Efek Halloween di Pasar Kripto, AAVE dan ETH Konsisten Cuan Tiap Tahun

AKURAT.CO Menjelang perayaan Halloween, data historis harga kripto selama periode 2020 hingga 2024 menunjukkan fenomena menarik, antara lain tiga aset digital populer AAVE, Ethereum (ETH), dan Dogecoin (DOGE) kerap mengalami reli signifikan dalam sepekan setelah 31 Oktober.
Meskipun pergerakan harian pada hari Halloween sendiri bervariasi, tren lima tahun terakhir mengindikasikan adanya pola rebound jangka pendek yang berulang setiap awal November.
Dikutip dari beberapa sumber, Kamis (30/10/2025) fenomena ini mencuri perhatian para analis dan trader karena menunjukkan kemungkinan adanya pola musiman di pasar aset digital.
Saat volatilitas meningkat menjelang akhir Oktober, harga ketiga aset ini sering kali terkoreksi sebelum memantul kembali pada awal bulan berikutnya. Walau analisis ini tidak dapat dijadikan acuan pasti, tren historisnya cukup konsisten untuk menarik minat pelaku pasar.
Dari ketiga koin yang dianalisis, AAVE menampilkan pola reli paling kuat dan konsisten setelah Halloween. Berdasarkan data historis, token ini selalu mencatat kenaikan harga pada tujuh hari setelah Halloween dari tahun 2020 hingga 2024. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2020 dan 2023, ketika AAVE masing-masing melonjak 22,99% dan 18,64%.
Baca Juga: x402, Standar Pembayaran Internet-Native untuk Agen AI, Meledak di Ekosistem Kripto
Rata-rata kenaikan AAVE dalam tujuh hari pasca-Halloween mencapai 11,8%, menjadikannya salah satu aset DeFi yang paling tangguh di periode ini. Pola tersebut mengindikasikan adanya fase akumulasi jangka pendek setelah penurunan harga menjelang akhir Oktober.
Para analis menduga bahwa pelaku pasar memanfaatkan momen tersebut untuk membeli di harga murah sebelum memasuki fase reli awal November.
Sementara itu, Ethereum (ETH) memperlihatkan kinerja yang lebih stabil, meskipun tidak seagresif AAVE. Dalam periode lima tahun terakhir, ETH selalu mencatat imbal hasil positif tujuh hari setelah Halloween, dengan rata-rata kenaikan sekitar 4,5%. Tahun 2020 menjadi salah satu yang paling menonjol, ketika ETH naik 8,63% hanya dalam satu pekan setelah 31 Oktober.
Menariknya, Ethereum sering mengalami penurunan kecil menjelang Halloween, diikuti oleh pemulihan cepat pada awal November. Fenomena ini sejalan dengan pergerakan pasar yang lebih luas, di mana investor institusional dan ritel biasanya mulai melakukan reposisi portofolio setelah akhir bulan atau kuartal.
Dengan kapitalisasi pasar yang besar dan dominasi di sektor smart contract, Ethereum kerap menjadi indikator utama bagi altcoin lain, sehingga pergerakannya di awal November sering menjadi sinyal bagi pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.
Baca Juga: Anggota Kongres AS Usulkan Larangan bagi Presiden Untuk Trading Kripto dan Saham
Berbeda dengan dua aset sebelumnya, Dogecoin (DOGE) memperlihatkan pola yang lebih fluktuatif dan tidak terduga. Rata-rata kenaikan pasca-Halloween DOGE berada di angka 5,6%, tetapi volatilitasnya jauh lebih ekstrem.
Pada 2022 misalnya, DOGE melonjak hampir 95% dalam sepekan menjelang Halloween lonjakan yang dipicu oleh akuisisi Twitter oleh Elon Musk sebelum kemudian mengalami koreksi singkat setelahnya.
Meski demikian, Dogecoin tetap membukukan kenaikan bersih pada tiga dari lima tahun terakhir dalam periode sepekan setelah Halloween. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aset ini cenderung lebih berisiko, DOGE tetap menjadi pilihan bagi trader jangka pendek yang mencari peluang dari volatilitas musiman.
Jika ditinjau dari perspektif makro, reli pasca-Halloween ini tampaknya tidak sepenuhnya kebetulan. Periode awal November sering kali bertepatan dengan kembalinya likuiditas pasar, setelah investor global menyelesaikan penyesuaian portofolio di akhir bulan.
Selain itu, institusi keuangan dan trader profesional biasanya melakukan pembelian kembali aset berisiko setelah likuidasi akhir Oktober.
Dengan kondisi tersebut, altcoin seperti AAVE, Ethereum, dan Dogecoin sering mendapat arus modal baru yang mendorong harga mereka naik dalam waktu singkat. Siklus ini terus berulang selama lima tahun terakhir, sehingga banyak trader kini mulai mengantisipasi potensi rebound tahunan ini.
Meski data historis menunjukkan konsistensi, para analis mengingatkan bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil serupa di masa depan. Pasar kripto sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global, sentimen terhadap Bitcoin, dan kondisi ekonomi makro. Karena itu, reli pasca-Halloween lebih tepat dianggap sebagai fenomena musiman yang menarik, bukan sinyal pasti untuk investasi.
Namun, dari sisi psikologi pasar, tren ini menunjukkan bahwa periode setelah Halloween sering membawa sentimen positif jangka pendek, terutama bagi altcoin yang sempat mengalami tekanan sebelumnya. Jika pola ini kembali terulang, awal November 2025 bisa menjadi periode yang menguntungkan bagi para trader yang jeli membaca momentum.
Dengan catatan lima tahun terakhir yang konsisten positif untuk AAVE, Ethereum, dan Dogecoin, pasar kripto kembali menatap awal November dengan harapan baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










