Akurat

Hashrate Bitcoin Tembus Rekor Baru

Hefriday | 9 Agustus 2025, 17:05 WIB
Hashrate Bitcoin Tembus Rekor Baru

AKURAT.CO Di tengah tekanan harga yang masih membayangi Bitcoin, jaringan cryptocurrency terbesar di dunia ini justru mencatatkan pencapaian signifikan.

Data terbaru menunjukkan bahwa hashrate rata-rata selama tujuh hari terakhir mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Fenomena ini menjadi sorotan karena mencerminkan meningkatnya partisipasi dan keyakinan para penambang terhadap masa depan Bitcoin.

Meskipun harga Bitcoin masih stagnan di kisaran Rp1,88 miliar, hashrate yang mencerminkan total kekuatan komputasi jaringan penambangan melonjak ke angka 952,5 exahash per detik (EH/s).
 
Angka ini memecahkan rekor sebelumnya sebesar 943,6 EH/s yang tercatat pada bulan Juni 2025 lalu. Lonjakan ini dinilai sebagai sinyal kuat atas keyakinan para penambang terhadap keberlanjutan dan keamanan jaringan Bitcoin.

Dikutip dari laman Crypto, Sabtu (9/8/2025), Hashrate sendiri merupakan indikator penting dalam dunia blockchain. Istilah ini menggambarkan total kapasitas komputasi yang digunakan untuk menambang dan mengamankan jaringan. 
 
 
Semakin tinggi hashrate, semakin aman dan tangguh jaringan terhadap serangan atau gangguan. Dengan kata lain, hashrate yang tinggi menandakan bahwa semakin banyak perangkat yang beroperasi untuk memvalidasi transaksi di jaringan Bitcoin.

Di sisi lain, peningkatan hashrate juga berpengaruh langsung pada “Difficulty” atau tingkat kesulitan penambangan. Sistem Bitcoin dirancang untuk menjaga waktu pemrosesan blok sekitar 10 menit. 
 
Jika hashrate meningkat signifikan, maka tingkat kesulitan akan disesuaikan naik, agar keseimbangan sistem tetap terjaga.
 
Berdasarkan data CoinWarz, penyesuaian berikutnya diprediksi akan membawa difficulty ke level 129,13 triliun hash angka tertinggi sepanjang sejarah.

Menariknya, lonjakan hashrate ini terjadi saat harga Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi. Harga sempat turun ke Rp1,82 miliar pada 3 Agustus 2025, sebelum kembali naik ke kisaran Rp1,89 miliar. 
 
Secara umum, penurunan harga biasanya mendorong para penambang untuk menghentikan operasional karena turunnya profitabilitas. Namun, tren yang terlihat saat ini justru sebaliknya.

Banyak analis menilai bahwa peningkatan hashrate tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang oleh para penambang besar.
 
Mereka tampaknya melihat peluang di balik stagnasi harga, dan mulai membangun infrastruktur untuk mengantisipasi lonjakan harga yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
 
Dengan menambah kapasitas lebih awal, mereka dapat mengambil posisi strategis saat pasar kembali memasuki fase bullish.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa ekosistem Bitcoin memiliki ketahanan yang kuat, bahkan di tengah tekanan harga. Semakin banyak penambang yang beroperasi, semakin tinggi tingkat desentralisasi dan keamanan jaringan.
 
Ini menjadi faktor penting yang dapat memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset digital paling aman dalam industri cryptocurrency global.

Namun demikian, investor tetap harus waspada. Kenaikan hashrate belum tentu berarti harga akan ikut naik dalam waktu dekat.
 
Faktor eksternal seperti regulasi, ketegangan geopolitik, serta kebijakan suku bunga global masih memainkan peran besar dalam menentukan arah pasar crypto secara keseluruhan.
 
Karena itu, langkah hati-hati dan analisis fundamental tetap diperlukan dalam mengambil keputusan investasi.

Dari perspektif teknis, peningkatan hashrate dan difficulty menandakan bahwa biaya operasional penambangan akan meningkat. Hal ini bisa berdampak pada penambang kecil yang memiliki margin lebih tipis.
 
Namun, bagi pemain besar yang telah melakukan efisiensi energi dan investasi teknologi, situasi ini justru menjadi keuntungan kompetitif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa