO Dalam dunia bisnis modern, khususnya bagi perusahaan yang bergerak di perdagangan internasional dan sektor keuangan, fluktuasi harga dan nilai tukar menjadi risiko yang sulit dihindari.

Perubahan harga komoditas, kurs mata uang, hingga suku bunga dapat berdampak langsung pada laba dan stabilitas keuangan perusahaan.

Untuk mengelola risiko tersebut, banyak perusahaan memanfaatkan instrumen keuangan derivatif sebagai alat lindung nilai (hedging).

Melalui derivatif, perusahaan dapat mengunci harga atau nilai tukar di masa depan sehingga lebih terlindungi dari ketidakpastian pasar.

Dua instrumen derivatif yang paling umum digunakan adalah kontrak berjangka (futures) dan opsi (options).

Apa Itu Derivatif

Derivatif merupakan kontrak keuangan yang nilainya bergantung pada aset dasar, seperti mata uang, komoditas, suku bunga, atau saham.

Instrumen ini tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi atau dimiliki secara fisik, melainkan sebagai alat pengelolaan risiko.

Dalam kegiatan ekspor-impor, misalnya, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat menimbulkan kerugian jika tidak diantisipasi. Dengan derivatif, nilai transaksi dapat dilindungi dari pergerakan kurs yang tidak diinginkan.

Kontrak Berjangka (Futures)

Futures adalah perjanjian untuk membeli atau menjual aset tertentu pada harga dan tanggal yang telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga: Waspada Kredit Macet! Ini 7 Strategi Penting Agar Arus Kas Usaha Kecil Tetap Aman

Seluruh ketentuan kontrak bersifat mengikat dan terstandar, serta diperdagangkan di bursa resmi seperti Chicago Mercantile Exchange (CME).

Sebagai contoh, perusahaan Indonesia yang akan membayar impor bahan baku senilai USD 1 juta dalam tiga bulan dapat membeli kontrak futures dolar AS.

Jika dolar menguat, potensi kenaikan biaya akan diimbangi oleh keuntungan dari kontrak tersebut, sehingga nilai tukar tetap terkendali.

Keunggulan futures terletak pada kepastian harga dan transparansi transaksi. Namun, instrumen ini kurang fleksibel karena kontrak wajib dipenuhi saat jatuh tempo dan memerlukan dana margin sebagai jaminan.

Opsi (Options)

Berbeda dengan futures, opsi memberikan hak—bukan kewajiban—untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan. Untuk memperoleh hak tersebut, perusahaan membayar premi di awal kontrak.

Opsi terdiri dari call option (hak membeli) dan put option (hak menjual).

Instrumen ini kerap digunakan oleh eksportir atau importir yang ingin perlindungan, namun tetap memiliki peluang mendapatkan keuntungan jika arah pasar bergerak sesuai harapan.

Misalnya, eksportir yang akan menerima pembayaran dalam dolar AS dapat membeli put option untuk melindungi nilai tukarnya.

Jika rupiah menguat, opsi dapat dieksekusi. Jika tidak, perusahaan cukup melepas opsi dan hanya menanggung biaya premi.

Opsi menawarkan fleksibilitas dan risiko kerugian yang terbatas, tetapi biayanya relatif lebih mahal, terutama saat volatilitas pasar tinggi.

Baca Juga: OKX Catat Pertumbuhan Aset Pengguna dalam Laporan Proof of Reserves Terbaru

Strategi Hedging dengan Derivatif

Dalam menerapkan lindung nilai, perusahaan perlu terlebih dahulu mengidentifikasi sumber risiko, menentukan besaran eksposur, serta memilih instrumen derivatif yang sesuai.

Futures umumnya digunakan untuk kebutuhan kepastian harga, sementara opsi lebih cocok untuk kondisi pasar yang arah pergerakannya belum pasti.

Selain itu, strategi hedging perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan dinamika pasar dan kondisi keuangan perusahaan.

Dengan pengelolaan derivatif yang tepat, perusahaan dapat menjaga stabilitas arus kas, melindungi margin keuntungan, serta meningkatkan ketahanan bisnis di tengah volatilitas pasar global.

Laporan: Bunga Adinda/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.