Junk Stock dan Saham Penny: Ciri Utama dan Strategi Investasi

AKURAT.CO Junk stocks atau umumnya dikenal sebagai penny stocks merupakan saham dengan harga rendah karena berasal dari perusahaan kecil atau sedang berkembang.
Tingkatan junk stocks berada di third liner atau small caps karena kapitalisasi pasarnya hanya mencapai Rp500 miliar.
Junk stocks banyak diminati karena mudah diakses oleh investor dengan modal terbatas dan memiliki potensi keuntungan substansial dalam waktu singkat.
Namun, melakukan investasi pada saham junk stocks memerlukan analisis serta kecermatan tinggi karena memiliki risiko tinggi.
Ciri-Ciri Junk Stocks
Junk stocks memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya:
- Kurangnya keterbukaan informasi atas saham atau finansial perusahaannya
- Volatilitas tinggi karena harganya mudah naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat
- Likuiditas rendah berarti saham junk stocks sulit untuk diperjualbelikan tanpa memengaruhi saham
- Persyaratan junk stocks biasanya tidak selalu berlaku walau memenuhi persyaratan minimum pada bursa saham
Tips Investasi pada Junk Stocks
1. Analisis Mendalam
Junk stocks berasal dari perusahaan kecil dan cenderung kurang dikenal, sehingga informasi terkait saham atau perusahaan tersebut masih sulit ditemukan.
Baca Juga: Kontras, Saham Emiten Pemegang Aset Digital Justru Tertekan
Oleh karena itu, sebaiknya investor melakukan analisis mendalam pada model bisnis, kondisi keuangan, tim manajemen, dan berita atau perkembangan terbaru terkait perusahaan.
Penting juga untuk memahami operasi industri perusahaan serta lanskap persaingan yang dihadapinya.
2. Pilih Platform Perdagangan yang Tepat
Pilih platform perdagangan yang memperdagangkan saham junk stocks secara efektif. Pertimbangkan biaya serta komisi platform karena dapat memengaruhi profitabilitas secara signifikan, terutama saat berdagang dalam volume besar.
3. Mulai dari yang Kecil
Lebih baik lakukan investasi kecil terlebih dahulu pada saham junk stocks sambil mempelajari seluk-beluk perdagangan ini, mengingat saham ini memiliki risiko tinggi.
4. Fokus pada Likuiditas
Fokus pada saham junk stocks dengan volume perdagangan yang lebih tinggi, karena saham tersebut lebih mungkin menyediakan likuiditas yang dibutuhkan untuk berdagang secara efektif.
5. Gunakan limit order
Gunakan limit order untuk mengendalikan harga junk stocks saat perdagangan dieksekusi. Hal ini dapat mencegah order pada harga yang jauh lebih buruk dari yang diantisipasi akibat perubahan harga yang cepat. Limit order menetapkan harga maksimum untuk dibayarkan saat membeli dan harga minimum saat menjual.
6. Memiliki Strategi Keluar
Tetapkan target harga yang jelas untuk keuntungan serta kerugian. Dengan begitu, pengambilan keputusan impulsif dapat dihindari.
7. Pantau Perkembangan Investasi
Investasi pada saham junk stocks perlu dipantau secara aktif. Ikuti perkembangan berita perusahaan serta bersiap dalam membuat keputusan cepat karena saham seperti ini sering dipengaruhi oleh berita atau peristiwa pasar.
8. Bersiap untuk Kerugian
Mengingat saham junk stocks tidak selalu berhasil dan memiliki risiko tinggi, maka persiapkan diri secara mental dan finansial dalam mengantisipasi kerugian. Hal ini dilakukan agar diri kita tetap fokus dan menghindari jebakan perdagangan emosional.
Laporan: Dewi Triana Rahmawati/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










