Akurat

Ripple Diprediksi Tembus USD6, Adopsi AS Jadi Katalis Utama

Hefriday | 20 September 2025, 20:20 WIB
Ripple Diprediksi Tembus USD6, Adopsi AS Jadi Katalis Utama

AKURAT.CO Pasar cryptocurrency kembali digemparkan dengan kabar prediksi kenaikan harga Ripple (XRP) yang disebut-sebut dapat menembus angka USD6 pada November mendatang.

Prediksi ini muncul setelah pernyataan dari CEO Ripple, Brad Garlinghouse, yang mengisyaratkan kemungkinan pemerintah Amerika Serikat akan mengadopsi XRP sebagai bagian dari cadangan aset digital strategis mereka.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal penting bagi pengakuan global terhadap peran mata uang digital dalam infrastruktur keuangan nasional, sekaligus memperkuat posisi XRP di antara aset kripto utama lainnya.

Baca Juga: Upbit Indonesia Tekankan Pentingnya Strategi Jangka Panjang di Tengah Koreksi Pasar Kripto

Prediksi kenaikan harga Ripple disampaikan oleh EGRAG Crypto, seorang analis ternama di komunitas cryptocurrency global. Dalam analisisnya, EGRAG menyebut bahwa XRP memiliki potensi untuk naik ke kisaran USD6 hingga USD7 sebelum pertengahan November 2025.

Ia menggunakan fractal analysis, sebuah metode teknikal yang mempelajari pola grafik berulang dari pergerakan harga historis sebagai indikator pergerakan harga di masa depan.

"Pola grafik Ripple saat ini menunjukkan kemiripan dengan pola yang muncul sebelum lonjakan besar yang terjadi beberapa tahun lalu. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa XRP tengah berada dalam fase awal dari tren kenaikan yang signifikan," ujarnya dalam risetnya, Sabtu (20/9/2025).

Dari luar analisis teknikal, beberapa faktor fundamental juga menjadi pendorong positif bagi prospek XRP. Salah satunya adalah peningkatan adopsi XRP dalam sistem pembayaran lintas negara dan teknologi blockchain yang digunakan Ripple dalam memproses transaksi keuangan internasional secara efisien dan berbiaya rendah.

Selain itu, spekulasi dan sentimen pasar terhadap potensi integrasi XRP dalam sistem keuangan pemerintah juga memberikan dorongan signifikan. Sebagaimana diketahui, harga aset kripto sangat sensitif terhadap pernyataan publik dari tokoh-tokoh kunci dalam industri, termasuk CEO Ripple.

Pernyataan Brad Garlinghouse kepada Bloomberg yang menyebut bahwa Ripple (XRP) akan masuk ke dalam cadangan aset digital strategis milik pemerintah AS menjadi katalis besar. Jika hal ini terealisasi, maka XRP akan menjadi salah satu aset kripto pertama yang mendapat pengakuan langsung dari pemerintah Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi keuangan nasional.

Baca Juga: Orang Kaya RI Kian Minati Kripto, Porsi Investasi Naik Jadi 8 Persen

Cadangan aset digital ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan memperkuat ekosistem keuangan berbasis teknologi di era digital. Keputusan tersebut juga dianggap sebagai langkah penting dalam menjembatani dunia keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

Pernyataan CEO Ripple tersebut langsung direspons positif oleh komunitas investor. Kepercayaan terhadap XRP meningkat, karena pemerintah AS menunjukkan keseriusannya dalam mengadopsi aset digital sebagai instrumen strategis. Hal ini menciptakan peluang baru bagi XRP untuk digunakan dalam skala institusional dan mungkin antarnegara.

Adanya dukungan dari otoritas negara besar seperti AS juga bisa memicu minat dari negara lain untuk mempertimbangkan penggunaan mata uang kripto dalam sistem keuangan mereka, memperluas potensi pasar XRP secara global.

Jika prediksi EGRAG terbukti benar, maka XRP akan mencatatkan lonjakan harga signifikan dari level saat ini di sekitar Rp50.000 per koin. Lonjakan tersebut tentu menjadi peluang bagi para investor jangka pendek maupun jangka panjang untuk memperoleh keuntungan optimal.

Namun demikian, pasar kripto tetap sarat ketidakpastian. Volatilitas yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi investor, sehingga pendekatan yang hati-hati tetap diperlukan. Mengandalkan spekulasi tanpa riset mendalam bisa berisiko, terutama dalam kondisi pasar yang mudah dipengaruhi oleh sentimen global.

Adopsi XRP oleh pemerintah AS juga membuka peluang bagi negara-negara lain untuk menyusul. Beberapa negara saat ini tengah menjajaki kemungkinan penggunaan mata uang digital dalam transaksi lintas batas dan pengelolaan cadangan devisa.

Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin Ripple akan menjadi salah satu aset digital yang digunakan secara luas di sektor keuangan global, mengingat efisiensi dan skalabilitas teknologinya.

Peningkatan minat terhadap Ripple juga sejalan dengan meningkatnya pemahaman publik tentang manfaat teknologi blockchain. Transparansi, kecepatan transaksi, dan biaya yang rendah menjadi alasan utama mengapa blockchain semakin dipertimbangkan oleh institusi besar dan regulator.

Ripple, sebagai salah satu pelopor teknologi ini, dianggap memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian penting dari evolusi sistem keuangan digital global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi