Akurat

Serial Konglomerat X: Gurita Bisnis Mochtar Riady, Pengusaha Tionghoa Asal Malang

Yosi Winosa | 12 November 2025, 16:00 WIB
Serial Konglomerat X: Gurita Bisnis Mochtar Riady, Pengusaha Tionghoa Asal Malang

AKURAT.CO Mochtar Riady, lahir dengan nama Lie Moe Tie pada 12 Mei 1929 di Malang, Jawa Timur, adalah sosok konglomerat Indonesia yang berdarah Tionghoa dan dikenal sebagai pendiri Lippo Group.

Perjalanan hidupnya dimulai dari keluarga sederhana dan ayahnya, Li A Pi, adalah pedagang batik yang merantau dari Fujian, China, ke Indonesia pada tahun 1918.

Dari latar belakang keluarga sederhana, ayahnya pedagang batik. Mochtar tumbuh dengan keinginan kuat menjadi bankir ketika masih anak-anak pada usia 10 tahun karena terpesona dengan bangunan bank Belanda yang ia lewati setiap hari.

Filosofi bisnis Mochtar Riady menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya. Ia merumuskan nilai‐nilai inti yang disebut “Lie Yi Lian Dje” yang mempunyai arti Lie (ramah), Yi (berkarakter baik), Lian (jujur), dan Dje (memiliki rasa malu atau rendah hati).

Baginya, bisnis bukan semata mengejar keuntungan besar tapi juga mencerminkan integritas dan tanggung jawab sosial. Prinsip ini kemudian menjadi pijakan dalam membangun dan mengelola Lippo Group hingga menjadi salah satu konglomerasi yang cukup dikenal di Asia Tenggara.

Baca Juga: Bekasi Jadi Sunrise Property, Lippo Cikarang Catat Pertumbuhan Penjualan 224 Persen

Dalam perjalanan hidupnya, Mochtar menunjukkan sifat yang kuat: dari mengelola toko kecil menjadi besar di Jember, kemudian merantau ke Jakarta dengan sama sekali tanpa jaringan di dunia perbankan, hingga akhirnya menjadi bankir sukses.

Dirinya pernah memimpin bank bermasalah dengan belajar dari nol, kemudian masuk bisnis properti, ritel, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa filosofi bisnisnya tidak hanya berbicara di atas kertas, tetapi diimplementasikan dalam aksi nyata.

Lanskap Bisnis Lippo Group

Lippo Group yang dibangun Mochtar bukanlah sekadar satu lini usaha, melainkan sebuah konglomerasi dengan diversifikasi usaha yang sangat luas. Berikut beberapa sektor usaha yang menjadi champions atau penopang utama grup ini.

1. Perbankan dan Keuangan

Jejak Mochtar di dunia keuangan sangat kuat. Sebelum mendirikan Lippo Group, ia terlebih dahulu aktif di sektor perbankan untuk mengelola bank yang bermasalah hingga berhasil memperbaiki kinerjanya.

Sebagai contoh, melalui akuisisi Bank Perniagaan Indonesia pada 1981, yang kemudian menjadi cikal bakal Lippo Bank, kemudian berkembang ke berbagai bidang keuangan.

Keberadaan lini bisnis keuangan di Lippo meliputi bank, asuransi, manajemen aset, sekuritas, dan investasi. Dengan kuatnya pondasi di sektor ini, grup mampu memperoleh leverage modal yang cukup besar untuk ekspansi ke sektor lain.

2. Properti dan Real Estate

Salah satu pilar utama Lippo Group adalah properti dan real estate. Grup ini membangun kota-terencana, kawasan perumahan, pusat perbelanjaan, dan kondominium.

Contohnya, Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang menjadi flagship properti mereka. Di sektor properti ini, Lippo menjadi sangat dikenal dengan model mixed-use development yang menggabungkan hunian, komersial, dan ritel dalam satu paket.

3. Ritel dan Pusat Perbelanjaan

Lippo Group juga memiliki sayap ritel yang cukup besar, termasuk pusat perbelanjaan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Akuisisi ritel memungkinkan Lippo untuk terhubung langsung dengan konsumen dan memanfaatkan sinergi antara properti (mall) dan ritel (tenant). Ini memberikan aliran pendapatan dari sewa tenant, peningkatan foot-traffic, dan nilai real estate yang meningkat.

4. Kesehatan dan Pendidikan

Selain keuangan, properti, dan ritel, Lippo Group juga merambah sektor “ soft-infrastructure” seperti kesehatan dan pendidikan. Rumah sakit jaringan seperti Siloam Hospitals adalah contoh lini kesehatan yang cukup dikenal.

Di bidang pendidikan, melalui yayasan dan universitas (seperti Universitas Pelita Harapan – UPH) serta sekolah-sekolah swasta, Lippo mengembangkan portofolio yang tak hanya bernilai bisnis tetapi juga sosial.

Kombinasi sektor ini memungkinkan grup untuk memperoleh model bisnis inklusif yang bukan hanya mengejar keuntungan tapi juga membangun ekosistem.

5. Teknologi dan Internasionalisasi

Meskipun tidak sepopuler sektor-sektor di atas, Lippo Group juga bergerak ke arah teknologi dan ekspansi internasional. Misalnya, usaha Lippo di luar negeri serta pengembangan teknologi kesehatan atau properti cerdas menjadi bagian dari strategi masa depan grup.

Dengan kombinasi sektor bisnis yang kuat dan saling mendukung, boleh dikatakan Lippo Group berada dalam posisi yang fleksibel untuk mengatasi perubahan ekonomi atau siklus industri.

Pilar keuangannya memberi stabilitas modal, properti dan ritel memberi aliran pendapatan jangka panjang, dan sektor kesehatan/pendidikan memberi nilai sosial serta potensi pertumbuhan jangka panjang.

Generasi Penerus Lippo Group

Sebagai konglomerasi keluarga, Lippo Group memiliki struktur kepemilikan dan penerusan generasi yang cukup jelas. Anak-anak Mochtar Riady seperti James Riady dan Stephen Riady telah memegang peran penting dalam pengelolaan grup.

James Riady dikenal sebagai pengambil alih kepemimpinan operasional Lippo pada generasi berikutnya, sementara Stephen Riady memperoleh peran internasional dan ekspansi global.

James menikah dengan Aileen, melahirkan anak-anak Caroline Riady (CEO Siloam Hospitals Group), John Riady (CEO PT Lippo Karawaci Tbk. dan Direktur Lippo Group), Stephanie Riady (CEO Lumina Education dan Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan) serta Henry Riady (Direktur Berita Satu TV dan First Media).

Sementara Stephen Riady menikah dengan Shincee Leonardi, memiliki anak Brian Riady (Executive Chairman and Group CEO of OUE Limited), Jennifer Riady dan Jessica Riady.

Penerus generasi tersebut membawa tantangan serta peluang. Tantangan seperti perubahan ekonomi digital, regulasi yang makin ketat, dan persaingan global menjadi medan baru yang berbeda dari era pendiri.

Dari sisi lain, peluang seperti teknologi, kesehatan digital, dan pendidikan global terbuka lebar. Lippo dengan kepemimpinan generasi baru tampaknya sedang beradaptasi dengan era tersebut.

Salah satu keberhasilan penerus adalah menjaga warisan filosofi dari bisnis-bisnis Mochtar, anata lain integritas, kejujuran, dan inovasi, sambil mengombinasikannya dengan praktik modern seperti investasi teknologi dan ekspansi lintas negara. Hal ini penting agar bisnis keluarga tetap relevan dan bergerak secara dinamis.

The Lippo Ways

Dari perjalanan Mochtar Riady, kita dapat merangkum beberapa business wisdom atau kiat bisnis yang bisa menjadi pelajaran bagi para pengusaha.

Pertama, Mulai dari yang kecil namun fokus. Ketika masih muda, Mochtar mengelola toko mertua dan mengubahnya menjadi toko terbesar di Jember dalam tiga tahun. Itu menunjukkan bahwa keberhasilan besar bisa dimulai dari usaha kecil yang dikelola dengan sungguh-sungguh.

Kedua, Belajar terus-menerus dan jangan malu untuk memulai dari bawah. Ketika baru menjadi direktur bank, Mochtar ternyata tidak tahu akuntansi.

Dirinya pun belajar dari bawah (bagian kliring, cash) hingga memahami dasar pembukuan. Kesediaannya untuk belajar menunjukkan bahwa posisi besar tidak serta-merta berarti sudah tahu semua.

Ketiga, Visi besar dan penanaman sistem nilai. Filosofi “Lie Yi Lian Dje” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman etika bisnis. Memiliki nilai moral dalam bisnis membantu membangun reputasi dan kepercayaan yang penting dalam jangka panjang.

Keempat, Diversifikasi tapi tetap dengan sinergi. Lippo tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi menyebar ke properti, keuangan, kesehatan, pendidikan, ritel. Namun, diversifikasi ini tetap saling mendukung jati dirinya bukan usaha acak, tetapi sinergi antar lini usaha.

Kelima, Adaptasi terhadap perubahan zaman. Dari bank tradisional ke properti modern, ke ritel, ke kesehatan, hingga teknologi. Kunci keberlanjutan adalah adaptasi, diantaranya memahami pasar, membaca tren, dan bergerak cepat.

Keenam, Bangun jaringan dan kepercayaan. Membangun relasi dan reputasi penting, terutama ketika awal karier banyak diawali dari membuat jaringan bankir dan importir di Jakarta. Tanpa jaringan sulit melangkah jauh.

Tujuh, Fokus jangka panjang, bukan hanya keuntungan jangka pendek. Lippo memiliki proyek besar seperti kota terencana dan jaringan rumah sakit, ini bukan investasi cepat, melainkan investasi jangka panjang dengan pembangunan ekosistem.

Prinsip-prinsip tersebut menjadikan Mochtar Riady sebagai contoh bagi pelaku bisnis yang ingin tidak hanya sukses finansial tapi juga berdampak sosial dan sustainable.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gianto
Yosi Winosa