Keuntungan Bitcoin Mining Anjlok, Investor Beralih ke Infrastruktur AI
Hefriday | 6 Desember 2025, 18:45 WIB

AKURAT.CO Industri Bitcoin mining global memasuki babak paling menegangkan sepanjang eksistensinya. Pada akhir 2025, profitabilitas penambangan jatuh ke titik terendah dalam sejarah setelah hashprice merosot di bawah USD35 per petahash per detik.
Di saat bersamaan, biaya produksi menanjak hingga USD44,8 per petahash. Tekanan ini membuat periode pengembalian modal (payback period) menembus lebih dari 1.200 hari, sebuah sinyal bahaya bagi model bisnis tradisional.
Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (6/12/2025) bulan November 2025 ini menjadi momentum krusial yang mengubah arah industri. Margin yang runtuh, biaya energi yang tak terkendali, serta tekanan regulasi di berbagai negara membuat para pelaku usaha dipaksa beradaptasi.
Data terbaru menunjukkan 70% miner besar kini telah beralih ke bisnis infrastruktur artificial intelligence (AI) yang dinilai lebih menjanjikan.
Hashrate jaringan Bitcoin sempat menyentuh rekor 1,1 ZH/s pada Oktober. Lonjakan konsumsi komputasi ini memperketat persaingan internal miner, sementara harga Bitcoin tertekan di kisaran USD81.000. Kombinasi tersebut memangkas margin operator secara signifikan.
Baca Juga: Bitcoin Kembali Menguat Tembus USD92.000
CEO Marathon Digital Holdings (MARA), Fred Thiel, memperingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi gambaran masa depan industri. Ia menilai halving 2028 yang akan menurunkan block reward menjadi sekitar 1,5 BTC berpotensi mengguncang fondasi bisnis penambangan.
Hanya miner yang memiliki akses energi ekstrem murah atau yang berhasil melakukan pivot ke layanan AI yang akan mampu bertahan. Situasi pendanaan juga menegang. Penurunan pendapatan membuat pembiayaan ekspansi semakin mahal.
Bahkan perusahaan yang telah melakukan diversifikasi ke AI belum sepenuhnya bisa menambal hilangnya pemasukan dari kegiatan mining tradisional.
Di tengah tekanan profitabilitas, tren migrasi industri ke bisnis AI meningkat drastis. Dari sepuluh perusahaan mining terbesar, tujuh di antaranya telah menghasilkan pendapatan dari layanan hosting AI atau penyediaan high performance computing (HPC).
Pendapatan per megawatt dari layanan AI dilaporkan sekitar 50% lebih tinggi dibanding Bitcoin mining. Bitfarms menjadi salah satu contoh yang mengambil langkah tegas. Perusahaan tersebut mengumumkan rencana menghentikan kegiatan mining sepenuhnya dalam dua tahun ke depan.
Fasilitasnya di Washington State akan diubah menjadi pusat data HPC pada Desember 2026. CEO Ben Gagnon menyebut langkah ini dapat menghasilkan pendapatan melampaui apa yang pernah dicapai melalui mining.
IREN bahkan melangkah lebih jauh dengan mengamankan kontrak cloud GPU bernilai USD9,7 miliar bersama Microsoft untuk periode lima tahun. Perusahaan itu juga akan mengerahkan GPU NVIDIA GB300 di fasilitas besar mereka di Texas mulai 2026.
Tekanan operasional mendorong banyak perusahaan besar menempuh restrukturisasi modal dalam skala besar. CleanSpark, TeraWulf, Cipher Mining, hingga IREN menerbitkan obligasi konversi bernilai miliaran dolar untuk menutupi kebutuhan investasi dan penataan ulang bisnis.
CleanSpark berhasil meraih USD1,15 miliar, sementara Cipher Mining menerbitkan notes dengan imbal hasil 7,125%. Tak hanya mencatatkan utang baru, perusahaan juga berinvestasi agresif dalam GPU. IREN meneken kontrak USD5,8 miliar dengan Dell untuk pengadaan GPU NVIDIA GB300.
Cipher memperluas kolaborasi dengan Fluidstack yang diperkuat dukungan Google senilai USD1,73 miliar.
Canaan, produsen perangkat keras mining, turut mengamankan pendanaan baru sebesar USD72 juta dari sejumlah investor global. Dana tersebut akan dipakai untuk memperluas infrastruktur HPC dan pengembangan energi yang lebih efisien.
Tekanan industri juga datang dari sisi regulasi. Malaysia mengungkap 14.000 operasi mining ilegal dalam lima tahun terakhir, dengan kerugian listrik mencapai USD1,1 miliar bagi utilitas nasional Tenaga Nasional Berhad (TNB).
Pemerintah setempat membentuk satuan tugas khusus untuk memperkuat penindakan. Rusia turut menerapkan pendekatan baru dengan memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi aktivitas mining ilegal.
Operator jaringan listrik nasional Rosseti mengintegrasikan analitik AI ke smart meter untuk menangkap anomali daya yang mencurigakan. Salah satu penggerebekan terbaru bahkan melibatkan kasus pencurian listrik senilai USD1,5 juta.
Namun, tidak semua negara mengambil langkah pembatasan. Jepang mulai mendukung sejumlah proyek mining melalui perusahaan utilitas regional.
Sementara itu, Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyebut crypto mining sebagai prioritas nasional dan menilai aset digital sebagai opsi strategis di tengah ketergantungan terhadap dolar.
Di tengah tekanan profitabilitas, sejumlah miner besar justru meningkatkan akumulasi cadangan Bitcoin. Marathon Digital memegang 53.250 BTC atau sekitar USD5,6 miliar, menempatkannya sebagai salah satu pemegang BTC korporasi terbesar di dunia.
CleanSpark melaporkan kepemilikan 13.054 BTC hingga akhir November, dengan produksi 587 BTC di bulan yang sama.
Bitdeer mencatat cadangan sebesar 2.233 BTC, naik signifikan setelah produksi 511 BTC pada Oktober. Canaan juga meningkatkan kepemilikan aset kripto dengan 1.610 BTC dan 3.950 ETH.
Strategi menumpuk cadangan ini menunjukkan keyakinan bahwa nilai Bitcoin akan meningkat dalam jangka panjang, meski industri saat ini berada dalam tekanan berat. Para miner mempercayai bahwa fase krisis akan menghasilkan pemenang baru: mereka yang sanggup bertahan dan beradaptasi.
Tekanan profitabilitas, reformasi regulasi, serta migrasi ke sektor AI menunjukkan bahwa industri Bitcoin mining sedang memasuki fase transformasi struktural. Model bisnis mining murni diperkirakan hanya akan bertahan di wilayah dengan energi ultra-murah atau dukungan kebijakan khusus.
Sementara itu, perusahaan yang memperluas bisnis ke infrastruktur AI diprediksi menjadi pemain dominan baru. Industri mining tak lagi bergantung pada harga Bitcoin semata, tetapi mulai mengandalkan permintaan komputasi global yang terus meningkat.
Jika tren ini berlanjut, lanskap Bitcoin mining dalam beberapa tahun ke depan berpotensi berbeda sepenuhnya dari yang dikenal saat ini, yaitu lebih kecil, lebih terpusat pada infrastruktur teknologi tinggi, dan lebih terintegrasi dengan ekosistem AI global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










