Akurat

Purbaya Tegaskan Anggaran Mengendap Jadi Beban Negara

Hefriday | 11 September 2025, 17:50 WIB
Purbaya Tegaskan Anggaran Mengendap Jadi Beban Negara

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudi Sadewa menegaskan bahwa salah satu pekerjaan rumah besar dalam pengelolaan fiskal Indonesia adalah efisiensi penggunaan anggaran.

Dirinya menyoroti fenomena dana pemerintah yang kerap mengendap dalam jumlah besar di bank sentral maupun bank umum, sementara kebutuhan pembangunan masih mendesak.

Menurutnya, dana yang tidak segera dibelanjakan sama saja membebani negara. Pasalnya, sebagian besar dana tersebut diperoleh melalui utang dengan bunga yang harus dibayar setiap tahun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Harus Hati-hati Bicara di Depan Publik

“Itu pemborosan, karena uangnya diam sementara bunganya jalan terus,” kata Purbaya dalam diskusi Transformasi Ekonomi Nasional Pertumbuhan Inklusif Menuju 8% di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Dirinya mencontohkan pada periode tertentu, dana pemerintah yang tersimpan di perbankan bisa mencapai ratusan triliun rupiah. Jika uang tersebut digelontorkan ke sistem ekonomi, dampaknya bisa langsung terlihat pada pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan daya beli masyarakat.

Sebagai solusi, ia merencanakan pembentukan tim khusus di Kementerian Keuangan yang bertugas memantau realisasi belanja setiap kementerian dan lembaga. Bila ditemukan serapan anggaran yang lambat, tim ini akan membantu mempercepat proses agar tidak ada dana pembangunan yang terhambat di jalur birokrasi.

Purbaya menyadari masalah ini bukan hanya soal teknis, melainkan juga terkait dengan kapasitas kelembagaan di daerah. Oleh karena itu, ia membuka kemungkinan menempatkan tenaga tambahan dari pusat untuk membantu daerah atau kementerian yang kesulitan dalam pelaksanaan anggaran.

Dalam jangka pendek, percepatan serapan anggaran dipandang penting untuk menjaga momentum ekonomi. Ia menilai pertumbuhan bisa terkerek lebih cepat jika program-program pemerintah tersalurkan secara tepat waktu, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: IHSG Sesi I Naik 0,8 Persen, Pasar Respons Positif Komentar Menkeu Purbaya

Dari sisi lain, ia mengingatkan bahwa kebijakan fiskal tidak boleh hanya berorientasi pada belanja, tetapi juga harus menjaga stabilitas. Dengan kata lain, penyerapan anggaran yang tinggi harus diimbangi dengan kualitas program agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Purbaya juga menyinggung soal transfer ke daerah yang sempat menuai perdebatan. Purbaya berjanji akan menyesuaikan kebijakan ini agar tidak menimbulkan kegelisahan di tingkat lokal. “Kalau daerah tenang, pembangunan bisa lebih lancar,” ucapnya.

Langkah efisiensi dan percepatan belanja ini sekaligus menunjukkan gaya kepemimpinan barunya, yakni pragmatis, transparan, dan blak-blakan. Purbaya tidak segan membuka kelemahan birokrasi sekaligus menawarkan jalan keluarnya.

Dengan strategi ini, ia berharap fiskal Indonesia lebih sehat, pemborosan bisa ditekan, dan pertumbuhan ekonomi dapat didorong menuju level yang lebih tinggi.

“Yang penting uangnya jangan nganggur, harus segera bekerja untuk rakyat,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi