Akurat

BRI Cetak Pertumbuhan Kredit Konsumer 10,65 Persen hingga Agustus 2025

Andi Syafriadi | 7 Oktober 2025, 11:30 WIB
BRI Cetak Pertumbuhan Kredit Konsumer 10,65 Persen hingga Agustus 2025

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan performa positif di sektor pembiayaan konsumer.

Hingga Agustus 2025, penyaluran kredit konsumer bank only mencapai Rp216,26 triliun, tumbuh 10,65% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan ini menandai kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap produk-produk unggulan BRI di tengah dinamika ekonomi nasional.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan peningkatan kinerja tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: KPK Periksa Dirut Dana Pensiun BRI sebagai Kasus Korupsi Mesin EDC BRI

“Pertumbuhan kredit konsumer BRI ditopang oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk unggulan kami,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (7/10/2025),

Salah satu motor penggerak utama pertumbuhan tersebut adalah BRIguna, produk kredit berbasis gaji (salary-based loan) yang terus menjadi andalan.

Hingga Agustus 2025, outstanding BRIguna tercatat sebesar Rp143,4 triliun, tumbuh 9,8% (yoy). Produk ini banyak diminati karena menawarkan kemudahan akses, proses cepat, dan bunga kompetitif bagi nasabah dengan penghasilan tetap.

Selain BRIguna, kredit pemilikan rumah (KPR) juga menunjukkan kinerja yang solid. Outstanding KPR BRI mencapai Rp63,7 triliun, tumbuh 13,5% (yoy).

Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hunian layak dan dukungan pemerintah terhadap sektor properti yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Dhanny menegaskan, BRI berkomitmen memperkuat peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspansi kredit konsumer yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami akan terus mendorong pertumbuhan segmen konsumer secara selektif dengan prinsip kehati-hatian agar portofolio tetap sehat,” katanya.

Baca Juga: Selain Kasus EDC BRI, Elvizar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU

Kualitas pembiayaan tetap menjadi prioritas utama BRI. Seiring ekspansi kredit yang solid, bank pelat merah ini tetap menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) di level yang terkontrol.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya agresif, tetapi juga berlandaskan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance).

Dengan kualitas kredit yang terjaga, BRI optimistis dapat terus menumbuhkan portofolio konsumer secara berkelanjutan dan sehat.

“Kami berkomitmen untuk menumbuhkan portofolio konsumer dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. Dengan kualitas kredit yang terkendali, kami yakin pertumbuhan akan tetap positif sekaligus mendukung ekonomi nasional,” ujar Dhanny menegaskan.

Secara berkelanjutan, BRI juga memperkuat kapabilitasnya di segmen retail banking. Melalui strategi akuisisi nasabah payroll berkualitas, perseroan berupaya memperluas basis BRIguna.

Dari sisi lain, untuk memperluas portofolio KPR, BRI terus menyasar nasabah new to bank (NTB) yang berorientasi pada profitabilitas jangka panjang.

Tidak berhenti di situ, BRI tengah melakukan revamping layanan Wealth Management untuk menjangkau segmen nasabah affluent dan high net worth individual (HNWI).

Upaya ini merupakan bagian dari transformasi BRI menuju bank yang tidak hanya fokus pada pembiayaan mikro dan UMKM, tetapi juga pada penguatan ekosistem keuangan ritel yang terintegrasi.

“Pertumbuhan kredit konsumer ini mencerminkan kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap layanan BRI. Melalui produk unggulan seperti BRIguna dan KPR, kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan solusi keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Dhanny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi