Akurat

9 Elemen Kunci dalam Business Model Canvas

Eko Krisyanto | 12 Oktober 2025, 22:50 WIB
9 Elemen Kunci dalam Business Model Canvas

AKURAT.CO Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, setiap perusahaan dituntut memiliki strategi yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami.

Namun, tak jarang strategi bisnis yang disusun panjang dan rumit justru sulit diterapkan di lapangan.

Untuk itulah hadir Business Model Canvas (BMC), sebuah alat sederhana namun ampuh yang membantu perusahaan merancang dan memetakan model bisnisnya hanya dalam satu halaman visual.

Apa Itu Business Model Canvas?

Business Model Canvas merupakan kerangka kerja manajemen strategis yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder.

Tujuannya sederhana: membantu pelaku bisnis memvisualisasikan, merancang, dan menyempurnakanmodel bisnis mereka secara efektif.

Menurut Ruangkerja, BMC terdiri atas sembilan elemen utama yang saling terhubung, mulai dari siapa pelanggan utama, apa nilai yang ditawarkan, hingga bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan.

Konsep ini mulai dikenal luas sejak terbitnya buku Business Model Generation pada tahun 2010, dan kini digunakan oleh startup, UMKM, hingga perusahaan multinasional di seluruh dunia.

Dengan formatnya yang ringkas, BMC mampu menjabarkan ide bisnis yang kompleks menjadi peta strategi yang mudah dipahami dan komunikatif.

Baca Juga: Magang di BUMN Bisa Dapat Rp3 Juta per Bulan! Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Berikut sembilan elemen penting yang menjadi pondasi dalam penyusunan BMC:

1. Customer Segments (Segmen Pelanggan)

Menentukan siapa yang menjadi target utama bisnis. Perusahaan perlu memahami karakteristik, kebutuhan, dan perilaku pelanggan agar strategi pemasaran dan produk lebih tepat sasaran.

2. Value Propositions (Proposisi Nilai)

Alasan mengapa pelanggan memilih produk atau layanan Anda. Nilai ini bisa berupa solusi atas masalah, inovasi, kualitas unggul, harga kompetitif, atau keunikan yang membedakan dari pesaing.

3. Channels (Saluran Distribusi)

Cara perusahaan menyampaikan proposisi nilai kepada pelanggan. Bisa melalui toko fisik, situs web, aplikasi, media sosial, atau mitra distribusi. Pemilihan kanal yang tepat menentukan jangkauan pasar dan efektivitas penjualan.

4. Customer Relationships (Hubungan dengan Pelanggan)

Bagaimana perusahaan berinteraksi dan menjaga loyalitas pelanggan. Mulai dari layanan pelanggan, personalisasi, program loyalitas, hingga komunitas pengguna. Hubungan yang kuat membangun kepercayaan dan retensi jangka panjang.

5. Revenue Streams (Aliran Pendapatan)

Sumber utama pemasukan bisnis. Pendapatan bisa berasal dari penjualan produk, langganan, iklan, lisensi, atau komisi. Menentukan model pendapatan yang tepat membantu menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

6. Key Resources (Sumber Daya Utama)

Segala aset penting yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis, seperti SDM, teknologi, hak paten, modal, atau infrastruktur. Sumber daya yang kuat memastikan operasional berjalan efisien.

7. Key Activities (Kegiatan Utama)

Aktivitas inti yang wajib dilakukan agar proposisi nilai dapat terwujud, mulai dari produksi, pengembangan produk, pemasaran, hingga layanan purna jual.

Baca Juga: Gelombang Baru Strategi Keuangan: Era Corporate Bitcoin Treasuries

8. Key Partners (Mitra Utama)

Pihak eksternal yang membantu menjalankan bisnis, seperti pemasok, distributor, investor, atau aliansi strategis. Kolaborasi yang tepat dapat meningkatkan daya saing dan memperkuat rantai nilai.

9. Cost Structure (Struktur Biaya)

Rangkaian biaya yang diperlukan untuk menjalankan model bisnis, baik biaya tetap (sewa, gaji) maupun biaya variabel (produksi, promosi). Analisis biaya yang akurat membantu menjaga efisiensi dan profitabilitas.

BMC: Peta Strategis untuk Bisnis yang Adaptif

Business Model Canvas bukan sekadar alat perencanaan, tetapi juga kompas strategis yang membantu bisnis tetap fokus dan adaptif menghadapi perubahan pasar.

Dengan memahami dan mengoptimalkan sembilan elemennya, perusahaan dapat membangun model bisnis yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan.

Di era disrupsi seperti sekarang, BMC menjadi jembatan antara visi besar dan aksi nyata, karena strategi terbaik bukan yang paling rumit, melainkan yang paling mudah dipahami dan dijalankan bersama.

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.