Akurat

Pembayaran Digital hingga Social Commerce, Ini 5 Tren Visa di 2026 Mendatang

Andi Syafriadi | 31 Desember 2025, 13:30 WIB
Pembayaran Digital hingga Social Commerce, Ini 5 Tren Visa di 2026 Mendatang

AKURAT.CO VISA salah satu perusahaan global di bidang pembayaran digital merilis pandangan terbaru mengenai lima tren utama yang diproyeksikan akan membentuk cara masyarakat Indonesia bertransaksi dan bepergian pada 2026.

Outlook ini disusun berdasarkan temuan dalam laporan Green Shoots Radar terbaru Visa, yang memotret perubahan perilaku konsumen di tengah percepatan digitalisasi dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Seiring semakin banyaknya warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke destinasi regional maupun internasional, pembayaran digital dinilai tetap menjadi tulang punggung dalam mendukung transaksi yang aman dan nyaman.

Baca Juga: Cara Cek Visa Online dan Panduan Lengkap Dokumen Perjalanan ke Luar Negeri untuk WNI

Baik di dalam negeri maupun luar negeri, konsumen kini mengandalkan solusi pembayaran non-tunai untuk menunjang aktivitas sehari-hari hingga kebutuhan perjalanan.

Salah satu tren utama yang disoroti adalah melonjaknya penggunaan dompet digital. Di Indonesia, dompet digital kini telah menjadi metode pembayaran utama, dengan rata-rata konsumen menggunakan hingga tiga aplikasi dompet berbeda. Fenomena ini mencerminkan pergeseran kuat menuju transaksi digital yang praktis, cepat, dan minim kontak fisik.

Tren kedua datang dari dominasi social commerce. Aktivitas belanja tidak lagi terbatas pada situs e-commerce, melainkan semakin banyak terjadi di dalam aplikasi dan platform media sosial.

Data Visa menunjukkan Indonesia memimpin Asia Tenggara dalam e-commerce berbasis mobile, dengan 86% konsumen menggunakan aplikasi belanja dan hampir separuh di antaranya bertransaksi langsung melalui media sosial.

Baca Juga: Cara Mengurus Visa Kerja Jepang Tanpa Undangan Resmi, Ini Panduan Lengkapnya

Generasi Z turut menjadi penggerak perubahan lanskap finansial nasional. Visa mencatat lebih dari separuh responden Gen Z memiliki rencana untuk memulai bisnis atau usaha sampingan.

Kelompok usia ini juga sangat adaptif terhadap pembayaran digital, seperti dompet elektronik dan QR code, serta mengharapkan solusi pembayaran yang dapat digunakan secara global ketika bepergian.

Peran media sosial dalam pengambilan keputusan keuangan juga kian menguat. Komunitas digital dan influencer kini menjadi rujukan utama dalam menentukan pilihan finansial, bahkan melampaui peran konsultan keuangan konvensional.

Pengaruh ini tidak hanya berdampak pada pengelolaan uang, tetapi juga pada preferensi metode pembayaran dan pengalaman perjalanan.

Di sektor pariwisata, Visa melihat meningkatnya permintaan akan pengalaman perjalanan premium. Wisatawan Indonesia menginginkan kemudahan pembayaran dengan konsep “satu kartu untuk seluruh dunia” yang dapat digunakan di berbagai titik, mulai dari bandara, transportasi umum, restoran, hingga destinasi wisata.

Kartu kredit masih menjadi pilihan utama untuk transaksi bernilai besar, seperti akomodasi dan pembelian tiket pesawat, karena penerimaannya yang luas dan faktor keamanan. Sementara itu, uang tunai dan kartu debit tetap digunakan untuk transaksi bernilai kecil, seperti transportasi lokal, belanja harian, dan hiburan.

Visa juga mencatat meningkatnya minat terhadap kartu multi-mata uang. Sekitar 30 persen pelancong Indonesia menggunakan kartu jenis ini dalam perjalanan luar negeri terakhir mereka. Selain menawarkan kemudahan transaksi lintas negara, kartu multi-mata uang dinilai memberikan biaya konversi yang lebih rendah serta berbagai keuntungan perjalanan.

Destinasi populer seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia menjadi contoh nyata pentingnya sistem pembayaran yang diterima secara global. Ketersediaan opsi pembayaran digital yang luas dinilai mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus pengalaman wisatawan Indonesia di luar negeri.

Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengatakan masyarakat Indonesia kini bepergian dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan mengharapkan standar kenyamanan serta keamanan yang sama seperti di dalam negeri.

Menurutnya, Visa berkomitmen mendukung kebutuhan tersebut dengan memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional.

“Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong digitalisasi. Kami ingin memastikan konsumen dan pelaku usaha dapat menikmati solusi pembayaran yang aman, praktis, dan diterima secara global, sehingga setiap perjalanan menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” ujar Vira dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A