Akurat

Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru

Andi Syafriadi | 8 September 2025, 16:20 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025), bersamaan dengan perombakan kabinet pada sejumlah pos kementerian lainnya.

Keputusan ini menandai berakhirnya masa pengabdian Sri Mulyani yang dikenal luas sebagai figur sentral dalam menjaga stabilitas fiskal Indonesia selama hampir satu dekade terakhir. Pergantian ini sekaligus membuka babak baru dalam arah kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo.

Latar Belakang Purbaya

Seperti yang diketahui, Purbaya Yudhi Sadewa bukan nama baru di bidang ekonomi. Ia sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020. Dalam kapasitasnya, ia terlibat langsung menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, termasuk ketika perbankan menghadapi tekanan akibat pandemi Covid-19.

Sebelum bergabung dengan LPS, Purbaya juga dikenal sebagai ekonom yang aktif memberikan pandangan kritis terhadap dinamika makroekonomi. Rekam jejak akademisnya dibangun sejak lama melalui kiprah sebagai peneliti di berbagai lembaga strategis.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Gantikan Sri Mulyani Jadi Menkeu, 5 Menteri Lain Dilantik

Sebagai Menteri Keuangan baru, Purbaya akan menghadapi tantangan besar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tercatat menanggung beban belanja cukup besar untuk mendukung prioritas pembangunan Presiden Prabowo, termasuk di sektor pangan, pertahanan, dan infrastruktur.

Defisit anggaran perlu dijaga agar tetap dalam batas aman, sementara kebutuhan pembiayaan pembangunan semakin meningkat.

Selain itu, pengelolaan utang, stabilitas nilai tukar rupiah, serta upaya memperluas basis penerimaan pajak akan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani.

Warisan Sri Mulyani

Di satu sisi, Purbaya mewarisi fondasi fiskal yang relatif kuat dari Sri Mulyani. Selama masa jabatannya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berhasil menjaga defisit anggaran tetap terkendali dan utang pemerintah dalam batas yang sehat.

Baca Juga: Cukai Minuman Manis Akan Berlaku 2026, Kemenkeu Tegaskan Aspek Kesehatan

Reformasi perpajakan dan transparansi pengelolaan APBN juga menjadi pijakan penting yang kini harus dilanjutkan.

Namun, pergantian ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pelaku pasar dan investor. Kredibilitas Sri Mulyani di mata internasional dianggap sulit ditandingi, sehingga langkah-langkah awal Purbaya akan sangat menentukan arah kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

 

Dengan dilantiknya Purbaya Yudhi Sadewa, perhatian publik kini tertuju pada arah kebijakan fiskal yang akan ditempuh. Sinergi dengan Bank Indonesia, lembaga keuangan, serta kementerian lain diyakini menjadi kunci agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Meski menghadapi beban berat, rekam jejak Purbaya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan diharapkan dapat menjadi modal penting. Keputusan-keputusannya akan diuji tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga dalam menjaga kredibilitas Indonesia di mata dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.