Akurat

Misbakhun: Pasar Percaya Menkeu Purbaya, IHSG Naik Hingga Rupiah Stabil

Hefriday | 18 September 2025, 16:50 WIB
Misbakhun: Pasar Percaya Menkeu Purbaya, IHSG Naik Hingga Rupiah Stabil

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mukhammad Misbakhun, menilai pasar keuangan merespons positif kehadiran Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa.

Dirinya menyebut, hanya dalam sepekan pertama menjabat, IHSG berhasil menembus level tertinggi di atas 8.000 poin dan rupiah tetap stabil.

“Alhamdulillah, dalam waktu yang singkat, pasar merespons positif. Harga saham naik, rupiah stabil, dan obligasi pemerintah tidak menunjukkan gejolak berarti. Artinya, pasar percaya dengan kepemimpinan Pak Purbaya,” kata Misbakhun dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Saham Energi dan Logistik jadi Mover

Pernyataan ini sekaligus membantah keraguan yang sempat merebak di publik bahwa stabilitas ekonomi Indonesia akan terguncang jika tidak lagi dipimpin oleh Sri Mulyani. Misbakhun menyebut anggapan itu sebagai hipotesis yang kini perlahan dipatahkan.

Menurut Misbakhun, ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, kunci awal seorang Menteri Keuangan adalah meyakinkan pasar bahwa kebijakan fiskal akan tetap konsisten dan kredibel.

“Sejak lama ada pandangan bahwa hanya Bu Sri Mulyani yang bisa menjaga stabilitas. Sekarang Pak Purbaya diberi mandat untuk membuktikan bahwa pasar bisa tetap tenang tanpa harus bergantung pada satu nama,” katanya.

Misbakhun menambahkan, latar belakang Purbaya sebagai ekonom akademisi memberi keunggulan tersendiri. Ia diyakini mampu memahami mekanisme pasar sekaligus menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan investor.

Selain itu, Misbakhun menyoroti kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan. Menurutnya, langkah itu sah secara hukum dan bertujuan memperkuat likuiditas perbankan yang sempat mengetat.

“Tidak ada yang melanggar aturan. Undang-Undang Perbendaharaan dan Undang-Undang APBN memberikan dasar hukum untuk itu,” jelasnya.

Baca Juga: Ada Stimulus Ekonomi, IHSG Ditaksir Menguat ke Level 7.970-8.020

Kebijakan tersebut, kata Misbakhun, juga berhasil mendorong dinamika positif di pasar modal sekaligus menambah kepercayaan terhadap arah kebijakan fiskal baru.

Meski demikian, Misbakhun mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dijawab Purbaya, termasuk soal tingginya bunga surat utang negara yang mencapai 6-7%.

“Ini menjadi pekerjaan rumah, mengingat negara lain di kawasan ASEAN bunga obligasinya jauh lebih rendah. Kredibilitas Indonesia sebenarnya sudah bagus, tapi kita perlu dorongan lebih agar biaya utang bisa ditekan,” ujarnya.

Kini pasar keuangan menunggu terobosan Purbaya terkait desain ekonomi jangka panjang, terutama di sektor digital dan perpajakan. Misbakhun menekankan, visi Presiden Prabowo harus bisa diterjemahkan ke dalam kebijakan fiskal yang konkret.

“Yang ditunggu publik adalah konsep baru. Bagaimana meningkatkan tax ratio, bagaimana arah ekonomi digital, dan bagaimana APBN bisa jadi instrumen kesejahteraan rakyat,” kata Misbakhun.

Misbakhun menegaskan, awal yang positif di pasar harus dijaga dengan konsistensi kebijakan, agar kepercayaan tidak hanya bersifat sementara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi