Dipicu Utang AS hingga Konflik Timur Tengah, Harga Emas Dunia Bakal Tembus USD3.261

AKURAT.CO Harga emas global ditaksir bakal tembus USD3.261 per ounce (oz) malam ini, bahkan USD3.400 dalam waktu dekat, demikian prediksi Analis Komoditas, Ibrahim Assuaibi.
Hal tersebut menyusul menguatnya kembali harha emas global hari ini, yang naik signifikan, 52,7 poin atau 1,6 ke level USD3,350.07.
"Ada kemungkinan besar dalam malam ini akan tembus di level USD3.361. Sebenarnya target minggu depan sebesar USD3.400, kemungkinan besar bahkan akan tercapai," kata Ibrahim, Jumat (23/5/2025).
Ibrahim menjelaskan bahwa penguatan harga emas dunia didorong oleh meningkatnya aksi jual obligasi Amerika Serikat.
Hal ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya utang pemerintah AS, setelah DPR AS menyetujui RUU pengeluaran negara yang akan menambah utang sebesar USD3 hingga USD5 triliun.
Baca Juga: Harga Emas Global Tembus ATH USD3.314 Dipicu Kekhawatiran pada Fiskal AS
Utang yang cukup luar biasa ini memicu aksi jual terhadap obligasi di Amerika. Selain itu, ketegangan geopolitik global juga turut mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.
Di Timur Tengah, ketegangan antara Israel dan Iran semakin memanas, ditandai dengan saling sindir dan ancaman antar pejabat tinggi kedua negara. Meski negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir masih berlangsung, peluang keberhasilannya dinilai kecil.
"Jadi, saling sindir, saling memberikan ancaman antara pejabat Israel dan Iran. Ya walaupun Amerika Serikat dan Iran masih terus melakukan negosiasi tentang reaktor nuklir, tentang pengayaan uranium dan inipun juga kemungkinan besar akan mengalami kegagalan," jelasnya.
Di Eropa, konflik Rusia-Ukraina kembali memanas setelah gagalnya perjanjian damai. Ukraina dilaporkan melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Rusia, yang kemungkinan akan dibalas oleh Moskow.
Situasi ini berpotensi memperburuk hubungan internasional dan memicu sanksi lebih berat dari negara-negara Barat.
"Ini membuat Rusia kemungkinan besar akan melakukan penyerangan kembali terhadap wilayah-wilayah Ukraina. Nah disinipun kemungkinan Uni Eropa dan Amerika akan memberikan sanksi yang lebih berat lagi terhadap Rusia," ujarnya.
Sementara itu, Israel juga terus melakukan ekspansi wilayah di Jalur Gaza, yang menuai kritik keras dari komunitas internasional. Beberapa negara Eropa bahkan menyebut tindakan Israel sebagai bentuk genosida.
"Ini semua membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan. Sehingga dalam minggu depan ya ada kemungkinan 3.400 akan tercapai," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







