APPK Perkuat Penanganan Pengaduan Konsumen Sektor Jasa Keuangan
Hefriday | 19 Oktober 2025, 15:57 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat sistem penanganan pengaduan masyarakat dan konsumen sektor jasa keuangan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri keuangan yang diawasi.
Direktur Eksekutif OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa sistem pengaduan ini kini terintegrasi antara OJK, pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), dan konsumen. Melalui sistem ini, masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung, dan proses penyelesaiannya akan dipantau oleh OJK secara transparan.
“Setiap pengaduan yang disampaikan melalui APPK akan kami awasi. PUJK wajib memberikan respon dan penyelesaian dalam waktu 10 hari kerja, dari sebelumnya 20 hari kerja. Ini bagian dari percepatan layanan kepada masyarakat,” ujar Friderica di Purwokerto, Minggu (19/10/2025).
Sejak awal tahun hingga Oktober 2025, OJK telah menerima 385.328 permintaan layanan melalui APPK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 330.376 laporan diproses sebagai layanan aktif yang diawasi langsung oleh tim OJK.
Dari total itu, sekitar 38.640 merupakan laporan pengaduan yang benar-benar terkait sengketa konsumen dan lembaga jasa keuangan.
Friderica menambahkan, sistem APPK juga mendorong penyelesaian sengketa secara internal melalui mekanisme Internal Dispute Resolution (IDR), dimana konsumen dan lembaga jasa keuangan diharapkan dapat menemukan solusi bersama sebelum eskalasi ke ranah hukum.
“Kami ingin hubungan antara konsumen dan lembaga jasa keuangan tetap sehat, sehingga masalah dapat selesai di tingkat internal terlebih dahulu,” ujarnya.
OJK menargetkan tingkat penyelesaian pengaduan mencapai 95% setiap tahun. Target ini, kata Frederika, merupakan bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yang harus dipenuhi oleh seluruh tim perlindungan konsumen di lembaga tersebut.
Namun, jika penyelesaian tidak tercapai atau konsumen merasa tidak puas, OJK menyediakan jalur alternatif melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) atau memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menempuh jalur hukum di pengadilan.
LAPS sendiri merupakan lembaga yang dibentuk dan dibina oleh sektor jasa keuangan untuk menangani sengketa secara cepat dan efisien.
Selain sebagai wadah pengaduan, data dan laporan yang masuk ke APPK juga menjadi sumber penting bagi OJK dalam melakukan pengawasan perilaku pelaku jasa keuangan.
“Kami bisa melihat pola dan tren pengaduan yang muncul. Kalau ada lembaga yang terlalu sering diadukan, kami akan turun untuk memeriksa apakah ada pelanggaran,” jelasnya.
Friderica menegaskan, peningkatan jumlah laporan masyarakat tidak selalu mencerminkan meningkatnya masalah, melainkan juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar terhadap hak-haknya dan percaya pada mekanisme perlindungan konsumen yang disediakan OJK.
“Ketika masyarakat tahu harus melapor ke mana, berarti sistem kita berjalan. Itu artinya masyarakat percaya bahwa pengaduannya akan mendapat solusi,” tukas Friderica.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









