Akurat

7 Langkah Aman Trading Kripto Untuk Pemula

Hefriday | 9 Agustus 2025, 18:13 WIB
7 Langkah Aman Trading Kripto Untuk Pemula

AKURAT.CO Trading kriptoseperti Bitcoin, Ethereum, maupun altcoin lainnya telah menarik perhatian banyak investor, terutama generasi muda yang tertarik pada potensi keuntungannya yang tinggi.

Namun, pasar aset digital ini juga dikenal dengan volatilitasnya yang ekstrem. Karena itu, pemahaman yang menyeluruh sebelum memulai investasi di sektor ini menjadi hal yang sangat krusial, terutama bagi pemula.

Dikutip dari laman Crypto, Sabtu (9/8/2025), Cryptocurrency merupakan aset digital yang menggunakan teknologi blockchain sebagai dasar operasionalnya. Salah satu ciri khas dari pasar crypto adalah sifatnya yang berlangsung 24 jam tanpa henti, berbeda dengan pasar saham atau forex yang memiliki jam operasional terbatas. 

Hal ini membuka peluang tanpa batas, tetapi juga berarti risiko yang terus mengintai setiap waktu. Oleh karena itu, memahami dasar-dasar blockchain, mekanisme kerja kripto, serta faktor-faktor yang memengaruhi naik turunnya harga menjadi langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan.
 

Sebelum terjun lebih jauh, pertama calon trader perlu mengenali berbagai gaya trading yang ada dan memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing.
 
Beberapa strategi populer antara lain day trading (jual beli dalam satu hari), swing trading (memegang aset beberapa hari hingga minggu), scalping (transaksi cepat dalam waktu singkat), dan position trading (investasi jangka panjang). Setiap metode memiliki kelebihan dan risiko tersendiri yang perlu dipertimbangkan dengan matang.

Selain strategi, langkah kedua adalah memilih platform trading yang aman dan terpercaya juga sangat penting. Di Indonesia, beberapa platform seperti Pintu sudah memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). 
 
Platform seperti ini umumnya sudah dilengkapi dengan sistem keamanan seperti Two-Factor Authentication (2FA) untuk melindungi akun pengguna dari risiko pencurian atau peretasan. Pengguna disarankan menghindari platform tanpa izin resmi atau yang memiliki reputasi buruk di komunitas crypto.

Setelah memahami dasar dan memilih platform yang tepat, langkah ketiga adalah menguasai analisis pasar. Terdapat dua jenis analisis utama yang umum digunakan dalam trading, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. 
 
Analisis teknikal memanfaatkan grafik harga dan indikator untuk membaca tren, sedangkan analisis fundamental melibatkan pengamatan terhadap berita, perkembangan teknologi, dan sentimen pasar. Kombinasi dari kedua analisis ini dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan investasi.

Keempat, manajemen risiko menjadi kunci utama dalam menjaga kelangsungan investasi. Trader pemula sangat disarankan untuk menggunakan fitur seperti stop-loss dan take-profit yang memungkinkan kerugian dan keuntungan dikunci pada batas tertentu. 
 
Selain itu, langkah kelima yakni prinsip dasar seperti tidak menggunakan dana yang tidak siap untuk hilang, serta menghindari emosi dalam mengambil keputusan sangat dianjurkan untuk diterapkan secara disiplin.

Langkah keenam, Untuk menghindari kerugian besar di awal, pemula sebaiknya memulai dengan modal kecil atau bahkan mencoba akun demo yang disediakan oleh sebagian platform. Tahap awal dalam dunia crypto seharusnya difokuskan pada proses belajar, bukan mengejar keuntungan besar secara instan. Melalui pendekatan ini, kerugian dapat diminimalkan, sementara pemahaman terhadap pasar terus bertumbuh.

Tak kalah penting, langkah terakhir, pelaku trading perlu terus mengembangkan diri dan memperbarui pengetahuan seiring dengan perubahan yang terjadi di industri ini. Dunia kripto sangat dinamis, dengan inovasi yang muncul hampir setiap saat. 
 
Dengan memperkaya diri lewat sumber-sumber edukasi terpercaya, trader dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas pengambilan keputusan dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, harga Bitcoin masih menjadi indikator utama yang diperhatikan oleh pelaku pasar. Per Jumat pekan ini, harga Bitcoin tercatat mencapai Rp1,88 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp37,66 triliun dan volume trading sebesar Rp563,11 triliun. 
 
Ethereum menyusul dengan harga Rp64,8 juta per koin dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,98%. Data ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap aset digital masih tinggi, meskipun volatilitas tetap menjadi tantangan utama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa