Serial Konglomerat VIII: Low Tuck Kwong, dari Kontraktor Konstruksi Jadi Raja Batu Bara RI

AKURAT.CO Indonesia merupakan salah satu negara penghasil batu bara terbesar dunia. Berdasarkan data Global Fire Power 2025, Indonesia berada pada peringkat ketiga di bawah China dan India.
Tercatat, terdapat beberapa perusahaan di Indonesia yang mencatatkan produksi batu bara terbesar di Tanah Air. Salah satu perusahaan tesebut adalah PT. Bayan Resources Tbk.
Bayan merupakan perusahaan yang bergerak di pertambangan sejak tahun 90an. Namun, nama Bayan baru melesat pada tahun 2004 setelah dikelola dengan sangat ciamik oleh Low Tuck Kwong
Siapa sosok Low Tuck Kwong?
Low Tuck Kwong dilahirkan di Singapura pada tanggal 17 April 1948. Awalnya, Low bekerja di perusahaaan konstruksi milik ayahnya, David Low Yi Ngo.
Baca Juga: Serial Konglomerat VII: Mu’min Ali Gunawan, Sang Perfeksionis di Balik Panin Group
Pada tahun 1972, Low memutuskan untuk merantau ke Indonesia, lalu setahun kemudian, ia mendirikan PT. Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), perusahaan yang bergerak sebagai kontraktor pekerjaan tanah, pekerjaan umum, dan struktur kelautan.
Gurita Bisnis Low Tuck Kwong
Low memulai bisnis dengan mendirikan PT. Jaya Sumpiles Indonesia (JSI). Pada tahun 1988, JSI mulai terjun ke pertambangan batu bara kontrak dan berhasil menjadi kontraktor tambang terkemuka.
Tahun 1992, Low memutuskan untuk merubah status kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Karena ingin memperluas jaringan bisnisnya, Low mengakuisisi PT. Gunungbayan Pratamacoal (GBP) pada tahun 1997. Setahun kemudian, melalui PT. Dermaga Perkasapratama (DPP) yang juga dibelinya, ia mengoperasikan sebuah terminal batubara di Balikpapan.
Bisnis batu bara Low berkembang pesat. Pada tanggal 7 Oktober 2004, Low Tuck Kwong mendirikan Bayan Resources untuk menaungi semua bisnis batu baranya yang tersebar di Tanah Air.
Tanggal 12 Agustus 2008, Bayan Resources resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kini, Bayan Resources memayungi kurang lebih 30 anak usaha dan menjadi perusahaan penambang batu bara terbesar keempat di Indonesia.
Selain di sektor batu bara, Low Tuck Kwong juga merambah bisnis energi bersih melalui Metis Energy, perusahaan energi terbarukan berbasis di Singapura yang mengelola portofolio proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angindi kawasan Asia.
Di luar sektor energi, ia juga memiliki kepemilikan dan keterlibatan dalam The Farrer Park Company, perusahaan properti dan kesehatan berbasis di Singapura yang mengembangkan proyek Farrer Park Hospital.
Sementara itu, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS) turut memperluas pengaruh bisnisnya di sektor pertambangan jasa dan manufaktur kabel listrik.
Filosofi Bisnis Low Tuck Kwong
Filosofi bisnis Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources dan salah satu orang terkaya di Indonesia, berpusat pada perpaduan ketajaman dalam melihat peluang, keberanian mengambil risiko, dan fokus pada efisiensi operasional. Pengalaman awalnya sebagai kontraktor konstruksi juga membentuk pemahamannya tentang kerja keras dan inovasi.
1. Keberanian Melihat Peluang di Tengah Tantangan
Low Tuck Kwong berpindah ke Indonesia pada 1970-an untuk mencari peluang bisnis yang lebih baik, dimulai dari kontraktor bangunan. Pada akhir 1990-an, ia mengakuisisi tambang batu bara pertamanya saat krisis moneter melanda. Keputusan ini menunjukkan keberaniannya melihat potensi besar di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
2. Efisiensi Operasional dan Inovasi Teknologi
Salah satu kunci sukses Bayan Resources adalah komitmen pada efisiensi. Perusahaan ini dikenal sebagai pelopor dalam penggunaan teknologi pertambangan modern, seperti overland conveyor, yang mampu mengurangi biaya dan dampak lingkungan secara signifikan. Dalam suratnya di laporan tahunan Bayan, Low pernah menyatakan bahwa basis biaya yang rendah akan memastikan perusahaannya tetap bertahan meskipun industri batu bara menghadapi tantangan.
3. Strategi Akuisisi yang Cerdik
Low Tuck Kwong membangun Bayan Group melalui serangkaian akuisisi strategis di sektor batu bara, yang memungkinkan perusahaan memperluas jaringan dan kapasitasnya secara agresif.
4. Fokus ke Tujuan Jangka Panjang
Saat banyak pihak memandang batu bara sebagai "industri matahari terbenam" (sunset industry), Low Tuck Kwong tetap yakin bahwa komoditas ini akan terus menjadi bagian penting dalam bauran energi di negara-negara berkembang untuk waktu yang lama. Keyakinan ini mendorongnya untuk terus berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya, sehingga Bayan menjadi salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.
5. Diversifikasi Bisnis
Selain di sektor batu bara, Low Tuck Kwong juga melakukan diversifikasi ke sektor lain seperti energi terbarukan melalui Metis Energy dan layanan kesehatan di The Farrer Park Company, Singapura. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk tidak hanya bergantung pada satu industri.
6. Filantropi Sebagai Bagian dari Bisnis
Melalui Yayasan Low Tuck Kwong, ia aktif berkontribusi pada bidang pendidikan dan kesehatan. Sumbangan besar telah diberikan kepada berbagai lembaga, termasuk universitas di Singapura, menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat
Penerus Low Tuck Kwong
Dua anak Low Tuck Kwong, yakni Low Yi Ngo dan Elaine Low, disebut-sebut sebagai penerus potensial dari gurita bisnis keluarga yang meliputi sektor pertambangan, energi terbarukan, properti, dan infrastruktur industri.
Low Yi Ngo, putra pertama, dikenal aktif terlibat dalam pengelolaan sejumlah entitas di bawah grup Bayan Resources.
Sementara itu, Elaine Low memiliki latar belakang yang lebih beragam, dengan fokus pada manajemen bisnis dan investasi lintas sektor.
Elaine Low diketahui bertanggungjawab atas The Farrer Park Company, perusahaan milik Low yang berada disektor kesehatan dan gaya hidup.
Bisnis Masa Depan Low Tuck Kwong
Melihat beberapa bisnis yang dimiliki Low Tuck Kwong, sektor energi baru terbarukan dan perhotelan masih akan menjadi bisnis yang digarap oleh Low dan juga anak-anaknya.
Terlebih, dengan target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emision pada 2060, perusahaan energi bersih yang dikelola Low berkemungkinan akan ikut ambil bagian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










