BI Pastikan Payment ID Belum Diluncurkan, Fokus Uji Coba dan Siap Dukung Penyaluran Bansos

AKURAT.CO Rencana Bank Indonesia (BI) meluncurkan Payment ID pada 17 Agustus 2025 sempat menjadi sorotan publik.
Sistem ini digadang-gadang akan menjadi pengenal unik (unique identifier) berisi sembilan karakter berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang mengonsolidasi seluruh informasi keuangan individu, mulai dari rekening bank hingga dompet digital, ke dalam satu identitas.
Meski tujuannya untuk memperkuat profil keuangan, mencegah penipuan, dan melindungi penyedia jasa pembayaran, wacana ini menuai pro-kontra, terutama soal privasi dan keamanan data pribadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa Payment ID belum akan diluncurkan pada 17 Agustus.
"Sampai hari ini belum ada Payment ID, masih sandbox," ujar Dicky di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Dicky menjelaskan, Payment ID tengah dipersiapkan untuk mendukung program bantuan sosial (bansos) nontunai yang rencananya akan diujicobakan pemerintah di Banyuwangi, Jawa Timur, pada September 2025. Perannya dalam penyaluran bansos masih menunggu ketentuan resmi dari pemerintah.
Baca Juga: Macam-Macam Kata untuk Membuat Kalimat Bahasa Indonesia Tingkat SD: Panduan Lengkap
BI memastikan pengembangan sistem ini melibatkan berbagai pihak untuk mengantisipasi potensi risiko dan kerentanan.
Selain itu, implementasinya akan sepenuhnya mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) guna menjaga kerahasiaan informasi nasabah.
Direktur Departemen Sistem Pembayaran BI, Dudi Dermawan, menegaskan bahwa Payment ID mampu merekam seluruh data pemasukan dan pengeluaran individu, menjadikannya alat analisis keuangan yang kuat.
Namun, sistem ini tidak akan menggantikan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik OJK, melainkan melengkapinya untuk memperkuat proses analisis kredit.
Akses ke data Payment ID hanya dapat dilakukan dengan persetujuan aktif (consent) dari pemilik data, sejalan dengan prinsip data ownership.
Dengan penundaan peluncuran ini, BI menegaskan komitmennya untuk memastikan Payment ID dikembangkan secara matang, aman, dan sesuai regulasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tanpa mengorbankan privasi masyarakat.
Laporan: Bayu Aji Pamungkas/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






