Akurat

Harga Emas Dunia Bakal Tembus USD4.145 per Troy Ounce Pekan Depan Karena Ini

Yosi Winosa | 2 November 2025, 19:47 WIB
Harga Emas Dunia Bakal Tembus USD4.145 per Troy Ounce Pekan Depan Karena Ini

AKURAT.CO Harga emas dunia dan logam mulia atau LM ditaksir naik pekan depan lantaran sejumlah faktor.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk emas dunia yang pada penutupan pekan ini ditutup di level USD4.003 per troy ounce, pekan depan akan di kisaran level support USD3.863 per troy ounce dan resistance USD4.145 per troyounce.

Khusus di hari Senin, di kisaran USD3.935 hingga USD4.080 per troy ounce. Sementara hingga akhir November 2025 sendiri bisa di level resistance USD4.292 per troy ounce.

"Untuk LM yang kemarin diperdagangkan di Rp2,29 juta per gram, pekan depan akan ada di kisaran Rp2,2 juta hingga Rp2,4 juta per gram. Di Senin di kisaran Rp2,24 juta hingga Rp2,31 juta per gram. Ada kemungkinan sampai akhir November 2024 akan menembus Rp2,45 juta hingga Rp2,5 juta per gram," ujar Ibrahim, Minggu (2/11/2025).

Baca Juga: Dipicu Utang AS hingga Konflik Timur Tengah, Harga Emas Dunia Bakal Tembus USD3.261

 

Fluktuasi harga emas dunia dan LM ini didorong berbagai faktor. Untuk pelemahan harga, penyebabnya ada dua, pemangkasan FFR 25 bps yang kemungkinan besar akan kembali terjadi di Desember jika memang shutdown di AS dibuka dan penurunan tarif Trump untuk China 10% menjadi 40% yang memunculkan spekulasi bahwa perang dagang belum mereda.

"Di sisi perpolitikan AS sendiri, Partai Republik dan Demokrat pekan ini akan bertemu untuk membahas RUU Batas Atas Pendanaan. Makin lama Pemerintah Federal diliburkan atau shutdown, semakin naik utang AS. Sehingga perlu ada solusi jelas lewat RUU Pendanaan ini untuk setahun ke depan," ucap Ibrahim.

Sementara untuk penguatan harga emas dunia dan LM, setidaknya ada 4 faktor pendorong. Pertama, data ekonomi aktivitas PMI China yang turun signifikan, membuat Pemerintah China dan PBoC mempertimbangkan stimulus dan penurunan suku bunga.

"Hal ini tentunya akan membuat harga emas dunia dan turunannya, LM, naik," terangnya.

Faktor kedua, geopolitik di Timur Tengah dimana penyerangan Gaza oleh Israel masih terjadi dan Iran yang terus melakukan pengayaan uranium. Faktor ketiga, geopolitik di Eropa dimana Ukraina menyerang fasilitas pangkalan atau terminal minyak utama Rusia di Laut Hitam.

"Ada kilang Tuapse yang khusus mengelola ekspor minyak Rusia ke China, Malaysia, Singapura dan Turki, ini terkena serangan sehingga produksi terhenti sehingga menyebabkan situasi kian memanas," kata Ibrahim.

Kemudian faktor keempat, ketegangan di Amerika Latin, dimana Trump mengunmumkan rencana serangan ke Venezuela. Meskipun kemudian rencana tersebut dimundurkan, tapi ini mengindikasikan kemungkinan perang akan bergolak mengingat Venezuela sendiri merupakan salah satu produsen minyak terbesar di Amerika Latin.

"Tensi geopolitik di Timteng, Eropa, AS dan Amerika Latin yang memanas ini akan membuat harga emas dunia dan LM berpotensi naik," tukas Ibrahim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa