5 Sinyal Awal Harga Sebuah Aset Kripto Bakal Melejit
Hefriday | 7 September 2025, 15:29 WIB

AKURAT.CO Pasar aset kripto dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi. Namun, di balik pergerakan harga yang sering kali sulit ditebak, terdapat sejumlah indikator yang dapat memberi gambaran awal sebelum sebuah koin atau token mengalami lonjakan tajam.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (7/9/2025), salah satu indikator yang sering diperhatikan adalah, pertama, aktivitas on-chain. Ketika jumlah dompet aktif meningkat tajam, volume transaksi melonjak, atau partisipasi pengembang pada suatu jaringan bertambah, biasanya pasar sedang berada dalam fase akumulasi.
Fase ini kerap menjadi pertanda akan terjadinya kenaikan harga, sebagaimana pernah terlihat pada beberapa aset besar di masa lalu.
Selain faktor teknis, kedua, narasi yang berkembang di kalangan komunitas juga punya pengaruh besar. Setiap siklus kripto biasanya didominasi oleh tema tertentu, misalnya penawaran koin perdana (ICO) di 2017, kemudian munculnya DeFi dan NFT pada 2021.
Tahun 2025, tren serupa muncul dengan menguatnya pembicaraan mengenai aset dunia nyata (RWA), kecerdasan buatan, hingga token komunitas. Semakin besar dominasi narasi ini, semakin cepat pula dampaknya terhadap harga aset.
Indikator lain yang tidak kalah penting adalah, ketiga, pergerakan para pemegang besar atau yang dikenal dengan sebutan whale. Mereka sering kali mulai mengakumulasi aset lebih dulu sebelum perhatian investor ritel meningkat. Ketika suplai token di bursa menurun karena diserap whale, tekanan harga biasanya bergerak naik secara signifikan.
Keempat, momentum juga sering datang ketika sebuah proyek berhasil masuk ke bursa kripto besar. Pengumuman listing di platform ternama seperti Binance, Coinbase, atau Kraken dapat langsung mendongkrak minat investor.
Selain memperluas jangkauan pasar, peningkatan likuiditas membuat aset lebih mudah diperdagangkan, sehingga menarik bagi investor institusi.
Terakhir, tidak bisa diabaikan, komunitas menjadi pendorong besar dalam mempertahankan popularitas suatu proyek. Token yang berbasis meme seperti Dogecoin atau Shiba Inu mampu bertahan berkat dukungan penggemar yang aktif di media sosial.
Lonjakan keterlibatan di platform seperti Telegram, Discord, maupun X sering menjadi pertanda awal masuknya arus dana baru dari investor ritel.
Meski demikian, para analis mengingatkan agar investor tidak hanya terpaku pada satu indikator. Menggabungkan data on-chain, tren komunitas, hingga pergerakan whale perlu dilakukan agar keputusan investasi lebih seimbang. Mengandalkan satu sinyal tanpa pertimbangan risiko bisa berujung kerugian.
Strategi pengelolaan risiko seperti diversifikasi portofolio, penentuan batas kerugian (stop loss), dan disiplin dalam alokasi aset tetap menjadi kunci di pasar kripto. Mengingat sifatnya yang sangat fluktuatif, hanya investor dengan perencanaan matang yang bisa bertahan dan meraih peluang dari pergerakan harga.
Pada akhirnya, pasar kripto memang penuh kejutan. Namun, dengan kemampuan membaca sinyal-sinyal awal, investor dapat lebih siap menghadapi perubahan.
Mereka yang sigap mengantisipasi tren memiliki peluang lebih besar untuk berada di posisi yang menguntungkan saat lonjakan harga terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










