Fan Token dan CEX Tahan Laju, Pasar Kripto Tetap Volatil

AKURAT.CO Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Bitcoin, sebagai aset digital terbesar, sempat menorehkan rekor tertinggi baru atau all time high (ATH), namun kemudian mengalami koreksi.
Meski begitu, dominasi Bitcoin dalam memengaruhi pergerakan aset digital lain mulai berkurang. Saat ini, sejumlah token justru bergerak karena faktor eksternal, baik dari industri olahraga, bursa kripto, maupun inovasi ekosistem baru.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (17/8/2025), salah satu tren paling menonjol datang dari fan token. Token yang terhubung dengan klub olahraga atau tim balap ini mencatat kenaikan rata-rata lebih dari 11%.
Baca Juga: Era Baru Kripto di Indonesia, Upbit Dukung Regulasi dan Dorong Edukasi Pajak
Momentum tersebut dipicu oleh berlangsungnya musim Formula 1 serta liga sepak bola populer di Eropa. Antusiasme penggemar olahraga terbukti menjadi pendorong utama minat investor, menjadikan fan token sebagai salah satu aset kripto dengan performa paling positif dalam sepekan terakhir.
Khususnya, Alpine F1 Team Fan Token berhasil melonjak hingga 57% hanya dalam 24 jam, menembus level harga di atas USD2. Lonjakan ini memperlihatkan keterkaitan erat antara perhatian publik terhadap ajang olahraga dan nilai fan token di pasar kripto. Tren ini sekaligus mengonfirmasi bahwa sektor olahraga memiliki daya dorong besar dalam adopsi aset digital.
Namun, para analis mengingatkan bahwa kenaikan fan token tidak terlepas dari risiko. Apabila euforia penggemar mereda atau terjadi perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba, harga fan token bisa terkoreksi dengan cepat. Oleh sebab itu, investor perlu memperhatikan kelanjutan keterlibatan komunitas olahraga sebelum memutuskan untuk masuk lebih dalam pada aset ini.
Selain fan token, token centralized exchange (CEX) juga menunjukkan ketahanan menarik di tengah turunnya harga Bitcoin dari ATH terbaru sekitar USD124.474. Secara rata-rata, token CEX naik 5,49% dalam sepekan terakhir. Nama-nama seperti Huobi, Cronos, hingga native token milik OKX tampil sebagai salah satu yang paling solid.
Baca Juga: Rambah Pasar Treasury Kripto, Perusahaan DeFi Afiliasi Trump Siapkan Modal USD1,5 Miliar
Di antara token CEX, OKB mencatat lonjakan paling signifikan, yakni 131% dalam waktu sepekan. Saat ini, harga OKB berada mendekati level support USD105.
Jika token ini mampu bertahan di atas titik tersebut, peluang untuk menembus rekor baru semakin terbuka lebar. Namun sebaliknya, jika sentimen investor berubah, potensi koreksi ke level USD77 bisa terjadi, membatalkan prospek kenaikan.
Performa positif juga datang dari ekosistem Bonk.fun yang belakangan semakin mencuri perhatian. Platform ini bersaing dengan pump.fun dalam menarik minat investor melalui peluncuran token-token baru. Hasilnya, sentimen bullish terhadap ekosistem ini meningkat, memperlihatkan potensi besar dari inovasi di sektor token launchpad.
Salah satu token utama di ekosistem tersebut, Useless (USELESS), mencatat kenaikan 32% hanya dalam satu hari, melanjutkan reli 74% dari pekan sebelumnya. Saat ini, USELESS diperdagangkan di kisaran USD0,296 dan tengah mencoba menembus resistance di USD0,364. Tren kenaikan ini menandakan adanya arus modal masuk yang cukup besar dari investor yang melihat peluang di token eksperimental.
Meski demikian, risiko tetap membayangi. Jika USELESS gagal mempertahankan support USD0,296 akibat meningkatnya tekanan jual, sebagian keuntungan bisa terhapus. Kondisi ini berpotensi mengubah arah pergerakan menjadi bearish dan mendorong penurunan harga lebih dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










