Akurat

Kondisi Global Diliputi Ketidakpastian, OJK Berharap Menkeu Baru Bisa Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Idham Nur Indrajaya | 9 September 2025, 16:36 WIB
Kondisi Global Diliputi Ketidakpastian, OJK Berharap Menkeu Baru Bisa Jaga Stabilitas Industri Keuangan

AKURAT.CO Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2025, menjadi sorotan pelaku industri keuangan. Bukan hanya soal pergantian figur dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya, tetapi juga karena tantangan ekonomi dunia yang masih penuh ketidakpastian. Dalam situasi ini, peran Menteri Keuangan baru dianggap krusial untuk menjaga stabilitas perbankan nasional.

Pentingnya Koordinasi di Tengah Ketidakpastian

Ketua Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae, menekankan bahwa kunci menghadapi kondisi saat ini adalah memperkuat koordinasi antar-lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Menurutnya, Menteri Keuangan sebagai kepala KSSK memiliki peran vital untuk memastikan sinergi dengan OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan berjalan efektif.

“Harapannya koordinasi kita antar-kelembagaan ke depan itu semakin baik: Kementerian Keuangan, OJK, BI, LPS, semuanya bisa semakin solid. Karena dalam menghadapi situasi saat ini yang masih uncertain, kita membutuhkan koordinasi yang baik,” ujar Dian di JW Marriot Hotel seusai beliau menghadiri Digital Banking Awards yang diselenggarakan oleh Investortrust.id, Selasa, 9 September 2025.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa hal, diperlukan keputusan bersama antar-lembaga yang saling mendukung untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan. Hal ini menjadi penting agar program prioritas pemerintah tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan di tengah dinamika global.

Kebijakan Fiskal yang Diharapkan

Menurut Dian, kebijakan fiskal ke depan akan sangat menentukan arah stabilitas perbankan. Ia menilai bahwa ekspansi fiskal memang mampu meningkatkan likuiditas perbankan, tetapi harus diimbangi dengan disiplin fiskal yang ketat.

“Ekspansi fiskal itu sangat menentukan likuiditas perbankan, salah satunya. Tetapi pada saat yang sama, disiplin fiskal juga sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan,” tegasnya.

Konsistensi dalam menjaga disiplin fiskal, lanjut Dian, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor, baik domestik maupun global. Kepercayaan itu pada akhirnya menopang daya tarik instrumen seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan global bond, yang penting bagi pembiayaan negara.

PR Berat Menkeu Baru

Meski sudah berpengalaman di lingkaran KSSK, Purbaya tetap menghadapi tantangan besar. Ketika ditanya soal apa saja pekerjaan rumah Menteri Keuangan baru, Dian menjawab singkat namun penuh makna, “Beliau juga masih mikir, nanti saya juga mikir. (tersenyum) Nanti di KSSK tentu kita akan koordinasi terkait apa-apa yang menjadi concern. Apalagi beliau bukan orang baru, sudah ada di dalam KSSK sendiri.”

Jawaban ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan sekadar teknis, melainkan bagaimana mengelola ketidakpastian global secara kolektif bersama lembaga keuangan lainnya.

Profil Singkat Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro di ITB, lalu melanjutkan studi ekonomi hingga meraih MSc dan Ph.D di Purdue University, Amerika Serikat.

Kariernya mencakup dunia korporasi, riset, hingga birokrasi. Purbaya pernah menjadi ekonom senior di Danareksa Research Institute, Direktur Utama PT Danareksa Securities, hingga anggota direksi PT Danareksa (Persero). Di pemerintahan, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk di Kemenko Perekonomian, Kantor Staf Presiden, Kemenko Polhukam, dan Kemenko Maritim.

Pada 2020, ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, lembaga yang berperan penting menjaga stabilitas sistem keuangan. Kini, melalui Keppres Nomor 86P Tahun 2025, ia resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.

Menanti Langkah Konkret

Dengan latar belakang panjang di sektor ekonomi dan pengalaman koordinasi lintas lembaga, Purbaya diharapkan mampu menjawab tantangan besar: bagaimana menjaga stabilitas perbankan nasional di tengah kondisi global yang diliputi ketidakpastian.

Bagi OJK, koordinasi erat dalam KSSK menjadi kunci. Di sisi lain, kombinasi antara ekspansi fiskal untuk mendorong pertumbuhan dan disiplin fiskal untuk menjaga kepercayaan publik harus tetap berjalan beriringan.

Baca Juga: Reshuffle Menkeu, Rupiah Terjun Satu Persen Lebih ke Rp16.481

Baca Juga: Menanti Gebrakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

FAQ

1. Kenapa OJK menyoroti kondisi ekonomi yang uncertain?
Karena ketidakpastian global berdampak langsung pada stabilitas keuangan nasional. OJK menilai koordinasi antar-lembaga di KSSK menjadi kunci agar kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung.

2. Apa yang diharapkan OJK dari Menteri Keuangan baru?
OJK berharap Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu dapat memperkuat koordinasi dengan OJK, BI, dan LPS, menjaga disiplin fiskal, serta memastikan program prioritas pemerintah berjalan berkesinambungan.

3. Mengapa disiplin fiskal penting bagi stabilitas perbankan?
Disiplin fiskal memperkuat kepercayaan publik dan investor. Hal ini penting agar instrumen keuangan seperti SBN dan global bond tetap diminati, yang pada akhirnya mendukung stabilitas perbankan.

4. Apa hubungan kebijakan fiskal dengan likuiditas perbankan?
Ekspansi fiskal bisa meningkatkan likuiditas perbankan karena ada lebih banyak aliran dana di pasar. Namun tanpa disiplin fiskal, risiko instabilitas keuangan juga bisa meningkat.

5. Apa saja tantangan utama Menkeu baru di tengah kondisi uncertain?
Tantangannya meliputi menjaga kepercayaan investor, menyeimbangkan antara ekspansi fiskal dan disiplin fiskal, serta memperkuat koordinasi KSSK untuk menghadapi ketidakpastian global.

6. Siapa sebenarnya Purbaya Yudhi Sadewa?
Purbaya adalah ekonom lulusan ITB dan Purdue University yang pernah menjabat di Danareksa, Kemenko Perekonomian, Kemenko Maritim, hingga Ketua Dewan Komisioner LPS. Pada 8 September 2025, ia resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.