Kapitalisasi Pasar Kripto Melonjak USD156 Miliar dalam Sehari, Bitcoin dan Aster Terpukul, Ripple Nanjak
Yosi Winosa | 4 November 2025, 19:07 WIB

AKURAT.CO Pasar aset digital global mengalami gejolak tajam dalam 24 jam terakhir. Total kapitalisasi pasar kripto tercatat anjlok sebesar USD156 miliar, menandai salah satu penurunan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Penurunan ini dipimpin oleh Bitcoin (BTC) yang merosot di bawah level psikologis USD108.000, memicu efek domino ke berbagai altcoin di seluruh pasar.
Menurut data TradingView, kapitalisasi pasar aset digital kini berada di level USD3,52 triliun, turun tajam dari posisi sebelumnya.
Koreksi besar-besaran ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan volatilitas makroekonomi global.
Kejatuhan pasar kripto bertepatan dengan komentar hawkish dari Gubernur The Federal Reserve, Austan Goolsbee, yang menurunkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember.
Peluang pemotongan suku bunga turun dari 69,8% menjadi 67,5%, menandakan sikap hati-hati bank sentral AS terhadap inflasi.
Pernyataan tersebut memperkuat sentimen risk-off di kalangan investor global, mendorong arus keluar dari aset berisiko seperti kripto dan saham teknologi.
Jika tren pelemahan ini berlanjut, analis memperkirakan kapitalisasi pasar kripto bisa jatuh di bawah USD3,49 triliun, bahkan menguji USD3,43 triliun, yang menjadi area penting bagi stabilitas jangka pendek.
Harga Bitcoin kini diperdagangkan di kisaran USD107.090, setelah sempat terperosok di bawah support USD108.000 pada perdagangan pagi tadi.
Penurunan ini memperpanjang fase konsolidasi BTC yang dalam beberapa hari terakhir sulit menembus resistance kuat di USD110.000.
Meski demikian, analis menilai Bitcoin masih memiliki peluang pulih. Zona USD105.585 disebut sebagai area support krusial yang secara historis sering menjadi titik balik reli jangka pendek.
Jika BTC mampu bertahan di atas level ini dan merebut kembali USD108.000, maka peluang untuk menembus USD110.000 kembali terbuka lebar.
Pemulihan yang berkelanjutan di atas level tersebut akan mengembalikan kepercayaan investor dan membuka jalan bagi pergerakan menuju USD112.500, menghapus prospek bearish jangka pendek yang kini membayangi pasar.
Salah satu altcoin yang paling terpukul akibat gejolak pasar adalah Aster (ASTER). Dalam 24 jam terakhir, harga ASTER jatuh 24% menjadi USD0,92, hanya sedikit di atas support teknikal USD0,88.
Penurunan tajam ini terjadi setelah kegagalan Aster mempertahankan level USD1,15 sebagai area support baru.
Indikator teknikal Parabolic SAR menunjukkan tren bearish yang semakin kuat, dengan titik-titik indikator muncul di atas candlestick tanda klasik dari tekanan jual berkelanjutan.
Jika tekanan ini terus berlangsung, harga ASTER berisiko menembus USD0,88 dan jatuh ke USD0,80, menandai fase koreksi yang lebih dalam.
Namun, peluang pemulihan tetap terbuka jika Aster mampu menarik arus masuk investor baru. Kenaikan stabil di atas USD0,95 akan menjadi sinyal awal stabilisasi harga, sementara penguatan di atas USD1,00 dapat memicu gelombang beli baru yang berpotensi membatalkan prospek bearish saat ini.
Di tengah turbulensi pasar, kabar positif datang dari Ripple Labs yang resmi meluncurkan Ripple Prime, layanan prime brokerage berbasis di Amerika Serikat.
Platform ini dirancang khusus untuk klien institusional, memungkinkan perdagangan over-the-counter (OTC) aset digital utama seperti XRP dan RLUSD.
Ripple Prime diklaim menawarkan infrastruktur sesuai regulasi serta sistem margining yang ditingkatkan untuk mendukung transaksi berskala besar.
Langkah ini menunjukkan ambisi Ripple untuk memperkuat posisinya di pasar aset digital global, meski pasar sedang bergejolak.
Sementara itu, anak perusahaan AMINA Bank AG di Austria mencatatkan tonggak penting sebagai grup perbankan kripto pertama yang mendapatkan lisensi di bawah kerangka kerja MiCA di Uni Eropa.
Persetujuan CASP dari Otoritas Pasar Keuangan Austria membuka jalan bagi AMINA untuk memperluas layanan kripto yang diatur secara resmi di seluruh 27 negara anggota Uni Eropa.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor keuangan tradisional semakin serius mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem perbankan formal.
Regulasi MiCA sendiri dinilai sebagai terobosan besar yang dapat memperkuat legitimasi industri kripto di kawasan Eropa.
Analis memperkirakan bahwa pergerakan total kapitalisasi pasar kripto akan sangat bergantung pada dua faktor utama dalam waktu dekat: arah kebijakan The Fed dan stabilitas likuiditas global.
Jika sentimen investor membaik dan permintaan terhadap aset digital pulih, total kapitalisasi berpotensi naik kembali di atas USD3,56 triliun, membuka peluang menuju USD3,67 triliun.
Namun, jika tekanan jual terus berlanjut dan investor memilih menahan modal di aset aman seperti obligasi AS, fase koreksi masih bisa berkepanjangan. Dalam skenario tersebut, pasar kripto global mungkin harus kembali menguji titik bawah baru sebelum menemukan keseimbangan.
Dengan kombinasi antara tekanan makro dan inovasi baru dari pelaku industri seperti Ripple dan AMINA, pasar kripto saat ini tengah berada di persimpangan penting.
Sementara harga masih bergejolak, dinamika ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor aset digital terus berevolusi, tidak hanya sebagai arena spekulasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem keuangan global yang semakin terintegrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










