Bitcoin Terjebak di Fase Sandwich Likuiditas Jelang FOMC
Hefriday | 29 Oktober 2025, 14:00 WIB

AKURAT.CO Pasar kripto kembali berada di titik krusial. Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu mendatang, trader Bitcoin (BTC) memilih berhati-hati.
Harga Bitcoin saat ini berkonsolidasi di bawah level psikologis USD115.000, memperlihatkan dinamika yang rapat antara tekanan jual dan sinyal akumulasi dari investor besar atau yang dikenal sebagai whale.
Data pasar menunjukkan, para trader memperkirakan peluang sebesar 97,8% bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).
Keputusan ini menjadi salah satu faktor makroekonomi paling berpengaruh terhadap pergerakan aset berisiko, termasuk kripto. Potensi pemangkasan suku bunga diharapkan dapat memperlonggar likuiditas global dan meningkatkan minat terhadap aset spekulatif seperti Bitcoin.
Pada 28 Oktober, harga Bitcoin sempat bergerak di kisaran USD114.473, terkoreksi dari pengujian level USD116.000 pada pekan sebelumnya.
Baca Juga: Didominasi IBIT Milik BlackRock, Adopsi ETF Bitcoin Oleh Investor Institusional AS Masih Cetek
Pergerakan selanjutnya kemungkinan akan lebih bergantung pada hasil rapat The Fed dibandingkan analisis teknikal semata. Pasar kripto pun seolah menahan napas, menunggu sinyal kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat tersebut.
Dikutip dari AlphaBTC, Rabu (29/10/2025) analis dari AlphaBTC, Mark Cullen, menggambarkan kondisi saat ini sebagai “sandwich likuiditas Bitcoin.” Menurutnya, banyak posisi short yang kini terjebak di atas level pantulan tinggi pada 13 Oktober.
Dikutip dari AlphaBTC, Rabu (29/10/2025) analis dari AlphaBTC, Mark Cullen, menggambarkan kondisi saat ini sebagai “sandwich likuiditas Bitcoin.” Menurutnya, banyak posisi short yang kini terjebak di atas level pantulan tinggi pada 13 Oktober.
"Setiap upaya untuk menembus area resistance justru memicu short squeeze yang memperkuat tekanan beli jangka pendek sebelum kemungkinan koreksi yang lebih dalam," jelas Cullen.
Analisis peta panas likuidasi dari platform Coinglass menunjukkan tekanan besar di sisi short antara USD115.000 hingga USD121.000.
Kondisi ini menandakan potensi terjadinya short squeeze, yakni saat posisi jual terpaksa ditutup karena harga bergerak naik terlalu cepat. Fenomena ini seringkali menjadi pendorong reli mendadak di pasar kripto, terutama saat likuiditas terkonsentrasi di satu area harga.
Sementara itu, data dari agregator pasar CoinAnk memperlihatkan zona likuidasi yang meningkat di kedua sisi pasar baik long maupun short.
Sementara itu, data dari agregator pasar CoinAnk memperlihatkan zona likuidasi yang meningkat di kedua sisi pasar baik long maupun short.
Tekanan yang meningkat di kisaran USD102.000–USD105.000 menunjukkan adanya dukungan kuat dari pembeli, sedangkan area USD108.000–USD112.000 menjadi zona resistensi berat yang sedang diuji. Ketegangan ini menggambarkan ketidakpastian pelaku pasar, yang menunggu kepastian arah pasca keputusan FOMC.
Ran Neuner, pembawa acara Crypto Banter, menyoroti adanya “CME gap” di level USD111.000 celah harga di pasar berjangka Chicago Mercantile Exchange yang sering kali menjadi target koreksi.
Ran Neuner, pembawa acara Crypto Banter, menyoroti adanya “CME gap” di level USD111.000 celah harga di pasar berjangka Chicago Mercantile Exchange yang sering kali menjadi target koreksi.
Berdasarkan data historis, sekitar 70% celah seperti ini biasanya “tertutup” kembali oleh pergerakan harga Bitcoin di kemudian hari. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa pasar mungkin akan terkoreksi sebentar ke area tersebut sebelum melanjutkan reli baru.
Di sisi lain, optimisme investor besar tetap tinggi. Data dari CME FedWatch Tool memperlihatkan hampir semua pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada pertemuan kali ini. Skenario tersebut berpotensi melemahkan USD dan memperkuat minat terhadap aset seperti emas dan Bitcoin.
Trader terkenal Crypto Rover menyebutkan bahwa situasi saat ini mirip dengan kondisi pasar pada tahun 2024, ketika ekspektasi kebijakan dovish The Fed memicu lonjakan besar Bitcoin.
Di sisi lain, optimisme investor besar tetap tinggi. Data dari CME FedWatch Tool memperlihatkan hampir semua pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada pertemuan kali ini. Skenario tersebut berpotensi melemahkan USD dan memperkuat minat terhadap aset seperti emas dan Bitcoin.
Trader terkenal Crypto Rover menyebutkan bahwa situasi saat ini mirip dengan kondisi pasar pada tahun 2024, ketika ekspektasi kebijakan dovish The Fed memicu lonjakan besar Bitcoin.
Rover bahkan mengungkapkan bahwa salah satu whale dengan “tingkat kemenangan 100%” menambah posisi long senilai USD237 juta untuk Bitcoin dan USD194 juta untuk Ethereum. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kepercayaan tinggi terhadap potensi kenaikan harga pasca-FOMC.
“Whale ini bertaruh besar pada kenaikan pasca-FOMC,” kata Rover dikutip dari unggahan di platform X, Rabu (29/10/2025). “Ini bukan sekadar spekulasi jangka pendek, tapi indikasi bahwa uang besar melihat peluang jangka menengah,” tulisnya.
Namun, di balik euforia tersebut, sejumlah analis memperingatkan bahwa pasar kripto masih berada di zona berisiko tinggi. Dengan volatilitas yang meningkat, sedikit perubahan arah kebijakan The Fed bisa memicu reaksi ekstrem.
“Whale ini bertaruh besar pada kenaikan pasca-FOMC,” kata Rover dikutip dari unggahan di platform X, Rabu (29/10/2025). “Ini bukan sekadar spekulasi jangka pendek, tapi indikasi bahwa uang besar melihat peluang jangka menengah,” tulisnya.
Namun, di balik euforia tersebut, sejumlah analis memperingatkan bahwa pasar kripto masih berada di zona berisiko tinggi. Dengan volatilitas yang meningkat, sedikit perubahan arah kebijakan The Fed bisa memicu reaksi ekstrem.
Jika The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga, Bitcoin berisiko menghadapi tekanan jual baru karena ekspektasi pelonggaran moneter akan tertunda.
Standard Chartered dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa minggu ini akan menjadi “momen penentu” bagi Bitcoin. Bank investasi asal Inggris tersebut menilai, jika hasil rapat FOMC sesuai ekspektasi dan nada dovish mendominasi pernyataan The Fed, Bitcoin berpotensi menembus batas atas konsolidasi di USD116.000.
Standard Chartered dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa minggu ini akan menjadi “momen penentu” bagi Bitcoin. Bank investasi asal Inggris tersebut menilai, jika hasil rapat FOMC sesuai ekspektasi dan nada dovish mendominasi pernyataan The Fed, Bitcoin berpotensi menembus batas atas konsolidasi di USD116.000.
Sebaliknya, jika The Fed memberi sinyal kehati-hatian atau kekhawatiran terhadap inflasi, pasar bisa terguncang menuju level support di bawah USD110.000.
Pasar kripto kini berada di antara dua kekuatan besar ekspektasi pelonggaran moneter dan kekhawatiran terhadap volatilitas makro.
Pasar kripto kini berada di antara dua kekuatan besar ekspektasi pelonggaran moneter dan kekhawatiran terhadap volatilitas makro.
Para bull melihat peluang untuk reli baru di tengah meningkatnya akumulasi dari investor institusional, sementara bear masih mengintai kemungkinan koreksi jangka pendek akibat tekanan likuiditas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









