Akurat

IHSG Diproyeksi Lanjut Turun, Tekanan Jual Masih Dominan

Hefriday | 12 November 2025, 07:30 WIB
IHSG Diproyeksi Lanjut Turun, Tekanan Jual Masih Dominan

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu (12/11/2025), setelah sebelumnya ditutup melemah 0,29% ke level 8.366,5 pada Selasa (11/11/2025). Analis menilai tekanan jual akibat aksi ambil untung (profit taking) masih akan membatasi ruang penguatan indeks.

Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pelemahan IHSG sejalan dengan kondisi pasar yang sudah berada di area jenuh beli atau overbought. “Indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought, disertai peningkatan volume jual dan distribusi saham,” tulis tim riset Phintraco, Selasa (11/11/2025).

Sektor keuangan tercatat mengalami pelemahan paling signifikan, sementara sektor energi justru menjadi penopang dengan kinerja positif. Menurut Phintraco, pola pergerakan teknikal IHSG menunjukkan potensi penurunan lanjutan untuk menguji level 8.300 pada perdagangan hari ini.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Koreksi Ringan Usai Cetak Rekor Intraday

Dari sisi makroekonomi, nilai tukar rupiah turut melemah ke posisi Rp16.694 per USD, meski data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan. Penjualan ritel nasional naik 3,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada September 2025, meningkat dari 3,5% YoY pada Agustus. Kinerja positif ini menandai pertumbuhan penjualan ritel selama enam bulan berturut-turut.

Sementara itu, penjualan mobil di Oktober 2025 tercatat turun 4,4% YoY menjadi 74.019 unit. Meski demikian, penurunan ini melambat dibandingkan kontraksi 15,1% pada bulan sebelumnya, dan volumenya merupakan yang tertinggi sejak Desember 2024. Secara kumulatif, penjualan mobil sepanjang Januari–Oktober 2025 turun 10,6% YoY menjadi 635.844 unit.

Dari sisi global, investor akan mencermati rilis data harga grosir (Wholesale Prices) Jerman untuk Oktober 2025 yang diperkirakan naik 0,3% secara bulanan (month on month/MoM) dan 1,1% YoY. Selain itu, kabar bahwa Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor produk Swiss sebesar 39% juga menjadi perhatian pasar.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham pilihan antara lain ERAA, GZCO, PGAS, ISAT, dan INDY. Namun, investor diimbau untuk tetap berhati-hati karena potensi koreksi teknikal IHSG dinilai masih terbuka.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat ke 8.450, Saham ASII hingga ISAT Patut Dilirik

“Selama tekanan jual masih tinggi dan distribusi belum berbalik menjadi akumulasi, pasar cenderung bergerak terbatas. Investor disarankan menunggu sinyal konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat,” ujar Phintraco.

Dengan kombinasi tekanan eksternal dan aksi ambil untung, analis menilai pergerakan IHSG hari ini akan berada dalam kisaran 8.300–8.420.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi