Akurat

Pengertian Aset, Jenis, dan Peran dalam Akuntansi dan Investasi

Eko Krisyanto | 5 Agustus 2025, 09:20 WIB
Pengertian Aset, Jenis, dan Peran dalam Akuntansi dan Investasi

AKURAT.CO Aset adalah komponen penting dalam dunia akuntansi dan investasi.
 
Dalam istilah paling umum, aset merupakan segala sesuatu yang dimiliki atau dikendalikan oleh individu maupun entitas yang memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan manfaat di masa depan. 
 
Baik perusahaan maupun investor menggunakan konsep aset sebagai dasar dalam pencatatan keuangan serta pengambilan keputusan investasi.
 
Dalam praktik akuntansi, aset digunakan untuk menyusun laporan keuangan, sedangkan dalam investasi, aset menjadi objek strategis dalam pengelolaan portofolio.
 
Dilansir dari Investopedia, menjelaskan bahwa "a capital asset is a long-term asset owned by a company, holding value beyond one year, and used for generating revenue."
 
Menurut International Financial Reporting Standards (IFRS), aset adalah sumber daya ekonomi yang dikendalikan entitas akibat peristiwa masa lalu, yang manfaat ekonominya di masa mendatang diharapkan mengalir ke entitas tersebut. Konsep ini bersifat universal dan diterapkan oleh hampir semua sistem akuntansi dunia, termasuk dalam praktik di Indonesia yang mengacu pada PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).
 
 
Secara umum, aset terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:
 
1. Aset Lancar (Current Assets)
 
Aset yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas atau digunakan dalam jangka waktu satu tahun atau siklus operasi normal. Contohnya adalah kas, piutang, dan persediaan.
 
2. Aset Tetap (Fixed Assets/Capital Assets)
 
Aset berwujud yang digunakan untuk operasional dan memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti tanah, gedung, mesin, dan kendaraan. Aset ini umumnya mengalami penyusutan nilai atau depresiasi.
 
3. Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets)
 
Aset yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi memiliki nilai ekonomi, seperti hak cipta, paten, lisensi, dan goodwill.
 
4. Aset Keuangan (Financial Assets)
 
Meliputi instrumen seperti saham, obligasi, deposito, dan derivatif yang memiliki nilai berdasarkan klaim kontraktual.
 
Dalam konteks akuntansi, aset memainkan berbagai peran penting. Yaitu:
 
1. Aset menjadi elemen utama dalam penyusunan neraca dimana total aset dibandingkan dengan kewajiban dan ekuitas untuk menentukan kesehatan keuangan perusahaan.
 
2. Aset tetap dihitung penyusutannya dari tahun ke tahun untuk mencerminkan nilai ekonominya secara realistis.
 
3. Aset tidak berwujud dan keuangan seringkali memerlukan penilaian berdasarkan metode khusus seperti fair value, terutama ketika perusahaan menjalankan audit eksternal. Jika perusahaan memiliki saham di entitas lain (misalnya 20-50%), maka nilai aset tersebut dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai standar akuntansi internasional dan lokal.
 
Sementara dalam dunia investasi, aset memiliki fungsi strategis yang sangat penting. Pemahaman terhadap jenis dan karakter aset memungkinkan investor merancang strategi keuangan yang lebih optimal.
 
 
Adapun peran aset dalam dunia investasi dapat dirinci sebagai berikut:
 
1. Instrumen investasi utama
 
Aset seperti saham, obligasi, properti, dan komoditas digunakan sebagai sarana penempatan modal guna menghasilkan keuntungan jangka pendek maupun panjang, seperti dividen, bunga, atau capital gain.
 
2. Sumber penghasilan pasif
 
Aset dapat memberikan arus kas rutin, misalnya dari sewa properti, bunga deposito, atau dividen saham yang diterima tanpa harus aktif menjalankan usaha.
 
3. Sarana diversifikasi risiko
 
Dengan memiliki berbagai jenis aset (dalam berbagai kelas aset seperti ekuitas, pendapatan tetap, dan real estate), investor dapat mengurangi risiko kerugian karena ketergantungan pada satu jenis instrumen.
 
4. Indikator kekayaan dan kestabilan portofolio
 
Nilai total aset yang dimiliki menunjukkan daya beli, kestabilan, dan ketahanan keuangan seseorang atau perusahaan dalam menghadapi fluktuasi pasar.
 
5. Basis strategi alokasi portofolio
 
Investor mengelompokkan aset berdasarkan profil risiko, likuiditas, dan jangka waktu investasi, untuk menyusun portofolio sesuai tujuan keuangan.
 
6. Alat lindung nilai (hedging)
 
Aset tertentu seperti emas atau real estate sering digunakan untuk menjaga nilai kekayaan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
 
Aset bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan cerminan dari potensi pertumbuhan, stabilitas, dan keberlanjutan suatu entitas ekonomi.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R