Akurat

Hidup dari Crypto Tak Semudah di Medsos, Ini Realitanya!

Andi Syafriadi | 30 Oktober 2025, 19:30 WIB
Hidup dari Crypto Tak Semudah di Medsos, Ini Realitanya!

AKURAT.CO Di era digital yang serba cepat, istilah 'hidup dari crypto' telah menjadi topik populer di berbagai komunitas online dan media sosial. Banyak anak muda yang terinspirasi oleh kisah sukses trader atau investor aset digital yang berhasil meraih kebebasan finansial tanpa harus bekerja di kantor.

Namun, di balik cerita gemilang itu, tersimpan pertanyaan besar: apakah benar hidup hanya dari crypto bisa dilakukan secara realistis dan berkelanjutan?

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (30/10/2025) salah satu jalan paling populer untuk menghasilkan uang dari crypto adalah melalui trading harian. Aktivitas ini memang menawarkan potensi keuntungan yang besar dalam waktu singkat.

Banyak kisah viral yang menunjukkan bagaimana modal kecil bisa berubah menjadi miliaran rupiah hanya dalam beberapa bulan. Namun, data dan analisis pasar menunjukkan bahwa keberhasilan semacam itu jarang terjadi tanpa pengalaman dan strategi yang matang.

Baca Juga: Efek Halloween di Pasar Kripto, AAVE dan ETH Konsisten Cuan Tiap Tahun

Menurut laporan CoinMetro tahun 2025, mayoritas trader justru mengalami kerugian akibat kurangnya kemampuan analisis teknikal dan disiplin dalam mengelola risiko.

Trading harian memerlukan pemahaman mendalam terhadap pergerakan harga, volume, serta psikologi pasar. Seorang trader yang tidak memiliki strategi jelas dapat kehilangan modal hanya dalam hitungan jam.

Hal ini diperparah oleh volatilitas tinggi pada aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Tanpa perencanaan matang, trading bisa berubah dari peluang menjadi jebakan finansial yang berisiko tinggi.

Bagi mereka yang tidak memiliki waktu atau kemampuan memantau pasar setiap hari, investasi jangka panjang menjadi pilihan yang lebih realistis. Strategi ini mengandalkan pendekatan “beli dan tahan” pada aset kripto unggulan seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Berdasarkan catatan historis, dua aset ini telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir, meski dengan fluktuasi harga yang ekstrem.

Salah satu metode populer untuk investasi jangka panjang adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yakni membeli crypto secara rutin dalam jumlah tetap, tanpa memperhatikan harga pasar. Cara ini membantu investor mengurangi risiko akibat volatilitas dan membangun portofolio secara konsisten.

Baca Juga: x402, Standar Pembayaran Internet-Native untuk Agen AI, Meledak di Ekosistem Kripto

Bagi pekerja dengan penghasilan tetap seperti UMR, strategi DCA bisa menjadi cara cerdas untuk menabung dalam aset digital tanpa harus khawatir dengan fluktuasi harian.

Selain trading dan investasi, banyak orang kini menjajal pendapatan pasif dari crypto melalui metode seperti staking, yield farming, dan airdrop. Staking misalnya, memungkinkan pemilik aset untuk mengunci token mereka di jaringan blockchain dan mendapatkan imbal hasil tahunan antara 4–10%, tergantung pada jenis koin dan platformnya.

Ethereum (ETH) dan Cardano (ADA) termasuk aset populer untuk staking karena menawarkan jaringan yang stabil dan imbal hasil kompetitif.

Sementara itu, yield farming dan airdrop menjadi cara lain untuk memperoleh penghasilan tambahan. Yield farming memberikan bunga tinggi bagi investor yang menyediakan likuiditas di platform DeFi, sedangkan airdrop menawarkan token gratis kepada pengguna aktif dari proyek baru.

Namun, di balik peluang ini, terdapat risiko besar seperti proyek scam, peretasan, dan volatilitas harga yang dapat menghapus keuntungan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kehati-hatian dan riset mendalam menjadi syarat mutlak.

Pertanyaan besar pun muncul: bisakah seseorang benar-benar hidup hanya dari crypto? Jawabannya adalah bisa, tapi tidak mudah dan tidak berlaku untuk semua orang.

Hidup dari crypto membutuhkan pengetahuan mendalam, kedisiplinan tinggi, serta kesiapan mental menghadapi naik-turunnya pasar. Bahkan trader profesional sekalipun tidak selalu mendapatkan keuntungan setiap hari.

Untuk mencapai stabilitas finansial dari crypto, seseorang perlu menggabungkan strategi aktif seperti trading dengan sumber pendapatan pasif seperti staking. Diversifikasi aset dan manajemen risiko yang baik juga menjadi kunci agar tidak terjebak dalam kerugian besar.

Selain itu, pemahaman terhadap regulasi dan keamanan digital sangat penting untuk menghindari ancaman penipuan dan kehilangan aset.

Pada akhirnya, hidup hanya dari crypto memang mungkin dilakukan, tetapi bukan jalan pintas menuju kekayaan. Dibutuhkan waktu, modal, edukasi, dan komitmen tinggi untuk mencapai kestabilan penghasilan dari aset digital.

Bagi pekerja dengan pendapatan terbatas, crypto sebaiknya dilihat sebagai sumber penghasilan tambahan, bukan satu-satunya sandaran hidup. Di tengah euforia digital, keseimbangan antara idealisme finansial dan realita pasar tetap harus dijaga agar perjalanan menuju kebebasan ekonomi tidak berakhir pada kerugian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A