Transformasi Digital Bank di Indonesia 2025–2026: Strategi Maybank Hadapi Tren Masa Depan dan Evolusi Kebutuhan Nasabah

AKURAT.CO Perubahan besar sedang terjadi di industri perbankan Indonesia. Teknologi berkembang cepat, perilaku nasabah berubah drastis, dan kompetisi kini datang bukan hanya dari sesama bank, tetapi juga dari pemain teknologi finansial. Di tengah dinamika ini, Maybank Indonesia memetakan arah pengembangan digital banking dengan strategi modernisasi teknologi dan pendekatan customer-centric yang semakin kuat.
Dalam sebuah diskusi bersama manajemen Maybank Indonesia, sejumlah insight menarik terungkap mengenai bagaimana bank ini membaca tren digital banking, apa saja tantangannya, dan bagaimana aplikasi M2U ID App menjadi jantung layanan digital mereka.
Digital Banking di 2025: Nasabah Minta Semua Serba Cepat, Mudah, dan Tanpa Cabang
Dalam beberapa tahun terakhir, ekspektasi nasabah terhadap layanan digital meningkat tajam. Jika dulu masyarakat rela antre di cabang untuk membuka rekening atau melakukan transaksi dasar, kini mereka menuntut semua bisa dilakukan dari mana saja.
Nasabah menginginkan proses perbankan yang:
-
terus aktif 24 jam,
-
tidak perlu bergantung pada cabang,
-
lebih cepat, sederhana, dan aman,
-
serta mendukung kebutuhan investasi hingga transaksi harian.
IT & Digital Director Maybank Indonesia, Bambang Andri Irawan, menegaskan bahwa perubahan gaya hidup ini mendorong bank untuk bergerak cepat. Ia menyampaikan:
“Nasabah ini kan menginginkan layanan perbankan yang gak pernah mati. 24x7, dimanapun, kapanpun ya. Aman, murah, dan lain-lainnya," ujar Bambang dalam acara Maybank Indonesia Media Update – Shaping The Future of Digital Banking di Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.
Dengan semakin inklusifnya digital banking, siapa pun kini bisa mengakses layanan finansial lintas platform dengan mudah. Dampaknya, persaingan jadi jauh lebih luas karena bank tak lagi hanya bersaing dengan bank lain, tapi juga fintech, e-commerce, hingga perusahaan teknologi global.
Filosofi 5S: Cara Maybank Mengidentifikasi Kebutuhan Nasabah Modern
Head Digital Banking Maybank Indonesia, Charles Budiman, memperkenalkan pendekatan 5S — kerangka yang mereka gunakan untuk memahami kebutuhan nyata nasabah.
Menurutnya, fitur bukan titik awal. Yang paling penting adalah memahami kebutuhan finansial sehari-hari pelanggan.
Inilah 5S versi Maybank Indonesia:
1. Saving
Mencakup seluruh kebutuhan nasabah untuk menyimpan, mengelola, dan memantau tabungan.
Di M2U ID App, hal ini hadir dalam bentuk:
-
pembukaan rekening online end-to-end,
-
pilihan produk tabungan yang beragam,
-
fitur cost tracking yang otomatis mengelompokkan pengeluaran (makanan, transportasi, travel, dll),
-
analisis persentase pengeluaran bulanan.
2. Spend
Kebutuhan transaksi harian seperti:
-
transfer via BI-FAST,
-
transaksi antarbank,
-
pembayaran tagihan,
-
pembelian kebutuhan digital.
M2U ID App dirancang agar semua transaksi ini bisa dilakukan secara cepat dan stabil.
3. Scale
Mengacu pada kebutuhan meningkatkan aset melalui instrumen investasi seperti:
-
reksa dana,
-
obligasi,
-
hingga emas digital — Maybank menjadi salah satu pelopor produk digital gold di Indonesia.
4. Strengthen
Untuk nasabah yang ingin memperkuat cashflow lewat pembiayaan atau pinjaman.
Di M2U, fitur lending digital kini memungkinkan:
-
pengajuan pinjaman mandiri,
-
approval langsung di aplikasi,
-
fasilitas top-up loan tanpa harus ke cabang.
5. Secure
Keamanan diposisikan sebagai prioritas utama. Maybank terus memperkuat sistem proteksi digital untuk menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin canggih.
Charles menekankan:
"Bank harus selalu satu langkah di depan pelaku fraud. Teknologi keamanan harus terus berkembang sebelum risiko muncul."
Pendekatan 5S ini menjadi pondasi inovasi M2U ID App dan memastikan setiap pengembangan fitur selalu kembali ke kebutuhan dasar nasabah.
Modernisasi Teknologi: Fondasi Inovasi Jangka Panjang
Dalam empat tahun terakhir, Maybank Indonesia melakukan investasi besar pada pembaruan teknologi. Pembaruan ini mencakup:
-
modernisasi data center,
-
pembaruan perangkat kantor cabang dan pusat,
-
optimalisasi arsitektur aplikasi M2U,
-
hingga modernisasi core banking.
Tujuannya sederhana: memastikan inovasi berjalan cepat, layanan lebih stabil, dan keamanan tetap terjaga.
Modernisasi ini memungkinkan Maybank memberikan pengalaman nasabah yang lebih responsif, scalable, dan siap menjawab tuntutan industri digital yang berubah cepat.
Strategi Wealth & Lending: Menjawab Kebutuhan Kelas Menengah yang Tumbuh Pesat
Dalam sesi lanjutan, Charles menjelaskan strategi di balik pengembangan produk wealth dan lending di M2U ID App.
Menurutnya, ada dua tren besar yang mendorong prioritas ini:
-
Makin banyak masyarakat Indonesia yang sadar pentingnya investasi untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang.
-
Pertumbuhan kelas menengah yang signifikan dalam 10 tahun terakhir, yang membuat demand terhadap produk aset & pembiayaan meningkat drastis.
Karena itu, Maybank memperkuat kapabilitas digital untuk:
-
investasi reksa dana,
-
obligasi,
-
digital gold,
-
KTA digital,
-
top-up pinjaman langsung dari aplikasi.
Produk-produk ini dibangun untuk mendukung perjalanan finansial nasabah dari tahap awal menabung hingga memperkuat aset.
Melihat 2026: Digital Banking Indonesia Akan Makin Kompetitif
Bambang menegaskan bahwa ekosistem digital Indonesia berkembang sangat cepat.
Ia menyoroti data Kominfo terkait:
-
indeks masyarakat digital Indonesia yang terus naik,
-
nilai ekonomi digital mencapai hampir Rp1.500 triliun,
-
proyeksi tumbuh 4x lipat menjadi Rp6.000 triliun pada 2030.
Maybank Indonesia ingin memanfaatkan peluang besar ini.
Menurut Bambang:
“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton. Kita akan mengambil posisi aktif dalam ekosistem digital banking Indonesia.”
Fokus utama tetap pada:
-
customer centricity,
-
kemampuan inovasi,
-
dan pengembangan layanan yang relevan untuk masa depan.
M2U ID App: Arah Pengembangan Hingga 2026 dan 5 Tahun ke Depan
Ketika ditanya tentang arah pengembangan M2U ID App hingga 2026, Charles menegaskan bahwa kebutuhan nasabah akan selalu berubah.
Karena itu, inovasi tidak boleh berhenti.
Maybank akan fokus pada tiga hal:
1. Personalisasi
Tren personalisasi semakin kuat. Aplikasi harus bisa:
-
memahami pola transaksi,
-
menampilkan konten relevan per segmen,
-
menawarkan produk berdasarkan perilaku nasabah.
2. Penyederhanaan UI/UX
Ekspektasi nasabah terhadap aplikasi makin tinggi.
Jika dulu proses 10 langkah dianggap cukup, kini nasabah menginginkan:
-
3–5 langkah,
-
tampilan intuitif,
-
navigasi minimal,
-
alur transaksi super cepat.
3. Fitur yang adaptif
Pengembangan fitur akan selalu mengikuti kebutuhan segmen pengguna, bukan sekadar tren teknologi.
Charles menutup dengan filosofi penting:
“Menghentikan inovasi bukanlah pilihan.”
Transformasi Digital Adalah Maraton, Bukan Sprint
Charles menggambarkan perjalanan digital banking sebagai maraton, bukan lomba cepat.
Alasannya:
-
perubahan kebutuhan nasabah bersifat jangka panjang,
-
inovasi harus berkelanjutan,
-
dan bank tidak boleh kehabisan energi di tengah jalan.
Digital kini bukan lagi kemewahan, melainkan sebuah keharusan.
Karena itu, investasi teknologi harus terus dilakukan, tidak hanya di level Indonesia, tetapi juga di tingkat grup.
Komitmen Jangka Panjang: Roadmap 5 Tahun dan Investasi Berkelanjutan
Menutup diskusi, Bambang menjelaskan komitmen Maybank Indonesia dalam transformasi digital jangka panjang.
Mereka memiliki:
-
roadmap lima tahun dengan building blocks yang terstruktur,
-
fase pembangunan teknologi yang jelas,
-
komitmen investasi besar untuk memperkuat inovasi,
-
strategi agar layanan tetap relevan dan unggul.
Dua pilar yang terus dijaga adalah:
-
customer centricity,
-
inovasi berkelanjutan.
Keduanya menjadi fondasi yang tak terpisahkan dalam strategi digital bank.
Kesimpulan: Maybank Indonesia Siap Masuki Babak Baru Digital Banking
Transformasi digital Maybank Indonesia dibangun tidak hanya pada teknologi, tetapi pada filosofi memahami kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
Dengan pendekatan 5S, modernisasi infrastruktur, personalisasi layanan, dan komitmen investasi, Maybank menempatkan dirinya sebagai pemain aktif di masa depan digital banking Indonesia.
Era 2025–2026 akan menjadi masa yang penuh tantangan, tetapi juga kesempatan besar bagi bank yang benar-benar siap.
Baca Juga: OJK Dorong Revisi UU P2SK, Bank Umum Bisa Masuk Lebih Dalam ke Pasar Modal
Baca Juga: Bank Neo Commerce Kerja Sama Bancassurance dengan Zurich Perkuat Layanan Perlindungan Nasabah
FAQ
1. Apa fokus utama Maybank Indonesia dalam mengembangkan layanan digital banking?
Fokus utamanya adalah customer-centricity. Maybank Indonesia memastikan setiap inovasi dan fitur digital berangkat dari kebutuhan nyata nasabah, mulai dari transaksi harian, pengelolaan tabungan, keamanan, hingga investasi jangka panjang.
2. Apa saja kategori kebutuhan nasabah yang dijelaskan dalam konsep 5S?
Konsep 5S meliputi:
-
Saving – kebutuhan menabung dan membuka rekening.
-
Spend – kebutuhan melakukan transaksi dan pembayaran.
-
Scale – kebutuhan menumbuhkan aset atau investasi.
-
Strengthen – kebutuhan tambahan dana atau lending.
-
Secure – kebutuhan keamanan bertransaksi di kanal digital.
3. Fitur apa saja pada M2U ID yang mendukung kebutuhan Saving?
M2U ID menyediakan pembukaan rekening online end-to-end, pilihan produk tabungan yang lebih lengkap, dan fitur cost tracking yang membantu nasabah memantau pengeluaran berdasarkan kategori secara otomatis.
4. Apa fitur yang tersedia untuk mendukung kebutuhan Spend?
Nasabah dapat melakukan transfer melalui BI-FAST, RTOL, serta membayar berbagai tagihan. Semua fitur dirancang untuk memudahkan transaksi harian secara cepat dan efisien.
5. Bagaimana Maybank Indonesia mendukung kebutuhan investasi nasabah (Scale)?
M2U ID menyediakan produk wealth seperti reksa dana, obligasi, hingga emas digital. Nasabah dapat membeli, menjual, dan memantau investasinya langsung dari aplikasi.
6. Apakah M2U ID menyediakan layanan pinjaman digital (Strengthen)?
Ya. Maybank Indonesia menghadirkan fitur pengajuan KTA (Kredit Tanpa Agunan) secara digital, termasuk kemampuan melakukan top-up jika nasabah membutuhkan tambahan dana.
7. Bagaimana Maybank menjamin keamanan transaksi digital nasabah (Secure)?
Maybank menerapkan sistem keamanan berlapis dengan mengantisipasi potensi fraud, memonitor tren serangan digital, dan memperbarui teknologi keamanan secara aktif untuk menjaga layanan tetap aman.
8. Apa strategi Maybank Indonesia dalam mengembangkan layanan wealth dan lending?
Strateginya adalah melihat tren kebutuhan finansial masyarakat yang makin sadar investasi dan didukung pertumbuhan kelas menengah. Berdasarkan tren tersebut, Maybank memperluas kapabilitas untuk menghadirkan produk wealth dan lending yang relevan.
9. Bagaimana proyeksi Maybank terhadap perkembangan digital banking di 2026?
Maybank melihat peluang besar dari pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Bank ini berfokus pada inovasi berkelanjutan, peningkatan kapabilitas teknologi, dan memperkuat posisi sebagai pemain aktif dalam ekosistem digital banking nasional.
10. Apa arah pengembangan M2U ID dalam 5 tahun ke depan?
Arah pengembangan mencakup personalisasi layanan, penyederhanaan UI/UX, peningkatan fitur relevan sesuai kebutuhan nasabah, serta inovasi berkelanjutan agar platform tetap kompetitif.
11. Bagaimana komitmen jangka panjang Maybank Indonesia terhadap transformasi digital?
Maybank memiliki roadmap digital 5 tahun yang terstruktur, didukung investasi signifikan untuk memperkuat inovasi, membangun pondasi teknologi, dan menyediakan layanan digital yang unggul serta relevan bagi nasabah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









