Akurat

Menkeu Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Tembus 5,6 Persen

Andi Syafriadi | 16 Oktober 2025, 19:48 WIB
Menkeu Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Tembus 5,6 Persen

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih kuat di kuartal IV 2025.

Dirinya memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat menembus angka 5,5 hingga 5,6%, seiring terjaganya stabilitas makroekonomi dan kuatnya konsumsi domestik.

“Mungkin dari kuartal IV bisa tumbuh 5,5 lebih. Kalau lebih lagi, kata Presiden, saya dikasih hadiah. Hadiahnya apa, nanti saya kasih tahu kalau dapat 5,5–5,6 persen,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Purbaya menuturkan, capaian pertumbuhan ekonomi 5,12% pada kuartal II menjadi sinyal positif bahwa arah kebijakan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat.

Baca Juga: Kemenkeu: Lonjakan Restitusi Cermin Sistem Pajak yang Sehat

Dirinya menyebut angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi bukti bahwa daya tahan ekonomi Indonesia cukup solid di tengah ketidakpastian global.

“So far, ekonomi kita lumayan lah. Angka 5,12 persen itu ajaib karena lima tambah dua tambah satu sama dengan delapan. Jadi, tetap fokus ke delapan persen,” ujarnya berseloroh.

Selain pertumbuhan yang kuat, inflasi juga tercatat rendah, yakni 2,65% pada September 2025, sementara defisit APBN tetap terkendali di 1,56% terhadap PDB. Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal pemerintah berjalan disiplin dan efektif menopang pertumbuhan ekonomi.

“Artinya, semuanya belanja, belanja, belanja. Itu kan ekspansif. Tapi defisit tetap aman karena kami hanya memindahkan Rp200 triliun dari BI ke perbankan. Tidak ada perubahan anggaran besar-besaran,” jelasnya.

Purbaya juga menegaskan, selama satu tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran, pemerintah fokus menjaga keseimbangan antara ekspansi fiskal dan stabilitas ekonomi. Tujuannya agar momentum pertumbuhan tidak terhenti dan tetap mengarah menuju target 8% pada 2029.

Baca Juga: Kemenkeu Kaji Tambahan Penempatan Dana di Bank Himbara

“Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan. Ekonomi boleh tumbuh cepat, tapi stabilitas makro dan daya beli masyarakat harus tetap kuat,” ujar Purbaya.

Ia menilai, kombinasi antara kebijakan fiskal yang pruden, penguatan investasi, dan peningkatan konsumsi domestik akan menjadi kunci keberhasilan menuju pertumbuhan tinggi.

“Kalau kita bisa jaga ritme ini, tidak mustahil ekonomi Indonesia akan menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat di kawasan,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.