Akurat

Wealth Wisdom 2025: Saatnya Redefinisi Kekayaan Lebih dari Sekadar Finansial

Hefriday | 7 Oktober 2025, 19:55 WIB
Wealth Wisdom 2025: Saatnya Redefinisi Kekayaan Lebih dari Sekadar Finansial

AKURAT.CO Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang terjebak dalam rutinitas mengejar target finansial tanpa henti.

Namun, di balik tumpukan angka di rekening dan deretan investasi, sebagian besar masih merasa belum benar-benar cukup. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah kekayaan hanya sebatas uang?

Lewat ajang tahunan World Wisdom 2025, PT Bank Permata Tbk (IDX: BNLI) atau Permata ank mengajak masyarakat untuk memaknai kembali arti sejati dari kesejahteraan.

Baca Juga: Gandeng Bangkok Bank, Permata Bank Perkuat Investasi Swasta ke Indonesia

Dengan mengusung tema holistic wealth atau kekayaan menyeluruh, program ini menghadirkan perspektif baru bahwa sejahtera bukan sekadar tentang finansial, tetapi juga tentang keseimbangan hidup.

“World Wisdom ini sebenarnya merupakan upaya kami untuk berbagi edukasi bahwa kekayaan tidak hanya diukur dari uang semata. Ada aspek-aspek lain yang juga penting untuk dipikirkan,” ujar Head of Corporate Communication Permata Bank, Glenn Ranti, dalam gelaran Permata Bank Wealth Wisdom di Jakarta, Selasa (7/10/2025).  

Menurut Glenn, World Wisdom telah menjadi wadah literasi keuangan dan pembelajaran publik sejak pertama kali digelar pada 2014.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa keberhasilan finansial sebaiknya berjalan beriringan dengan keseimbangan emosional, sosial, dan spiritual.

Permata Bank memperkenalkan enam pilar utama dalam konsep holistic wealth, yakni frugality (kehati-hatian), purpose (tujuan hidup), health (kesehatan), relationship (hubungan), giving (berbagi), dan moment (menghargai waktu dan momen hidup).

Enam nilai ini menjadi dasar untuk membangun pola pikir baru tentang kekayaan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Baca Juga: Permata Bank Hadirkan Global Card Bebas Biaya Konversi untuk Traveler

“Selama pandemi banyak orang terdampak, baik secara finansial maupun mental. Dari situ kami belajar bahwa ketahanan hidup tidak hanya bergantung pada uang, tetapi juga pada kemampuan kita untuk menemukan makna, menjaga kesehatan, dan tetap terhubung dengan sesama,” jelas Glenn.

Glenn menambahkan, tantangan baru seperti disrupsi digital, perubahan gaya hidup, dan tekanan ekonomi global menuntut generasi masa kini untuk berpikir lebih luas tentang kesejahteraan.

Permata Bank berharap World Wisdom dapat menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi masyarakat untuk menata kembali prioritas hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, turut memberikan pandangan tentang pentingnya berpikir secara holistik di tengah era perubahan cepat.

Menurutnya, generasi muda perlu memperkuat literasi keuangan dan daya tahan mental agar dapat menghadapi tantangan global dengan lebih siap.

“Generasi sekarang harus sadar bahwa uang bukan satu-satunya ukuran sukses. Kalau hanya mengejar kekayaan tanpa keseimbangan hidup, pada akhirnya kita kehilangan arah,” kata Rhenald.

Selain seminar utama, World Wisdom 2025 juga menghadirkan berbagai kelas tematik, seperti Next Gen Class, Wealth Class, dan Wellness Class, yang menghadirkan pembicara lintas bidang, mulai dari ekonom, tokoh publik, hingga praktisi kesehatan.

Setiap sesi dirancang untuk memberi wawasan praktis mengenai cara mengelola keuangan, menjaga kesehatan mental, dan membangun kehidupan yang bermakna.

Bagi Permata Bank, World Wisdom bukan sekadar ajang edukasi finansial, melainkan gerakan sosial untuk merayakan kehidupan.

Melalui pendekatan holistik ini, bank berharap dapat menginspirasi masyarakat agar memahami bahwa kesejahteraan sejati tercapai ketika aspek finansial, emosional, dan spiritual berjalan seimbang.

“Ujung dari semua ini adalah kesadaran bahwa kekayaan sejati datang dari keseimbangan. Bukan dari seberapa banyak yang kita punya, tetapi seberapa bermakna cara kita menjalani hidup,” tutup Glenn.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi