Akurat

Premi Asuransi Umum Tembus Rp84,72 Triliun hingga Kuartal III 2025, Ini Lini Bisnis yang Menggerakkan Pertumbuhan

Idham Nur Indrajaya | 20 November 2025, 23:53 WIB
Premi Asuransi Umum Tembus Rp84,72 Triliun hingga Kuartal III 2025, Ini Lini Bisnis yang Menggerakkan Pertumbuhan

AKURAT.CO Industri asuransi umum Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang kuartal III 2025. Laporan terbaru dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan total pendapatan premi mencapai Rp84,72 triliun, atau naik 6,3% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan kuat pada sektor kesehatan, harta benda, dan kredit yang kembali menjadi pilar utama industri.

Momentum kenaikan premi ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, dalam konferensi pers di Jakarta pada 20 November 2025. Menurutnya, beberapa lini bisnis mengalami lonjakan signifikan dan memberikan kontribusi besar terhadap total perolehan premi nasional.


Kinerja Premi Asuransi Umum Menguat Sepanjang 2025

Pertumbuhan premi sepanjang kuartal III 2025 tidak terjadi secara merata. Beberapa lini bisnis mencatat akselerasi, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan.

Trinita menyebut peningkatan premi tahun ini terutama “didominasi oleh tiga lini bisnis yaitu asuransi harta benda naik Rp1,27 triliun dan asuransi kesehatan naik Rp1,06 triliun, serta asuransi kredit yang naik Rp1,28 triliun.” Ketiga segmen tersebut kembali memperlihatkan ketahanan dan permintaan yang stabil, bahkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara pangsa pasar, ada empat lini yang paling berpengaruh terhadap total pendapatan premi industri hingga akhir kuartal III 2025, yaitu:

  • Asuransi properti, dengan kontribusi 29,2%

  • Asuransi kendaraan bermotor, sebesar 16,7%

  • Asuransi kredit, berkontribusi 16%

  • Asuransi kesehatan, menyumbang 9,5%

Keempatnya menjadi tolok ukur penting untuk memotret arah industri asuransi umum di Indonesia.


Asuransi Properti Kembali Jadi Andalan Industri

Segmen asuransi properti tetap menjadi penopang utama industri. Hingga September 2025, premi lini ini mencapai Rp24,75 triliun, tumbuh 5,4% secara tahunan. Kenaikan ini menunjukkan stabilnya permintaan perlindungan terhadap aset fisik di tengah meningkatnya risiko bencana, pembangunan komersial, dan aktivitas bisnis.

Di bawah properti, asuransi kendaraan bermotor masih menjadi kontributor besar meskipun mengalami tekanan. Premi kendaraan bermotor turun 4%, dari Rp14,70 triliun menjadi Rp14,11 triliun. Penurunan ini sejalan dengan industri otomotif yang juga melambat, seperti penjualan kendaraan yang menurut Gaikindo turun 11% dan AISI yang melemah 1% secara tahunan hingga September 2025.


Kredit dan Kesehatan Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Selain properti, dua sektor lain yang mencatat pertumbuhan kuat adalah asuransi kredit dan asuransi kesehatan. Keduanya menunjukkan tren yang konsisten positif sejak awal tahun.

Untuk asuransi kredit, pertumbuhan premi mencapai 10,4%, naik dari Rp12,26 triliun pada kuartal III 2024 menjadi Rp13,54 triliun pada periode yang sama tahun ini. Sektor ini banyak terdorong oleh peningkatan aktivitas pembiayaan serta penyesuaian risiko kredit di berbagai lembaga keuangan.

Sementara itu, asuransi kesehatan mencatat kenaikan premi paling menonjol, yakni 15,1%. Perolehan premi meningkat dari Rp6,99 triliun menjadi Rp8,05 triliun. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan semakin tinggi, baik untuk individu maupun perusahaan.


Lini Lain yang Tumbuh Positif

Beberapa lini bisnis lain turut menunjukkan performa impresif hingga kuartal III 2025. Beberapa di antaranya bahkan mencatat pertumbuhan dua hingga tiga digit. Di antaranya:

  • Marine cargo naik 21%

  • Marine hull tumbuh 18%

  • Engineering meningkat 10,1%

  • Satellite melesat hingga 323,5%

  • Sektor energy on shore, energy off shore, liability, dan miscellaneous juga menunjukkan kenaikan yang solid

Pertumbuhan di lini-lini ini umumnya berkaitan dengan meningkatnya aktivitas proyek nasional, pergerakan logistik internasional, serta tren ekonomi yang kembali menguat.


Segmen yang Mengalami Kontraksi Premi

Meski sebagian besar sektor mengalami peningkatan, beberapa lini mengalami tekanan. AAUI mencatat adanya penurunan premi pada:

  • Asuransi kendaraan bermotor

  • Asuransi penerbangan (aviation)

  • Asuransi kecelakaan diri (personal accident)

  • Suretyship

Tekanan di lini-lini ini berkaitan dengan perlambatan sektor terkait serta penyesuaian risiko dan minat pasar.


Klaim Asuransi Umum Naik 4,9%

Dari sisi beban klaim, industri juga mencatat kenaikan. Hingga kuartal III 2025, total klaim yang dibayarkan mencapai Rp35,02 triliun, meningkat 4,9% dibandingkan periode yang sama 2024.

Kenaikan klaim didominasi oleh:

  • Asuransi kredit, yang membayar klaim Rp11,89 triliun (naik 13,3%)

  • Asuransi kesehatan, dengan klaim Rp6,38 triliun (tumbuh 24,9%)

  • Asuransi kendaraan bermotor, dengan klaim Rp5,64 triliun

  • Asuransi properti, meski klaim turun tipis menjadi Rp5,42 triliun

Kenaikan klaim kredit dan kesehatan menjadi indikator meningkatnya pemanfaatan manfaat asuransi di tengah dinamika ekonomi dan kesehatan masyarakat.


Laba Industri Berbalik Tajam

Salah satu capaian paling signifikan dari laporan kuartal III 2025 adalah kemampuan industri asuransi umum membalikkan kinerja keuangan.

Setelah tahun sebelumnya mencatat rugi Rp1,71 triliun, industri kini membukukan laba setelah pajak Rp11,51 triliun. Trinita menyebutkan adanya “lonjakan dari tahun lalu minus Rp1,7 triliun menjadi Rp11,5 triliun naik 5 kali lipat,” menandai pemulihan besar dalam manajemen risiko dan stabilitas operasional.


Kesimpulan

Kinerja industri asuransi umum pada kuartal III 2025 menunjukkan arah yang positif dengan pertumbuhan stabil pada banyak lini bisnis. Segmen kesehatan, properti, dan kredit menjadi penopang utama yang mendorong kenaikan premi nasional. Meski beberapa lini masih menghadapi penurunan, industri secara keseluruhan menunjukkan pemulihan yang solid, termasuk berbaliknya laba ke posisi positif.

Dengan dinamika ekonomi yang terus bergerak dan kebutuhan proteksi yang semakin tinggi, perkembangan sektor asuransi umum diperkirakan tetap menarik untuk diikuti dalam beberapa kuartal mendatang.

Kalau kamu ingin terus mendapatkan insight terbaru tentang perkembangan industri finansial, pantau update selanjutnya di platform kami.

Baca Juga: SANF, Asuransi Astra dan Astra Life Tanam 600 Lebih Pohon di Kalimantan Selatan

Baca Juga: Wamen Komdigi Ingatkan Risiko Kebocoran Data Akibat Pemanfaatan AI di Industri Asuransi

FAQ

1. Berapa total premi yang dicatat industri asuransi umum pada kuartal III 2025?

Industri asuransi umum mencatat total premi sebesar Rp84,72 triliun hingga kuartal III 2025. Angka ini tumbuh 6,3% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2024.


2. Lini bisnis apa saja yang paling berkontribusi terhadap pendapatan premi?

Ada empat lini utama yang menjadi penyumbang terbesar, yaitu asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kredit, dan asuransi kesehatan. Keempatnya mendominasi pangsa pasar premi nasional.


3. Sektor mana yang mencatat pertumbuhan premi tertinggi pada 2025?

Sektor dengan pertumbuhan paling tinggi adalah asuransi kesehatan dengan kenaikan 15,1%, disusul asuransi kredit yang naik 10,4% dan asuransi harta benda yang tumbuh 5,4%.


4. Mengapa premi asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan?

Penurunan premi kendaraan bermotor sebesar 4% dipengaruhi oleh melemahnya pasar otomotif nasional. Data Gaikindo menunjukkan penurunan penjualan mobil sebesar 11% per September 2025, sementara AISI mencatat penurunan tipis pada penjualan motor.


5. Berapa total klaim yang dibayarkan industri asuransi umum pada kuartal III 2025?

Total klaim yang dibayarkan mencapai Rp35,02 triliun, naik 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan terbesar berasal dari asuransi kredit dan asuransi kesehatan.


6. Lini apa yang membayar klaim terbesar pada periode ini?

Lini asuransi kredit membayar klaim paling besar, yaitu Rp11,89 triliun, disusul asuransi kesehatan dengan klaim Rp6,38 triliun.


7. Apakah industri asuransi umum mencatat keuntungan atau kerugian di 2025?

Industri berhasil mencatat laba setelah pajak sebesar Rp11,51 triliun hingga kuartal III 2025. Angka ini merupakan perbaikan besar setelah tahun sebelumnya merugi Rp1,71 triliun.


8. Lini bisnis apa saja yang mengalami pertumbuhan paling signifikan selain tiga lini utama?

Beberapa lini menunjukkan lonjakan tinggi, seperti marine cargo (21%), marine hull (18%), engineering (10,1%), dan satellite yang tumbuh mencapai 323,5%.


9. Lini bisnis apa yang justru mengalami kontraksi premi?

Beberapa sektor mengalami penurunan, antara lain aviation, suretyship, personal accident, dan asuransi kendaraan bermotor.


10. Apa faktor utama yang membuat industri bisa berbalik untung di 2025?

Perbaikan manajemen risiko, pertumbuhan premi di beberapa sektor kunci, dan stabilnya klaim di beberapa lini bisnis berkontribusi besar terhadap pemulihan laba.


 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.