Country Risk RI Mereda, Modal Asing Berpeluang Terus Masuk

AKURAT.CO Risiko keuangan Indonesia menunjukkan tren penurunan pada September 2025. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, salah satu indikator kunci yang membaik adalah penurunan selisih imbal hasil (spread yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dengan US Treasury.
Dari 240 basis poin pada Januari 2025, angka tersebut menyusut menjadi 216 basis poin pada September 2025.
Baca Juga: Kemenkeu: Belanja Negara Tumbuh, Keseimbangan Primer Surplus Rp22 Triliun
“Tidak turun banyak, tetapi cukup baik di tengah gejolak domestik. Kepercayaan investor cepat pulih,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2025 di Jakarta.
Selain itu, risiko negara (country risk) Indonesia yang diukur dari spread yield antara SBN berdenominasi dolar AS dengan US Treasury juga turun. Dari posisi 88 basis poin pada Januari 2025, kini berada di 79 basis poin.
Menurut Purbaya, level tersebut merupakan salah satu yang terendah dalam catatan historis.
Sedangkan data arus modal asing turut memperkuat optimisme. Pada pekan ketiga September 2025, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp3,03 triliun di pasar saham.
Meskipun sejak awal tahun masih tercatat arus keluar besar di saham dan SRBI, arus masuk di pasar SBN senilai Rp42,61 triliun menjadi penyeimbang.
Baca Juga: Komisi XI DPR Restui Pagu Kemenkeu Rp52,02 Triliun untuk 2026
Kondisi ini, lanjut Purbaya, menjadi sinyal bahwa pasar keuangan domestik tetap menarik meskipun sempat diguncang isu politik dan ekonomi.
“Kalau ekonomi kita terus membaik, spread yield dengan US Treasury bisa terus menurun,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








