Akurat

Minat Turun, Harga XRP Terancam Koreksi Lebih Dalam

Hefriday | 3 Agustus 2025, 18:30 WIB
Minat Turun, Harga XRP Terancam Koreksi Lebih Dalam

AKURAT.CO Minat terhadap salah satu aset kripto terbesar, XRP, mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan. Sejumlah indikator utama di jaringan (on-chain metrics) mengindikasikan adanya potensi kelemahan jangka pendek dalam pergerakan harga XRP.

Dengan menurunnya sentimen bullish di pasar kripto secara keseluruhan, analis menilai XRP berisiko mengalami penurunan harga yang lebih dalam dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (3/8/2025), salah satu sinyal kuat dari penurunan minat terhadap XRP terlihat dari Estimated Leverage Ratio (ELR) yang tercatat pada platform Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia.

Menurut data dari CryptoQuant, ELR XRP saat ini berada di angka 0,36, level penutupan mingguan terendah dalam satu bulan terakhir. Penurunan ini menandakan bahwa para trader mulai menarik diri dari posisi berisiko tinggi.

Baca Juga: XRP dalam Tren Bullish di Tengah Volatilitas Pasar

Sebagai informasi, ELR mengukur jumlah rata-rata leverage yang digunakan oleh para trader untuk memperdagangkan aset kripto di sebuah exchange. ELR diperoleh dengan membagi jumlah open interest dengan cadangan koin di exchange tersebut.

Angka yang lebih tinggi menandakan trader menggunakan leverage lebih besar, sementara angka yang menurun menunjukkan peningkatan kehati-hatian dan penghindaran risiko.

Penurunan ELR menunjukkan bahwa para investor semakin berhati-hati terhadap prospek jangka pendek XRP. Mereka menghindari penggunaan leverage tinggi yang dapat memperbesar potensi kerugian, apalagi di tengah volatilitas pasar yang meningkat. Hal ini mencerminkan ketidakpastian terhadap masa depan XRP, setidaknya dalam jangka pendek.

Tidak hanya di pasar derivatif, tren pesimistis juga terlihat di pasar spot. Data dari Coinglass menunjukkan bahwa XRP mencatat arus bersih negatif (net outflow) lebih dari USD222 juta sejak 29 Juli 2025. Ini merupakan indikasi bahwa lebih banyak trader menjual XRP dan mengambil keuntungan, ketimbang membeli dan menahan aset tersebut.

Arus keluar bersih dalam pasar spot memperkuat asumsi bahwa tekanan jual atas XRP terus meningkat. Ketika trader menjual dalam jumlah besar dan tidak ada cukup minat beli untuk menyeimbangkan pasar, harga cenderung mengalami tekanan ke bawah. Kondisi ini membuat tren penurunan semakin dalam dan sulit untuk dipatahkan.

Baca Juga: XRP Melonjak 5 Persen, Sentimen Regulasi Stablecoin Jadi Katalis Utama

Dalam analisis teknikal terbaru, para analis memproyeksikan bahwa XRP berisiko jatuh ke kisaran harga USD2,71 jika tekanan jual terus berlanjut. Level tersebut dinilai sebagai titik support penting. Namun, jika titik tersebut tidak mampu menahan tekanan, maka harga XRP berpotensi turun lebih jauh lagi ke level USD2,50.

Meski demikian, peluang untuk rebound masih terbuka. Breakout atau penembusan ke atas dari level harga USD3 dianggap sebagai sinyal positif yang dapat membuka jalan bagi reli harga menuju USD3,39. Namun, untuk mencapai hal ini, momentum beli harus menguat secara signifikan dalam waktu dekat.

Faktor-faktor eksternal juga turut memengaruhi dinamika harga XRP, termasuk perkembangan regulasi, sentimen pasar global, dan arah pergerakan aset kripto utama lainnya seperti Bitcoin dan Ethereum. Ketidakpastian makroekonomi serta kebijakan suku bunga di Amerika Serikat juga menjadi variabel yang tak kalah penting dalam menentukan pergerakan pasar aset digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi