Akurat

Kontras, Saham Emiten Pemegang Aset Digital Justru Tertekan

Hefriday | 14 September 2025, 19:35 WIB
Kontras, Saham Emiten Pemegang Aset Digital Justru Tertekan

AKURAT.CO Pasar saham aset digital memasuki periode penuh ketidakpastian. Meskipun harga spot Bitcoin relatif stabil dalam sepekan terakhir, pergerakan saham perusahaan yang memegang aset digital justru menunjukkan perpecahan tajam.

Firma riset 10x Research menilai kondisi ini sebagai tanda awal potensi rotasi besar dalam industri aset kripto.

Dikutip dari laman BeInCrypto, Minggu (14/9/2025), dalam laporannya, 10x Research menjelaskan bahwa sektor ini kini terbagi menjadi dua kubu: pemain lama yang mulai tertekan dan pemenang baru yang muncul di tengah perubahan likuiditas pasar.
 
Premi yang sebelumnya menjadi pendorong utama pertumbuhan saham treasury aset digital mulai menyusut. Hal ini meningkatkan risiko tekanan di kemudian hari.

“Yang terlihat sebagai konsolidasi harga sebenarnya bisa menjadi ketenangan sebelum rotasi tajam,” tulis 10x Research. 
 
Analisis tersebut menyoroti bahwa kondisi datar harga spot Bitcoin tidak berarti pasar bebas dari risiko gejolak.

Salah satu perusahaan yang terkena dampak adalah MicroStrategy, pionir dalam strategi treasury berbasis Bitcoin. Perusahaan ini sebelumnya dikenal sebagai pembeli agresif Bitcoin, namun kini menghadapi keterbatasan. 
 
 
Nilai aset bersih (NAV) multiple MicroStrategy merosot dari 1,75 kali pada Juni menjadi 1,24 kali pada September. Penurunan ini membatasi kemampuan perusahaan untuk melakukan pembelian baru.
 
Saham MicroStrategy pun terkoreksi dari USD400 menjadi USD326, mencerminkan melemahnya model treasury tanpa dukungan premi ekuitas.

Investor independen dan podcaster Jason turut memberikan peringatan keras. Menurutnya, lebih baik investor membeli Bitcoin secara langsung ketimbang berinvestasi pada saham perusahaan treasury seperti MicroStrategy. 
 
“MSTR terlalu rumit, berlapis, dan justru membuat investor kehilangan kendali,” ujarnya.

Nasib serupa juga dialami Metaplanet, perusahaan asal Jepang yang kerap dijuluki “MicroStrategy Jepang”. Saham Metaplanet anjlok hingga 66% akibat ketidakpastian kebijakan pajak pada musim panas lalu.
 
Meski masih diperdagangkan di kisaran 1,5 kali NAV, volatilitas sahamnya tetap tinggi akibat dominasi arus ritel yang membuat harga tidak stabil.

Dari sisi lain, beberapa perusahaan justru menikmati momentum positif. Circle, misalnya, mencatat kenaikan saham sebesar 19,6% sejak 9 September. Lonjakan ini didorong oleh adopsi stablecoin USDC melalui kemitraan strategis dengan Finastra.
 
10x Research bahkan menyebut Circle lebih menarik dibanding Coinbase sebagai penerima manfaat utama dari aliran likuiditas baru di pasar kripto.

Sementara itu, pergerakan pasar derivatif menunjukkan kondisi yang relatif tenang. Data 10x Research mengungkapkan volatilitas tersirat Bitcoin turun 6% dan Ethereum merosot 12% pada kedaluwarsa 12 September.
 
Tren ini dipicu data inflasi Amerika Serikat yang stabil. Meski demikian, analis memperingatkan bahwa premi yang semakin tertekan dapat memicu tekanan tajam jika arus pasar tiba-tiba berbalik arah.

Menurut Galaxy Research, perusahaan treasury aset digital (Digital Asset Treasury Companies/DATCOs) kini memegang lebih dari USD100 miliar aset kripto hingga Juli 2025. MicroStrategy, Metaplanet, dan beberapa perusahaan lain menjadi pemain utama. 
 
Namun, penurunan valuasi ekuitas dinilai berpotensi mengganggu akses pendanaan. Galaxy menekankan bahwa strategi penggalangan dana seperti At-the-Market dan PIPEs yang efektif saat siklus bullish bisa berubah menjadi risiko pada periode penurunan pasar.

Laporan bulanan Coinbase Institutional juga menegaskan bahwa sektor treasury aset digital kini memasuki fase “PvP” atau player versus player. Keberhasilan perusahaan tidak lagi bergantung pada sekadar meniru strategi lama, tetapi pada kemampuan eksekusi nyata di tengah kompetisi yang makin ketat.
 
Coinbase memperkirakan aliran dana ke DAT akan terus menopang Bitcoin hingga akhir 2025, meski era premi mudah sudah berakhir.

BeInCrypto menambahkan bahwa perlambatan pembelian perusahaan treasury kini mulai terlihat. Beberapa perusahaan dengan eksposur pada Ethereum bahkan diperdagangkan di bawah nilai aset bersih yang disesuaikan (mNAV). 
 
Kondisi ini membatasi penggalangan dana dan meningkatkan potensi penjualan paksa. Selain itu, perusahaan kecil yang mengandalkan utang disebut semakin rentan terhadap risiko likuidasi.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa