Akurat

Misbakhun: Purbaya Bangkitkan Harapan Baru, Meski Harus Waspada Tarikan Politik

Hefriday | 7 November 2025, 08:10 WIB
Misbakhun: Purbaya Bangkitkan Harapan Baru, Meski Harus Waspada Tarikan Politik

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, memberikan pandangan tajam mengenai sosok Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.Dirinya menyoroti latar belakang profesionalnya sebagai sumber utama munculnya optimisme di tengah masyarakat.

"Kelebihan utama Menkeu saat ini terletak pada kemampuannya membangkitkan new hope atau 'harapan-harapan baru' di bidang ekonomi," ujar Misbakhun dikutip dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Jumat (7/11/2025).

Menurut Misbakhun, kekuatan ini adalah buah dari rekam jejak Menkeu yang sangat kuat dalam riset-riset pasar, termasuk pengalamannya sebagai orang Dana Reksa.

Baca Juga: Ketua Komisi XI DPR Apresiasi Pembinaan Pelaku Rokok Ilegal lewat Penguatan KIHT

Keahlian ini memungkinkannya merangkum dan merangkai narasi yang dapat menumbuhkan kepercayaan publik, sebuah aspek penting yang sering absen dalam komunikasi birokrasi fiskal sebelumnya.

"Bukan berarti dia enggak ngerti fiskal, tidak ngerti makroekonomi, enggak ngerti kebijakan moneter, semuanya dia tahu. Tapi kelebihannya Pak [Purbaya] satu, dia bisa membangkitkan optimisme baru, new hope," tagas Misbakhun.

Di balik pujian tersebut, Misbakhun melontarkan peringatan keras mengenai potensi jebakan politik yang mengancam kinerja profesional Menkeu. Ia merasa perlu mengingatkan bahwa Menkeu harus berfungsi sebagai pembantu presiden, dan tugas utamanya adalah mewujudkan visi-misi kepala negara.

Misbakhun mengungkapkan kekhawatirannya tentang adanya pihak-pihak yang berupaya menarik-narik Menkeu ke dalam urusan politik. "Saya juga sudah menyampaikan kepada pak Purbaya secara langsung untuk menghindari gangguan-gangguan politik yang tidak perlu," katanya.

Anggota parlemen dari Golkar ini menekankan pentingnya menjaga fatsun politik, di mana seorang menteri hanya mendapat indirect gain atau keuntungan tidak langsung dari jabatannya.

Manusia-manusia politik, kata Misbakhun, harus berhenti mencoba memanfaatkan situasi kelahiran harapan baru ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Baca Juga: Temui Komisi XI, Purbaya: Sinergi Penting Agar Fiskal dan Program Pembangunan Sinkron

"Ini yang harus kita tahan sekarang itu adalah orang-orang yang ingin memanfaatkan situasi ke lahirnya harapan baru itu kemudian menarik-narik Pak Purbaya kepada wilayah yang bukan keahliannya," ujar Misbakhun.

Lebih lanjut, Misbakhun membawa diskusi ke ranah substansi, yaitu desain ekonomi nasional. Ia mengingatkan bahwa desain ekonomi harus tertulis, bukan sekadar lisan, dan harus memiliki trajektori yang jelas untuk mencapai target pertumbuhan 8% pada 2029, seperti yang diidamkan Presiden.

Sebagai mitra kerja, Komisi XI memberikan waktu dan kesempatan kepada Menkeu untuk menunjukkan profesionalisme dan kompetensinya dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi, termasuk defisit anggaran dan rasio utang yang tinggi.

"Menkeu memerlukan ruang untuk bekerja, menuntaskan pekerjaan rumah ekonomi yang mendesak, seperti mengatasi rendahnya tax ratio dan beban bunga utang negara. Oleh karena itu, tarikan politik hanya akan mengganggu fokus dan mengurangi efektivitas kinerja fiskal," tegas Misbakhun.

Menurut Misbakhun, selama Menkeu mampu menjaga profesionalisme dan tidak membiarkan pencitraannya melebihi Presiden dan Wakil Presiden, peluang keberhasilannya sangat besar. "Makana pesan saya untuk pak Purbaya adalah untuk terus bekerja, menunjukkan hasil, dan membiarkan para pengganggu politik menahan diri," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi