Akurat

Indonesia Jadi Pasar Kripto Terbesar Kedua di Asia-Pasifik

Hefriday | 29 September 2025, 19:30 WIB
Indonesia Jadi Pasar Kripto Terbesar Kedua di Asia-Pasifik

AKURAT.CO Indonesia berhasil mencatat prestasi besar di dunia aset digital dengan menempati posisi kedua sebagai pasar kripto terbesar di kawasan Asia-Pasifik (APAC).

Capaian ini didasarkan pada laporan 2025 Geography of Cryptocurrency Report yang dirilis oleh Chainalysis.

Dalam laporan tersebut, Indonesia membukukan pertumbuhan adopsi kripto atau on-chain value received sebesar 103% sepanjang periode Juli 2024 hingga Juni 2025.

Angka ini menempatkan Indonesia hanya berada satu tingkat di bawah Jepang sebagai pasar utama kripto di kawasan.

Baca Juga: Nushafest 2025 Bongkar Halal-Haram Investasi Saham dan Kripto, Penasaran?

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana menilai lonjakan adopsi tersebut mencerminkan realitas di lapangan, di mana jumlah investor aset digital terus meningkat signifikan.

Aktivitas perdagangan, baik di pasar spot maupun derivatif (futures), juga menunjukkan konsistensi meski pasar global kerap berfluktuasi.

“Pertumbuhan komunitas kripto di berbagai daerah semakin solid. Mereka tidak hanya bertransaksi, tetapi juga berperan sebagai motor edukasi bagi masyarakat luas,” kata Calvin di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Menurutnya, pencapaian Indonesia ini luar biasa karena menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap aset digital.

Regulasi yang lebih jelas dan dukungan generasi muda menjadi faktor penting yang mendorong perkembangan pesat tersebut.

“Generasi muda adalah motor utama yang memperkuat ekonomi digital nasional,” ujarnya.

Sejalan dengan tren nasional, Tokocrypto mencatat pertumbuhan volume transaksi hingga 10% year-on-year per Juli 2025.

Baca Juga: Cara Mudah Menganalisis Kripto dengan Teknologi AI

Meski pasar kripto global masih mengalami dinamika harga, Calvin optimistis minat investor tetap meningkat.

“Kami akan terus menghadirkan inovasi produk dan layanan agar pengguna bisa berpartisipasi dengan aman, mudah, dan transparan,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pertumbuhan tiga digit ini bukan kebetulan, melainkan hasil kombinasi beberapa faktor.

Selain demografi digital native yang dominan, dukungan regulasi pemerintah serta perkembangan produk keuangan digital turut membuka akses yang lebih luas dan inklusif.

“Pemerintah dan regulator seperti OJK juga berperan penting melalui penguatan tata kelola industri. Hal ini memberikan kepastian lebih besar, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha,” tutur Calvin.

Chainalysis mencatat bahwa tren pertumbuhan ini menjadikan ekosistem kripto Indonesia bukan hanya sekadar mengikuti arus global, tetapi mulai mengambil peran penting di tingkat regional.

Bahkan, dalam beberapa periode, volume transaksi kripto di Asia-Pasifik mampu melampaui Amerika Utara, menandai pergeseran pusat gravitasi industri aset digital dunia.

Dengan momentum tersebut, Indonesia diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi hub kripto regional pada paruh kedua 2025.

Kehadiran Indonesia di panggung global ini memperkuat posisi negara dalam peta ekonomi digital dunia yang terus berkembang pesat.

Sebagai informasi, Asia-Pasifik kini menjadi kawasan dengan perkembangan kripto tercepat di dunia.

Nilai transaksi on-chain bulanan melonjak dari USD81 miliar pada Juli 2022 menjadi USD244 miliar pada Desember 2024.

Hingga pertengahan 2025, meski sedikit turun, volume transaksi masih bertahan di atas 185 miliar dolar AS per bulan, menunjukkan daya tahan pasar yang kuat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi